' '
| | 969 kali dibaca

Saksi Kementrian ESDM : Dana Reklamasi Boleh Disimpan di Bank Swasta

Sidang Dugaan Penggelapan Dana Reklamasi

Persidangan Helman yang menghadirkan Heltoto sebagai saksi di pengadilan.

Persidangan Helman ketika menghadirkan Heltoto sebagai saksi di pengadilan.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Tiga orang saksi yang dipanggil Jaksa Penuntut Umum (JPU) Efrivel SH dari Kejaksaan Tinggi Kepri tidak hadir untuk didengarkan keterangannya di PN Tanjungpinang untuk terdakwa Helman, Rabu (17/12). Yaitu Dewi Kartika, Tan  Chia Lai dan Nazar Kusmana SH.

Awalnya, majelis hakim menyarankan agar keterangan tiga saksi ini dibacakan saja dengan alasan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ketiga orang tersebut telah disumpah. Namun Siswandi SH dan Teguh Suharto Utomo SH keberatan dan menolak dengan alasan.”Kita mau mengungkap fakta yang didengar langsung oleh majelis hakim dalam persidangan. Karena merujuk keterangan Chew Fatt pada persidangan lalu, ada fakta-fakta yang selama ini tidak terungkap, akhirnya terbuka dipersidangan.”terang Siswandi SH didampingi Teguh Suharto Utomo SH dalam persidangan.

Kehadiran saksi Dewi Kartika ini, menurut Siswandi SH penting karena kapasitasnya sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Lingga yang menyatakan tidak ada masalah dana jaminana reklamasi pasca tambang dititipkan di bank swasta.”Kita membutuhkan penjelasan dan dasar hukum Kadistamben itu.”terang Siswandi.

Sedangkan untuk saksi Tan Chia Lai, pihak Helman keberatan dibacakan keterangannya karena Tan Chia Lai Managing Direktur Trans Elite Mineral LTD.”Dia mengetahui dana jaminan reklamasi pasca tambang itu dititipkan di Bank CIMB Niaga sejak tahun 2009 hingga 2012 dan tidak ada masalah. Ijin penambangan dan ekspor tetap berjalan, begitu juga pada tahun 2013,  dia juga mengetahui dana itu disimpan di Bank CIMB Niaga. Keterangan ini yang akan kita konfrontir dan kembangkan.”beber Siswandi SH.

Namun, untuk saksi Nazar Kusmana SH dari Dirjen Minerba dan Lingkungan Kementrian ESDM tidak keberatan dibacakan. Terdapat keteraang penting yang diungkapkan Nazar Kusuma SH sebagaimana dibacakan dalam persidangan.”Trans Elite Mineral LTD merupakan atas seluruh kegiatan usaha PT Hermina Jaya. Mulai dari perizinan dan operasional. Sehingga yang berhak menjual bijih bauksit hasil tambang PT Hermina Jaya di desa Maruk Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga adalah Trans Elite Mineral LTd.”ungkapnya.

Dalam BAP, saksi Nazar Kusmana SH juga mengungkapkan, pada saat ini yang menjadi dasar hukum jaminan dana reklamasi pertambangan di Indonesia adalah Peratutan Pemerintah nomor 07 tahun 2014 tentang pelaksanaan reklamasi pasca tambang.”Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya.”kata Nazar Kusmana SH sebagaimana dibacakan jaksa.

Saksi Nazar Kusmana SH juga menegaskan.”Dan sebelumnya, yang berlaku adalah Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2010 tentang reklamasi dan pasca tambang. Serta peraturan Menteri ESDM nomor 18 tahun 2008 tentang reklamasi  dan penutupan tambang. Namun sejka dikeluarkannya Peraturan Pemerintah nomor 07 tahun 2014. Maka, sejak tanggal 28 Februari 2014, peratutan Menteri ESDM tidak berlaku lagi.”terang Nazar Kusmana SH sebagaiamana tertulis dalam BAP.

Keterangan saksi Nazar Kusmana SH yang mengejutkan terdapat pada poin 11 yang menerangkan.”Pada dasarnya, berdasarkan pasal 33 ayat 1 huruf c, bahwa Bank garansi yang diterbitkan bank pemerintah di Indonesia dengan jangka waktu  penjaminan sesuai dengan jadual reklamasi tahap operasi produksi. Dengan demikian apabila pemegang IUP/IUPK operasi harus menempatkan jaminan reklamasi di Bank yang ditunjuk. Dan dibolehkan juga ke Bank Swasta Nasional di Indonesia yang ditunjuk dan hal ini dapat dibenarkan.”terang Nazar Kusmana SH.

Kemudian pada poin ke 12, saksi Nazar Kusmana SH menegaskan.”Jaminan reklamasi produksi yang diajukan oleh pemilik IUP/IUPK dapat dilakukan/ditempatkan pada Bank Swasta yang ditunjuk atas nama perusahaan yang bersangkutan.

Usai membacakan BAP Nazar Kusmana SH tersebut, ketua majelis hakim R Aji Suryo SH MH kembali memerintahkan jaksa untuk menghadirkan Dewi Kartika dan Tan Chia Lai pada persidangan Selasa (23/12).”Pak jaksa, panggil lagi saksi dari Distamben, Dewi Kartika itu. Begitu juga dengan saksi Tan Chia Lai pada persidangan yang akan datang.”perintah R Aji Suryo SH MH.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Rab 17 Des 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek