' '
| | 1.181 kali dibaca

Solar Subsidi Mengalir ke Tambang Bauksit di Senggarang

Lokasi tambang PT AIPP milik Simin di Tanjung Lanjut yang diduga memakai solar subsisidi.

Lokasi tambang PT AIPP milik Simin di Tanjung Lanjut yang diduga memakai solar subsisidi foto diambil Rabu 27 November 2013. (foto by aliasar,radarkepri.com).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Beberapa pengusaha tambang di Senggarang masih melaksanakan aktifitas tambang bauksit. Seperti terlihat Rabu (27/11) di Tanjung Lanjut dan Sei Carang, sejumlah dumptruk terlihat hilir mudik mengantarkan biji bauksit ke lokasi tromol pencucian.

Hal ini terungkap ketika Radar Kepri mendapat laporan dari sumber yanmg enggan namanya ditulis melalui seluler tentang aktifitas pengerukan hasil perut bumi Segantang Lada, masih menjalankan aktivitasnya di Tanjung Lanjut dan di Seicarang oleh PT Sinar Bahagia milik Suryono dan PT AIPP milik Simin.

Setelah awak media ini mendapat laporan tersebut, kemudian awak media ini langsung bergerak kelokasi yang disampaikan sumber tersebut. Ternyata informasi yang disampaikan sumber itu benar. Di dua lokasi tersebut terlihat aktiftas biji bauksit itu masih menjalankan aktifitasnya dengan lancar dengan alasan menghabiskan stock and fill tanpa memikirkan akibat lingkungan.

Sementara, orang nomor satu di kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH telah memerintahkan semua tambang illegal tutup. Namun para pada malam hari pengusaha tambang bijih bauksit illegal dikabarkan masih melakukan aktifitas loading.

Disinyalir, meskipun perusahaan tambang yang beroperasi di Tanjung Lanjut dan Sei Carang memakai solar subsidi dalam melaksanakan produksi tambangnya. Karena, beberapa waktu lalu David, putra Simin yang menjabat direktur PT AIPP mengaku didepan majelis hakim PN Tanjungpinang menambang tanpa memiliko DO (deliver Order) solar Industri untuk menambang.

Dikabarkan, suplay minyak solar ke lokasi tambang itu di beking oknum aparat. Sehingga aktifitas tambang dengan “mencuri” solar subsidi untuk tambang mengalir lancar ke pengusaha tambang.

Beberapa unit alat berat dan dumptruk yang beroperasi di lokasi tambang diduga juga bodong. Pantaun media ini dilapangan, beberapa dumptruk bahkan tidak memiliki plat nomor, atau memakai plat nomor dari daerah luar. Hingga berita ini dimuat, media ini belum berhasil menjumpai Simim atau David guna kondirmasi dan klarifikasi.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 27 Nov 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda