''
| | 687 kali dibaca

Smansa Tanjungpinang Borong Juara

Tim SMANSA yang berhasil memborong juara.

Tanjungpinang, Radar  Kepri-Kompetisi  drumband antar pelajar  yang diselenggarakan oleh Riau Island Band community (RICB) di pelataran parkir TCC, Sabtu (16/12) berjalan sukses. Acara langsung dibuka oleh ketua panitia, Dody Julian Purnama. Lelaki hitam manis ini langsung terbang dari Yogyakarta ke Tanjungpinang demi terlaksananya kegiatan RIBC untuk yang pertama kalinya diselenggarakan.

Lelaki kelahiran 1977 ini berharap drumband atau marching band Kepri mampu bersaing dengan tim-tim drumband diluar Kepri. “Kami ingin membangun drumband atau marching band Kepri semoga bisa bisa bersaing dengan pulau Jawa. Dasarnya kita ingin mengapresiasi generasi muda kita mengangkat mereka lewat kegiatan positif kita latih dengan mengasah disiplin, attitude,kerjasama yang baik agar mereka menjadi generasi yang berprestasi nantinya,” jelasnya.

Ia juga mengakui dana untuk event ini berasal dari swadaya dan kerjasama tim, dan untuk 5 juri berasal dari luar Tanjungpinang 1 orang juri tamu dari Yamaha musik Tanjungpinang, Ridwin. Lengkapnya nama-nama juri untuk event RIBC perdana ini adalah, Ridwan dari Yamaha music Tanjungpinang, Nur Rahmansyah dari Batam, Rahmawati  Jakarta, Hasanal Fajri dari Padang dan Syukri Wandani juga dari Padang.

Menurut Dody, juri-juri tersebut pengurus PDBI  Batam yang pada masanya aktif dalam drumband atau marching band. Tim-tim yang berlaga dalam event ini diikuti 2 tim untuk tingkat SD yang berasal dari Batam dan Bintan, sedangkan Tanjungpinang nihil. Untuk tingkat SMP ada 7 tim, namun sayang, 1 tim MTS Tanjungpinang didiskualifikasi. Pertarungan antar tim untuk tim-tim dari Tanjungpinang. Sementara untuk tingkat SMA hanya diikuti 4 tim, 2 dari Bintan dan 2 dari Tanjungpinang, MAN Tanjungpinang dan SMA 1 (Smansa) Tanjungpinang.

Menariknya lagi, dalam penyelenggaraan RIBC untuk kali pertama ini, diselenggarakan drum battle. Untuk drum battle diikuti 6 tim yang digabung SMP, SMA dan Perguruan tinggi, Poltekes  Tanjungpinang.

Uniknya, dari beberapa kategori perlombaan, aksi drum battle lah yang paling menyedot perhatian publik. Pelataran parkir TCC dipadati pengunjung juga para supporter  masing-masing tim. Dan harus diakui, supporter SMPN 2 Tanjungpinang mendominasi pelataran yang sekolahnya kebetulan dekat dengan arena perlombaan.

Gempita sorak sorai para suporter membahana di bawah teriknya matahari siang itu. Panas yang menyengat tidak menyurutkan para supporter menyaksikan tim kebanggaannya beraksi. Laga drum battle pertama dimainkan oleh tim Poltekes, satu-satunya tim perguruan tinggi yang ikut dalam ajang ini versus SMP 3 dan dimenangkan oleh tim SMP 3. Usai laga 2 tim ini, penonton semakin memadati  arena, dilanjutkan dengan pertarungan SMPN 2 kontra SMPN 11 Bintan dan dimenangkan oleh tim SMPN 2 Tanjungpinang.

Sedangkan Smansa dengan mengusung tema “ Tak Melayu Hilang Di Bumi”  dapat buy dan langsung menuju final. Untuk perebutan juara 3 SMPN 11 Bintan diadu dengan tim SMPN 3 Tanjungpinang. Dengan jumlah personil 14 orang dan kostum kemeja putih tim ini mengalahkan tim SMPN 11 Bintan yang beranggotakan 10 orang dengan kostum biru muda.

Sedangkan SMPN 2 Tanjungpinang menuju final melawan kakak tingkat, Smansa Tanjungpinang, yang tentunya jauh lebih matang berbanding remaja-remaja tanggung ini. Namun anak-anak asuhan Kusriman tersebut tidak gentar, dengan modal percaya diri tinggi tim ini tampil memukau, tim ini cukup bernyali melawan Smansa kendati dari segi peralatan pun mereka masih dibawah Smansa. Modal nyali ini pula yang membuat mereka berani bertarung keluar Tanjungpinang melawan tim level Batam yang sudah pasti menang dalam berbagai sisi terutama pengalaman tanding.

Harus diakui apresiasi penonton untuk laga 2 tim ini sungguh luar biasa. Dengan kostum serba hitam dilengkapi make up yang cukup seram, 2 tim tangguh ini berhasil menyedot perhatian hadirin. Bahkan peringatan panitia untuk menjauh dari batas aman tidak diindahkan lagi.

Sesi laga final dibuka dengan tim Smansa menjual kepada tim SMPN 2. Battle kedua tim ini memang jauh dari tim yang lainnya terutama dari segi tehnik dan materi. SMPN 2 mengambil tema ‘Suku Laut Mengarungi Samudera Luas’ tampil memukau yang diimbangi tim Smansa. Namun pada akhirnya tim juri menyatakan tim Smansa lah pemenangnya.

Usai laga drum battle dilanjutkan dengan colour guard (CG) kontes yang diikuti 2 kontingen, SMPN 2 Tanjungpinang dan Smansa.

Yang jelas tim Smansa berhasil memboyong 10 kemenangan, lengkapnya, juara 1 drum battle, juara 1 CG kontes, juara 1 display competition tingkat SMA  dengan nilai 83, 7 poin, juara the best  general effect, juara the best visual ensemble, juara the best music untuk kategori display, dan untuk kategori CG, lagi-lagi tim ini menguasai berbagai kategori, the best general effect, the best equipment analysis, the best visual ensemble. Sedangkan SMP 2 harus puas diposisi 2.

Kemenangan ini disambut sukacita yang luar biasa dari tim drumband Smansa begitu pun dengan pelatihnya, sutan Muhamad Isa. Kepala sekolah Smansa, Imam syafeii pun menyambut bahagia prestasi ini. “Mereka pantas mendapatkannya,” tukasnya. Lanni.

Ditulis Oleh Pada Ming 17 Des 2017. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek