'
| | 1.018 kali dibaca

Saksi Lemah, Kinerja Timses dan Relawan Akan Sia-Sia

Arif Wibowo, kepala BSPN saat menutup Traning Of Trainers Pusat yang dilaksanakan DPD PDI-P Kepri.

Arif Wibowo, kepala BSPN saat menutup Traning Of Trainers Pusat yang dilaksanakan DPD PDI-P Kepri.

Batam, Radar Kepri-Peran seorang saksi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan pemilihan legislatif (Pileg) sangat strategis dan krusial. Saksi merupakan sebagai garda terdepan yang diberikan tugas partai, menjaga otensisitas atau suara yang diperoleh. Maupun suara yang diperoleh oleh calon kepala daerah yang diusung. Sekeras apapun, tim sukses (timses), relawan maupun partai bekerja untuk mendulang suara. Semuanya akan sia-sia dan hilang, jika saksi disemua tingkatan, terutama Tempat Pemungutan Suara (TPS) lemah dan tidak memiliki bekal pengetahuan.

Penegasan ini disampaikan kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Pusat DPP PDI Perjuangan, Arif Wibowo saat penutupan Training Of Traners (TOT) Pusat yang diselanggarakan DPD PDI-P Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (27/10) lalu.”DPP PDI-P telah melakukan evaluasi terhadap semua tahapan pemilu. Ada kelemahan yang belum bisa diperbaiki secara optimal dari waktu ke waktu. Menyangkut optimalisasi kinerja saksi sebagai garda terdepan pengamanan suara yang diberikan amanat partai sangat besar.”ujar anggota DPR-RI dari komisi II ini.

Hasil evaluasi secara keseluruhan, dari hampir 600 ribuan TPS yang ada diseluruh Indonesia, ternyata formulir C1.”Pada tahun 2004, kita hanya mampu mengumpul sekitar 3 persen C1 dari seluruh Indonesia, kira-kira hanya sanggup mengumpulkan sekitar 20 ribuan salinan C1 yang dikirimkan ke Jakarta.”terangnya. Kemudian pada tahun 2009, hanya 3,5 persen saja salinan C1 yang terkumpul di DPP PDI-P.”Ini tentu sangat memprihatinkan.”’ucapnya. Selanjutnya pada tahun 2014, jumlah salinan C1 meningkat menjadi 4,5.”Untungnya, pada pemilu 2014, kita menang Pileg dan Pilpres. Seharusnya, kemenangan kita lebih dari 19 persen saja. Jadi kemenangan yang kita raih, kita terima apa adanya dengan kelengkapan administrasi seadanya.”ujarnya.

Kondisi inilah yang menimbulkan dorongan kuat, karena keikut sertaan PDI-P sebagai peserta pemilu merupakan keniscayaan politik. Maka suka atau tidak suka, mau tidak mau PDI-P dituntut harus mampu beradaptasi dengan keseluruhan tahapan penyelenggaraan pemilu. Kemampuan beradaptasi ini tidak bisa ditawar, tidak bisa ditolak.”Ini memang membuat semua partai berusaha secara keras beradaptasi dengan sistem tersebut.”katanya.

Dalam kesempatan itu, Arif Wibowo juga mengapresiasi kinerja tim sukses pasangan Soeryo-Ansar yang memperjuangkan 52 ribu lebih suara yang hilang di Batam.”Dokumen yang dikumpulkan sangat banyak dan significan. Ini pekerjaan luar biasa dan pantas diapresiasi. Seharusnya, pekerjaan ini seharunya juga dilakukan partai, bukan hanya tim sukses dan relawan.”ujarnya disambut tepuk tangan peserta TOT.

Peserta Training Of Trainers foto bersama usai penutupan.

Peserta Training Of Trainers foto bersama usai penutupan.

Lahirnya BSPN berdasarkan Kongres IV PDI-P dengan menetapkan dua badan yang sangat penting, yaitu Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) dan Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN). Dua badan ini bekerja di pemilu, namun berbeda tugasnya. Bapilu bertugas, ketika penyelengara pemilu menyusun draft rancangan peraturan teknis pemilu sampai berakhirnya masa kampanye pemilu .”Itu merupakan tugas pokok dan tanggungjawab Bapilu.”tegasnya.

Namun, ketika proses pemungutan suara, perhitungan suara, rekapitulasasi berjenjang dan kegiatan administrasi, ini merupakan tugas Badan Saksi Pemilu Nasional.”Termasuk mempersiapkan kelengkapan administrasi, jika masalah sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK).”katanya.

Kemampuan beradaptasi dengan semua proses dan menjaga pemilu jurdil, sangat tergantung dengan BSPN.”Oleh karena itu, saksi-saksi yang bekerja dan melakukan pengawasan akan sangat bergantung dengan pelatih saksi yang saat ini dilatih oleh Traning Of Traning untuk memberi pembekalan pada saksi-saksi di tingkat cabang.”terangnya.

Training Of Trainers di hotel Planet Holiday, Batam, juga di ikuti utusan DPD PDI-P Kalimantan Barat (Kalbar) yang mengutus 6 DPC dan DPD Kalbar.”Setelah kegiatan Tranining Of Trainers ini dilaksanakan, diharapkan DPC-DPC yang mengikuti pelatihan ini melakukan kegiatan serupa untuk pembekalan pada saksi-saksi yang akan bertugas di setiap TPS.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sab 31 Okt 2015. Kategory Batam, Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek