| | 577 kali dibaca

SMPN 2 Bawa Juara Umum 3 Dari 33 Tim

Tim Drum Band SMP 2 yang menjadi juara umum 3.

Batam, Radar Kepri-SMPN 2 Tanjungpinang, pimpinan Hariana Savitri buktikan tim drumbandnya bukanlah tim pecundang  yang takut bersaing diluar Tanjungpinang. Nyali yang dimiliki tim drumband asuhan Normajaniah didampingi Erwin Tritanto itu patut diancungin jempol. Mereka sanggup bersaing dengan 33 tim asal Bintan dan Batam dalam Nongsa Open Marching Band Championship  didataran Engku Putri Batam Centre dari tanggal 21-23 November 2017

Dengan dana minim bahkan harus melibatkan orang tua/wali murid yang anaknya ikut serta dalam tim drumband ini, tim yang berdiri dari tahun 1981 itu tak gentar. Meski  tim yang dihadapi adalah tim-tim tangguh level Batam yang sudah sering berkompetisi, berpengalaman lebih.

Namun dengan semangat yang menyala  pasukan sebanyak 90 orang ini terus maju dengan percaya diri yang tinggi. Walau hanya mempersembahkan juara 3 umum, namun merupakan  Prestasi yang layak diapresiasi. Bahkan ketua panitia pelaksana, Nongsa Open Marching Band, Aisrin, memuji tim ini sebagai tim yang bagus dan diharapkan mendapat perhatian dari pemerintah kota Tanjungpinang terutama untuk pengadaan alat brass. “Tim ini cukup bagus, tinggal melengkapi peralatannya, seperti brass, seperti SMPN 34 Batam yang peralatannya sudah lengkap, pasti lebih baik” tukasnya.

Tim besutan Normajaniah ini  menjadi tim satu-satunya perwakilan Tanjungpinang yang maju dalam kompetisi Nongsa Open Marching Band Championship 2017, memperebutkan piala bergilir Walikota Batam. dan berhasil membawa ole-ole juara walau hanya berada diurutan juara  umum  3 dibawah SMPN 6 Batam diposisi 2 dan yang meraih juara umum 1 dari SMPN 34 Batam, yang pada ulang tahun TNI lalu juga menyabet juara 1 mengalahkan tim druband SMPN 2 Tanjungpinang. Yang bertengger diposisi 2. Harus diakui, tim druband SMPN 2 tidak sia-sia melakukan latihan yang cukup melelahkan, dengan pencapaian yang gemilang

Sementara Bintan, mengirim 2 wakilnya, SMK 1 Bintan dan SMPN 11 Bintan. SMPN 11 Bintan, Gita Kusuma Jaya, harus puas diposisi harapan II umum. Namun Gita Patinya, Hugo Adhani Farzana berhasil meraih juara, cukup mencuri perhatian publik yang menyaksikan aksi tim-tim drumband yang ikut berlaga. Dengan balutan kostum ala angkatan laut, putih dipadu warna hitam pada lengannya, remaja berwajah rupawan ini tampil percaya diri memimpin timnya didampingi 3 mayor, ia melakukan aksinya tidak berdiri dimimbar sebagaimana mestinya Gita Pati. Ia turun/berjalan ke barisan sembari mengayunkan tangannya, ia didampingi 3 mayor, Faris,Fadil dan Dayat.

Ia menjadi Gita pati yang tampil beda dengan gita pati tim lainnya. Ternyata, aksinya yang mengundang aplaus dari penonton dan mampu juga mencuri perhatian juri yang ikut tersenyum melihat aksi pangungnya. Penuh semangat, energik dan percaya diri, cirri khas dara muda. Didukung bodi yang padat berisi dengan tinggi sedang.  Walau hanya meraih juara harapan 2, namun setidaknya tim ini berani tampil dan berkompetisi untuk level Batam. Raihan tim Gita Kusuma Jaya ini disambut bahagia oleh pelatihnya, Yuda Wana Putra.

Pria berpostur tinggi itu, mengaku kegiatan drumband SMPN 11 Bintan dilakukan 2 kali seminggu.” Tapi untuk event ini bisa latihan seminggu full,” jelasnya.

Lanjut Pelatih SMPN  11 Bintan tersebut, Gita Kusuma Harapan Jaya,   jumlah pasukan 77orang dan tim ini juga mendapat dukungan orang tua, dalam acara hut TNI lalu tim binaanya juara  harapan 2, “Ulang tahun yang dikodim kami ikut dan juara harapan 2,  Gita pati Hugo Adhani Farzana, mayor Faris, Fadil dan Dayat,” terangnya.

Aisrin, ketua panitia pelaksana kegiatan ini, kepala bidang (Kabid) kepemudaan dan olahraga Batam. mengatakan tujuan pelaksanaan Nongsa Open Marching Band, pertama-tama pihak Dispora kota Batam mencoba mengembangkan marching band ini untuk wilayah Batam dan khususnya Kepri. Karena sesuai dengan amanat UU No 3 Tahun 2005 tentang sistim keolahragaan nasional, bahwa marching band itu sudah diperlombakankan di multi event tingkat nasional PON.

“ Kita mencoba mempersiapkan adek-adek kita dilevel TK, SD, SMP dan SMA umum untuk dapat mengembangkan diri dengan adanya kejuaraan ini. Ini namanya open, jadi siapa yang mendaftar silahkan, kebetulan yang mendaftar dari Tanjungpinang dan Bintan. Mereka Berpartisiapsi  karena mungkin mereka ingin juga tampil, eksis dalam kegiatan ini,  ini baru pertama kali dilaksanakan. Nanti akan kita lakukan evaluasi,” terangnya.

Ditambahkan Aisrin, ada 11 kategori penilaian tim, untuk individualnya ada untuk gita pati, mayor, dan jumlah tim yang ikut ada 33 tim dana berasal dari APBD Batam dan sponsor , juri dipilih dari tingkat nasional,  ”Juri dari bontang terkenal dengan marching bandnya, mereka sudah bersertifikat nasional,” terangnya .

Selengkapnya hasil pertandingan Nongsa Open Marching Band Championship 2017, juara umum harapan 3, SMP 29 Batam, juara umum harapan 2 dimenangkan oleh SMPN 11 Bintan, juara umum harapan 1 SMPN 4 Batam, juara umum 3 SMPN 2 Tanjungpinang, juara umum 2 diraih SMPN 6 Batam dan campionnya dan berhak atas piala bergilir walikota Batam diraih oleh SMPN 34 Batam.

Walaupun kostum tidak masuk dalam kategori penilaian juri namun kostum SMPN 2 Tanjungpinang termasuk yang banyak di komentari penonton dengan warna merah hitam, topi yang dimodifikasi dengan kain songket berliris begitupun dengan kostum SMPN 34 Batam yang tampil dengan dominasi warna biru di tambah aksesoris songket bewarna perak tim ini merupakan satu-satunya tim yang mengunakan alat musik brass.

Saat tampil mebawakan beberapa lagu terasa sampai ke hati, merindingkan bulu kuduk. Paduan musik bras dan non brass sungguh begitu menyatu, apa lagi suara terompet yang menyatu dengan lyra, pianika dan kuarto, drum. Sedangkan SMPN 6 Batam, salah satu tim yang diunggulkan tampil dengan semarak warna merah dipadu putih.

Untuk alat musik non brass, SMPN 2 Tanjungpinang berhasil menempati juara 2. Dan Mayoretnya, Vanesa Juliet berhasil meraih juara 2 untuk kategori mayoret terbaik.

Event ini langsung dinilai oleh tim juri nasional, Afrizal (mas AAb), Bontang pupuk Kaltim, Iway Setiawan dari Jakarta, Ardi Hasan dari Gresik Jawa Timur dan M Kadir dari Medan.

Salah seorang Juri, Away setiawan,  mengungkapkan untuk penilaian sudah ditentukan oleh panitia. Ia menjelaskan ada beberapa kategori penilaian, parade dan display, ada sikap, musik, displaynya, pergerakan kontrugrasi, permainan perkusi, permainan musik, amajenal efek adalah efek keseluruhan. Konsep permainan keseluruhan. Gita pati, mayoret, tekhnik kond, sikap pembawaan attitude.(lanni)

Ditulis Oleh Pada Jum 24 Nov 2017. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek