' '
| | 1.017 kali dibaca

Saksi Tak Datang, Sidang Penjambret Imelda Ditunda

Deni Ferdian alias Deni bin Herwan Bahrum  dan Diva Krisna Saputra alias Diva bin Djalal dua terdakwa penjambret Imelda.

Deni Ferdian alias Deni bin Herwan Bahrum dan Diva Krisna Saputra alias Diva bin Djalal dua terdakwa penjambret Imelda.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Persidangan kasus pencurian dengan kekerasan alias jambret yang menimpa Imelda dilakukan Deni Ferdian alias Deni bin Herwan Bahrum (30) dan Diva Krisna Saputra alias Diva bin Djalal (26) ditunda untuk ketiga kalinya. Pasalnya, korban yang dipanggil jaksa tak kunjung memenuhi panggilan. Hakim meminta jaksa untuk menghadirkan korban secara paksa, jika perlu meminta bantuan polisi untuk menghadirkan korban agar didengarkan keterangannya di pengadilan.

Hal ini disampaikan ketua majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut, Dame Parulian Pandiangan SH.”Kita mau mencari kebenaran materil dan formil, jika saksi korban dalam hal ini pelapor tak datang juga. Silahkan panggil secara paksa, kalau perlu bawa mobil tahanan Kejaksaan untuk menjemput mereka, termasuk pihak-pihak yang menghalang-halangi proses hukum ini.”tegas hakim pada Dani K Daulay SH, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Tanjungpinang.

Upaya pemanggilan paksa (ditangkap) ini terpaksa dilakukan JPU karena saksi-saksi yang menjadi korban tak kunjung datang memenuhi panggilan Kejaksaan.”Kita sudah kirimkan 4 kali panggilan, tapi saksi-saksi tidak ada yang datang. Jadi upaya paksa merupakan pilihan terakhir. Kami siap melaksanakan perintah majelis hakim tersebut setelah ada penetapan panggilan paksa dari pengadilan.”jawab Dani K Daulay SH.

Menurut Dani K Daulay SH, beragam alasan disampaikan para korban untuk mangkir dari panggilan, mulai dari sakit hingga belum mendapat ijin dari pimpinan tempat korban bekerja.

Kasus penjambretan ini terjadi di Jl Ir Sutami pada 20 April 2015 sekitar pukul 00 30 Wib lalu, saat itu Imelda baru pulang dari rumah kakaknya di Jl Tugu Pahlawan. Terdakwa Diva sebagai pengemudi motor dan Deni sebagai pengendara mengambil secara paksa tas yang dibawa Imelda sehingga dua unit Hp serta uang sebesar Rp 150 ribu raib. Ironisnya, korban sempat ditendang hingga masuk kedalam parit di depan praktek Dr Sutomo. Korban (Imelda) mengalami cidera dan sempat pingsan dan baru subuh diketahui warga yang sedang lari marathon.

Atas perbuatanya, terdakwa Deni dan Krisna dijerat pasal 365 ayat (2) ke-1 dan ke-2 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan. Namun, karena saksi korban, termasuk saksi lainya tak kunjung datang memenuhi panggilan Kejaksaan yang disampaikan melalui penyidik Polres Tanjungpinang, persidangan kasus ini tertunda lagi.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Rab 14 Okt 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda