' '
| | 627 kali dibaca

Sehari, 210 Ton Solar Subsidi Mengalir ke Tambang Bauksit Ilegal di Tanjungpinang

Antrian mobil berbahan bakar solar yang diduga di drop ke penambang bauksit ilegal, Foto diambil Senin 17 Juni 2013.

Antrian mobil berbahan bakar solar yang diduga di drop ke penambang bauksit ilegal, Foto diambil Senin 17 Juni 2013.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Senin (17/06) sekitar pukul 11 52 Wib terlihat antrian panjang kendaraan yang memakai Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar semakin hari semakin parah terjadi di kota Tanjungpinang. Hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) dalam kota di padati oleh kendaraan yang mengantri untuk mendapatkan minyak jenis solar.

Hal ini terlihat saat awak media ini melakukan investigasi ke seluruh SPBU yang ada di kota Tanjungpinag. Mulai dari SPBU Jl Soekarno-Hatta, Batu Hitam, SPBU Jl Ir Sutami, Suka Berenang, SPBU Jl MT Haryono di kilometer 3,5 hingga SPBU Jl DI Padnjaitan di kilometer 7. Mereka rela mengantri untuk mendapatkan BBM jenis solar.

Am (32) yang mengaku warga Pantai Indah di jumpai media ini, Senin (17/06) di SPBU kilometer 7 ketika di sapa, mengapa jauh sekali beli minyak. Am menjawab.”Di Pertamina Batu Hitam solar habis bang, makanya saya lari ke sini. Padahal, ada sekitar satu setengah jam mengantri disitu. Belum sampai giliran kita, minyak habis, makanya saya lari ke sini.”jengkel Am.

Kemudian awak media ini melanjutkan perjalanan menuju SPBU kilometer 3,5. Antrian panjang kendaraan juga terjadi, kebanyakan mobil jenisPanther dan truck roda 6. Awak media ini menghampiri sopir truck yang ikut mengantri di SPBU tersebut. Si supir menyapa awak media ini.”Mas, mengapa kami kok di foto.”Tanya supir itu.

Awak media ini langsung memperkenalkan diri dari media Radar Kepri, ketika ditanya mengapa rela mengantri sopir yang enggan menyebutkan namanya itu menjelaskan.”Mau tak mau-lah mas, karena kita butuh, mau bilang apa lagi.”keluhnya.

Kemudian sisopir itu melanjutkan.”Sebenarnya BBM ini, kalau tidak di drop ke tambang biji bouksit. Sebenarnya cukup, tapi minyak ini-kan diborong sama oknum-oknum dengan memakai mobil Panther. Coba bayangkan, mobil Panther yang mengisi solar di SPBU sebanyak 7 kali sehari di satu SPBU. Sementara mobil tersebut yang mengisi ada sekitar 15 unit. Kalikan saja, 15 kali 7 jumlahnya 105 kali dalam satu hari.”ujarnya.

Artinya, 105 di kalikan 200 liter mencapai 210 ribu liter per-harinya minyak solar subsidi yang di bawa ketambang bouksit per-hari.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 18 Jun 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek