' '
| | 1.013 kali dibaca

Satpol PP Biarkan Tempat Biliard & Jebat Net Langgar Jam Operasional

Petugas gabungan yang mendapati warnet Jebat Net di Jl Pemuda masih buka,

Petugas gabungan yang mendapati warnet Jebat Net di Jl Pemuda masih buka, Selasa 23 Juli 2013/ (foto by aliasar radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Dihari hari ke 15  pada bulan suci Ramadhan 1434 Hijriah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Tanjungpinan kembali patroli ke tempa-tempat hiburan. Seperti warnet, pab, karaoke dan Biliyar serta tempat yang dianggap rawan penyakit masyarakat (Pekat).

Sebelum razia, dua tim yang akan melaksaknakan tugas mulia ini menggelar apel di halaman kantor Satpol PP, Jl H Agus Salim tepi Laut, kota Tanjungpinang. Apel kali ini dipimpin oleh Kepala Bidang Operasional (Kabid ops) Syafrizal. Dalam penyampaian, Syafrijal mengatakan.”Razia kali ini di fokuskan ketempat hiburan, seperti tempat hiburan yang melewati batas opersional yang di tentukan, yakni pukul 00 00 Wib. Apabila ada yang melewati batas waktu yang ditentukan, tutup secara paksa, jika ada yang membandel jika perlu beri surat peringatan.”tegas Syafrizal pada petugas gabungan itu.

Setelah berdoa dan diberi pembekalan, ke dua tim berangkat menggelar razia ke wilayah yang ditentukan. Seperti Jl Ganet kilometer 11 arah Jalan Tanjung Uban. Ketika tim memasuki daerah itu, ternyata ada dua tempat hiburan yang masih buka. Salah tempat hiburan berupa permainan biliard disinyalir milik oknum TNI. Anehnya, meskipun tertangkap basah melewati jam operasional, petugas gabungan tidak menutup paksa tempat “bola sodok” tersebut tanpa alasan jelas.

Sedangkan, satu tempat hiburan lainnya berupa warung internet (warnet) diduga milik seorang calon legislative (caleg) untuk Provinsi Kepri 2014-2019 Dapil Kota Tanjungpinang, Ridwan B Sc. Warnet  yang diduga milik kader partai Ka’bah ini ditindak tegas petugas dengan menutup paksa.

Biliard di Jl Ganet kilometer 11 yang masih buka ketika jam operasional sudah habis, Diduga milik onknum TNI sehingga petugas enggan menutup.

Biliard di Jl Ganet kilometer 11 yang masih buka ketika jam operasional sudah habis, Diduga milik onknum TNI sehingga petugas enggan menutup, Selasa 23 Juli 2013. (foto by aliasar, radarkepri.com)

Pantauan awak media ini dilapangan, di warnet  yang diduga milik Caleg dari PPP ini terlihat banyak anak-anak yang masih  duduk di Sekolah Dasar (SD). Ketika ditanya petugas, seorang pemain yang bernama Anto (12), warga Jl Ganet itu mengatakan.”Saya sering main disini pak, terkadang sampai sahur.”kata Anto ketakutan.

Kemudia tim melanjutkan razia ke Bintan Center namun tidak ada satupun tempat hiburan yang melanggar ijin operasional. Kemudian tim menuju dan Jl Pemuda yang menemukan sebuah warnet masih beraktifitas. Namun untuk mengelabui petugas, pemilik warnet sengaja menutup pintu depan. Di warnet Jebat Net ini petugas menggedor pintu dan ketika dibuka terlihat puluhan pemain masih sibuk beraktifitas.

Dari semua tempat hiburan yang tertangkap tim razia, dua tempat hiburan mendapat dispensasi dari tim razia gabungan itu. Yaitu tempat biliard milik oknum  TNI di Jl Ganet dan warnet Jebat Net di Jl Pemuda. Dua tempat hiburan ini yang tidak di bubarkan apalagi ditutup. Perlakuan “istemewa” tentu saja menimbulkan pertanyaan bagu pengusaha hiburan lain, yang tempat usahanya di tutup dan pemainnya di bubarkan secara paksa. (aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 24 Jul 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda