'
| | 938 kali dibaca

Setengah Jam, Solar Subsidi Raib di SPBU

Antrian mobil pelangsir BBM di Jalan Soekarno hata Tpi (3)

Antrian pelansir solar subsidi di SPBU Batu Hitam, Senin (14/07)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Penjarahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi belakangan ini di dalam kota Tanjungpinang semakin marak, Senin (14/07). Masih belum ada tindakan dari dinas aparat hukum terkait. Sehingga para pencoleng BBM untuk masyarakat kecil tersebut habis dijarah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hal ini terlhat ketika awak media ini melintasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Soekarno-Hatta Senin (14/07) puluhan mobil jenis Panther mengular antri di Jalan Soekarno-Hatta untuk mendapatkan solar. Diduga untuk dijual lagi dengan harga indusri  dan di timbun.

Selain mengantri, mobil berkaca gelap itu, terlihat bolak-balik untuk mendapatkan BBM subsidi untuk rakyart kecil itu. Sekitar 30 menit mobil tersebut bolak-balik mengisi BBM, ahkirnya BBM subsidi itu habis.

Seorang petugas pertamina memasang tulisan bertuliskan.”Solar habis.”padahal baru setangah jam lalu mobil tangki berkapasitas 10 000 liter mengisi bungker pertamina itu.

Selain menjarah BBM subsidi jenis solar di SPBU Batu hitam, para “pencoleng” ini jugamenyerbu SPBU di Jalan Ir Sutami Suka Berenag. Antrian mengular mulai dari SPBU hingga ke tempat cucian karpet.

Selang berapa lama BBM di SPBU itu habis, tidak terlihat satu orang-pun petugas dari kepolisian, Satpol PP dan Pomal yang mengawasi aksi penjarahan BBM tersebut. Seorang supir lori yang mengikuti jalanya antrian untuk mendapakan BBM mengeluhkan kepada awak mendia ini.”Terkadang kita heran bang, mengapa pemerintah membiarkan, mereka melangsir BBM seperti ini. Orang ini bukan masyarakat bang, itu semuanya oknum berseragam. Sampai kapan mereka dibiarkan seperti ini.”Keluh lelaki paruh baya yang enggan menyebutkan namanya itu Kemudian lanjut sumber yang sama.”Mereka ini yang melangsir BBM itu untuk di bawa keluar bang, mereka sering memuat ke kapal di Pelabuhan Merbau yang disebut pelabuhan pak Udin tepatnya di jembatan 1 Dompak. Selain itu, mereka juga memuat di pelabuhan Batu Licin tempat memuat bauksit dulu, di kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, mereka memuat 2 kali seminggu, tapi saya tidak tahu hari apa mereka memuat BBM itu.”Tutup sumber.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 15 Jul 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

1 Comment for “Setengah Jam, Solar Subsidi Raib di SPBU”

  1. Klu tdk ingin antri solar ya gak usah pakai mobil diesel pakai grobak aja gitu aja kok repot

Komentar Anda

Radar Kepri Indek