'
| | 1.377 kali dibaca

Sarivan Nilai Bupati Gagal Bangun Anambas

Sarivan Anggota DPRD KKA

Sarivan Anggota DPRD KKA.

Tarempa, Radar Kepri- Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) mandiri dan otonom sejak berpisah dari Kabupaten Natuna. Kini KKA berkembang menjadi Kepulauan terdiri dari 7 Kecamatan, 54 desa. Di bawah kepemimpinan Drs T Mukhtarudin dan Wakil Abdul Haris SH.5 Tahun berdirinya Kabupaten Anambas yang memiliki lebih luas Lautan di bandingkan daratan dan Anambas juga di anggap memiliki tingkat wisata yang di akui menakjubkan dan tidak sesuai dengan kenyataan.
Anambas Kabupaten yang baru 5 Tahun berkembang terkesan belum adanya pembangunan yang di janjikan Bupati. Tidak terlihat dan tidak ada sama sekali pembangunan yang sesuai dengan perjanjian Bupati kepada seluruh Masyarakat Anambas. Hingga saat ini, Bupati terkesan hanya memberi janji- janji palsu tanpa ada pembuktian sama sekali.
Anambas di ibaratkan sebagaia nak yang baru terlahir dan menjadi anak kesayangan provinsi dan mendapat anggaran besar untuk mengembangkan Anambas. Sama seperti Kabupaten Anambas Kabupaten terbaru yang baru mekar selama 5 Tahun dan memiliki Anggaran yang sangat besar. Anambas berdiri tahun 2008 sudah menjadi Kabupaten yang termewah di bandingkan Kabupaten lainnya yang memiliki nilai Anggaran jauh dibawah Kabupaten Anambas itu sendiri.
Dari anggaran yang dengan nominal Milyaran sampai mencapai Triliunan, anggaran yang begitu besar yang di miliki Anambas untuk membangun Anambas menjadi Kabupaten yang di harapkan. Semua itu hanya-lah palsu belaka dari Bupati Anambas dalam mencapai pembangunan yang  harapan seluruh Masyrakat Anambas.
Mengenai Pembangunan Anambas  sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan anggaran yang sangat besar. Sampai saat ini pembangunan yang selama ini di janjikan Bupati Anambas hanya janji, sekedar untuk menyenangkan Masyarakat namun Janji yang di berikan tersebut tidak ada sama sekali. Bahkan  satu pembangunan-pun juga tidak terlihat sesuai dengan Anggaran yang ingin membangun menjadi suatu Kabupaten yang  tidak berpenghasilan sama sekali, sesuai dengan janji yang di berikan oleh Bupati Anambas Drs T.Mukhtarudin.
Lima tahun setelah Anambas memisahkan diri Kabupaten Natuna, hingga sekarang Anambas belum membuktikan bahwa Anambas akan membangun menjadi Kabupaten sesuai yang di harapkan. Alhasil dengan Anggran yang besar Anambas adalah Kabupaten yang gagal dalam pembangunan tanpa sesuai yang di janjikan. Semakin bertambahnya usia Anambas, semakin besar pula Anggaran yang di dapat tiap tahunnya dengan memiliki anggaran yang besar, tidak ada hasil dari yang bisa di harapkan dengan anggaran yang luar biasa besar.
Lima tahun berdirinya Anambas setelah melepaskan diri dari Kabupaten Natuna dan menjadi Kabupaten baru  dan di anggap gagal dalam pembangunanya.Termasuk minimnya pendidikan di Kabupaten Anambas, masalah jaringan listrik, jaringan signal dan kurangnya air bersih. Dengan gagalnya semua ini, kemungkinan besar nantinya Anambas akan di ambil alih oleh Provinsi. Jika Anambas tidak bisa benar-benar membangun Kabupaten menjadi Kabupaten yang di mata Asia terkenal akan wisatanya.
Drs T Mukhtarudin dikonfirmasi Radar Kepri mengenai pembangunan mengatakan.”Pembangunan Anambas ini harusn bertahap, tidak bisa langsung di kerjakan. Sedangkan kantor Gubernur saja selesai 5 Tahun lamanya. Kalau pembangunan Anambas pasti akan kita bangun sesuai harapan. Dan ini bukan Aladin yang bisa di kerjakan dalam waktu singkat dan lihat saja nanti akhir tahun 2015.”jelas Bupati.
Jika dicermati melihat dengan anggaran besar yang dimiliki Kabupaten Anambas, bukan pembangunan yang bertambah atau yang di bangun. Melainkan kemungkinan akan bertambahnya tindak pidana korupsi seperti sebelum-sebelumnya. Salah satunya tindak pidana Alkes Tahun 2009 yang harus berurusan dengan Pengadilan Tindak pidana Korupsi. Begitu juga di tahun 2013 ini, pembangunan Dermaga Sunggak yang kandas di tengah jalan,menyebabkan berurusan juga dengan Kejaksaan dengan kasus yang sama Tindak Pidana Korupsi yang merugikan keuangan Negara (APBD Anambas, red).
Bagaimana Anambas bisa berkembang kalau para pejabat tidak mementingkan pembangunan ?. Malah mementikan pribadi dengan melakukan Pidana Korupsi selama kepemimpinan Bupati Anambas Drs T Muktarudin.
Sarivan seorang anggota DPRD KKA yang dijumpai Radar Kepri di ruangan kerjanya terkait masalah pembangunan Anambas selama  dipimpinan T Mukhtarudin menjelasnkan.”Pada tahun ke 3, fakta mega proyek  belum tercapai dan pembangunan tidak sesuai dengan anggaran yang besar. Kebijakan kepemimpinan Bupati di nilai tidak adanya pengawasan. Yang ada sekarang ini hanyalah penambahan tindak pidana-nya saja. Namun masalah pembanguna hasilnya tidak ada sama sekali. Kalau kita katakan Bupati ini gagal belum bisa di pastikan, karena masih ada jabatanya selam 2 tahun. Kita akan lihat sampai akhir jabatan Bupati nantinya, apa yang telah di bangun Anambas di bawah pimpinan T Mukhtarudin.”jelasnya.,
Akar permasalahan ini diantarannya, pada 31 Desember  2013 tahun anggaran usai. Namun beberapa proyek tak kunjung di lelang, kenapa harus di ujung tahun ?. Ada suatu jarak, pertama komitmen kebijakan.”Saya fikir Anambas masih baru, mumpung semangat perjuangan masih ada dan kembali-lah ke visi dan misi intinya Bupati harus sepakat. Dilihat dari masalah listrik pada saat Bupati mengadakan Coffe Morning dengan masyarakat Jemaj beberapa waktu lalu. Mengatakan listrik untuk Jemaja dan Palmatak akan hidup siang malam (24 jam). Namun tidak seperti kenyataannya, listrik hidup hanya setengah hari. PLN sendiri tidak menerima subsidi minyak pemerintah dan minta penunjang pembelian mesin. Sedangkan ESDM hanya selalu berjanji saja namun tidak ada hasilnya juga sampai sekarang ini.”beber Sarivan.
Sedangkan untuk Tebang Ladan.”Saat saya bertanya kepada Bupati. Namun Bupati tidak memberi  komentar apa pun sampai saat ini. Kita juga melihat banyaknya fakta mengenai proyek yang belum dilelang. Salah satunya jalan Rintis dengan panjang 40 kilometer sudah masuk bulan ke 10 tahun 2013 belum terlaksana sampai sekarang ini. Saat Bupati mencalonkan diri menjadi Gubernur Riau, mana ada Bupati mau memikirkan Anambas Bupati selalu berada di luar kota. Saat Bupati berada di Anambas hanya raga-nya saja, tapi fikirannya ke tempat lain dan sekarang Buapti tidak lolos dalam pencalonan Gubernur Riau, Bupati sering berada di Anambas, kenapa itu semua terjadi ?”bebernya.
Dengan sisa masa jabatnnya 2 tahun, baru Bupati konsetrasi membangun Anambas selama 5 tahun Anambas berdiri tidak terurus.”Apa hal anggrannya cukup besar. Kemana Bupat kita selama 5 tahun, tidur ?. Bagaimana bisa masyarakat mau memilih dia kembali kalau sekarang saja pembangunan Anambas tidak ada hasil.”kesal Sarivan.(yuli)

Ditulis Oleh Pada Ming 06 Okt 2013. Kategory Anambas, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda