'
| | 1.032 kali dibaca

Sumber Air PDAM Singkep Kotor

Sumber air warga Dabosingkep yang berwarna coklat dan kotor.

Sumber air warga Dabosingkep yang berwarna coklat dan kotor.

Lingga, Radar Kepri-Dam PDAM Gunung Muncung. yang terletak di Sungai Gemuruh kondisinnya sangat memprihatikan. Air yang di salurkan melalui bak penampungan berwarna coklat dan sangat kotor, tak layak dikonsumsi masyarakat.
Berdasarkan keluhan yang disampaikan masyarakat tersebut, sejumlah SKPD, DPRD Lingga, Kepolisian dan TNI AL meninjau lokasi tersebut. Sekaligus melakukan penanaman pohon sebagai upaya melestarikan hutan dan kelestarian air yang menjadi sumber air bersih masyarakat Singkep.
Ketua Komisi III DPRD Lingga Rudi Purwonugroho, Kamis (20/3) mengaku prihatin dengan kondisi Dam air Sungai Gemuruh di Gunung Muncung yang menjadi sumber air bersih untuk masyarakat Dabo Singkep dan sekitarnya. Air dari Dam yang dibangun saat kejayaan jaman timah tersebut, terlihat tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat. Apalagi PDAM Lingga tidak memiliki alat penyaringan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.”Saat ini, PDAM hanya memiliki filter yang dapat menyaring sepertiga kebutuhan air untuk disalurkan kepada masyarakat. Sedangkan, duapertiga dari masyarakat yang berlangganan, mendapatkan air yang dialirkan langsung. Padahal, kondisi sumber air yang ada terlihat kotor dan mengandung zat berbahaya.”beber Rudi di sela-sela penanaman 1.000 pohon di sekitar Dam PDAM Sungai Gemuruh.
Pemkab Lingga sebagai pemilik dan pengelola PDAM harus segera membenahi bendungan air di Sungai Gemuruh ini dengan melakukan pendalaman dan perpanjangan. Dengan demikian, kekeruhan air dapat dikurangi.”Filter air juga harus ditambah lagi. Sehingga, seluruh masyarakat dapat mengkonsumsi air yang benar-benar layak untuk di komsumsi.”terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, dr Luti yang ikut melakukan penanaman pohon di sekitar bendungan mengatakan, kondisi air dibendungan Sungai Gemuruh memang sangat rentan dengan bakteri yang berbahaya untuk kesehatan manusia.”Bersama ketua Komisi III dan pihak PDAM, kami sudah berbicara. Intinya,  memang penting untuk melakukan pendalam dan perpanjangan Dam.”kata Luti.
Dengan program penanaman pohon yang dilakukan ini merupakan bentuk upaya untuk melestarikan hutan di sekitar bendungan. Sumber air Sungai Gemuruh harus tetap terjaga hingga air untuk kebutuhan masyarakat tetap tersedia.
Jika bendungan penanampung air ini tak terawat, air bisa keruh kembali. Air yang diolah melalui penyaringan juga tak sehat.(muslim tambunan)

Ditulis Oleh Pada Jum 21 Mar 2014. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek