'
| | 1.526 kali dibaca

Sebulan, Rp 10 Miliar Dari Penambang Ilegal Untuk Bupati Bintan

Konvoi Dumptruk di lokasi tambang bauksit di Sei Nam, Tanjung Kuku, Bintan Timur, Kabupaten Bintan pada Minggu 22 September 2013.

Konvoi Dumptruk di lokasi tambang bauksit ilegal di Sei Nam, Tanjung Kuku, Bintan Timur, Kabupaten Bintan pada Minggu 22 September 2013.

Kijang, Bintan Timur-Aktifitas tambang bauksit ilegal di Sei Nam, Tanjung Kuku, Kecamatan Bintan Timur (Bintim), Kabupaten Bintan, hingga hari ini, Minggu (22/09) masih bebas beroperasi. Bupati Bintan, Ansar Ahmad SE MM dikabarkan menerima “upeti” sebesar 1 Dolar US per-tonnya dari para “perampok dan penjual” tanah dan air alias penambang ilegal ini.

Seorang pejabat di lingkungan Pemkab Bintan di jumpai Radar Kepri di kedai Kopi Hawai, di Kijang, ibu kota Kecamatan Bintim, Minggu (22/09) mengatakan.”Sebulan, sekitar Rp 10 Miliar disetorkan para penambang ilegal di Bintan ini pada Bupati.”sebut mantan sebuah Kadis tersebut.

Mantan Kadis tersebut menambahkan.”Ada keponakan Bupati Bintan yang ikut menambang secara ilegal, kalau tak salah dari aparat berinisial S. Dia itu (S) yang menambang di pulau-pulau kecil di Kabupaten Bintan ini.”bisik sumber media ini.

Tambang bauksit di Sei Nam, Tanjung Kuku, Bintan Timur, Kabupaten Bintan pada Minggu 22 September 2013.=

Aktifitas tambang bauksit ilegal di Sei Nam, Tanjung Kuku, Bintan Timur, Kabupaten Bintan pada Minggu 22 September 2013.

Pantauan Radar Kepri dilapangan, kawasan Tanjung Kuku terlihat telah gundul, tidak terlihat lagi pepohonan dan rawa. Puluhan bukit telah beruba h menjadi daratan berwarna kuning kemerah-merahan. Sedangkan rawa yang digunakan untuk membuang limbah pencucian (tailing) biji bauksit berisi lumpur padat yang mengering.

Informasi yang dihimpun media ini, beberapa pulau kecil terancam hilang dari peta NKRI, diantaranya pulau Malin yang hanya seluas 19 Hektar, pulau Bunut dengan luas 36 dan pulau Telang Kecil kurang dari 100 Hektar. Tiga pulau diatas menambah daftar pulau kecil di kabupaten Bintan yang bakal tenggelam. Pulau Kemborak Tengah dan pulau Koyang merupakan dua pulau yang sedang sekarat, tinggal menunggu waktu untuk tenggelam.

Tambang bauksit di Sei Nam, Tanjung Kuku, Bintan Timur, Kabupaten Bintan pada Minggu 22 September 2013=

Beginilah dampak kerusakan lingkungan akibat tambang bauksit di Sei Nam, Tanjung Kuku, Bintan Timur, Kabupaten Bintan pada Minggu 22 September 2013.

Sosok Ansar Ahmad SE MM, Bupati Bintan yang juga ketua DPD Golkar Provinsi Kepri tidak asing lagi bagi aparat penegak hukum. Ansar Ahmad SE MM dan pernah populer karena “tersangkut” kasus suap alih fungsi hutan di Bintan Buyu dengan terpidana Azirwan dan Al Amin Nasusion. Namun Ansar Ahmad berhasil “lolos”, dan hanya dimintai keterangan sebagai saksi oleh KPK dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Hingga berita ini dimuat, media ini belum berhasil menjumpai Ansar Ahmad SE MM untuk konfirmasi dan klarifikasi terkait upeti sebesar Rp 10 Miliar perbulannya dari penambang bauksit ilegal di daerahnya.

Selain ke Bupati Bintan, upeti dari penambang ilegal di Sei Nam juga mengalir ke beberapa orang oknum wartawan yang dipercaya para penambang ilegaldi Bintan.”Di Sei Nam itu ada 3 penambang ilegal. Kalau untuk wartawan diserahkan pada B, R dan L. Kalau tak salah Rp 20 juta untuk dibagi-bagikan.”sebut mantan Kadis tersebut.(ary/red)

Ditulis Oleh Pada Ming 22 Sep 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek