' '
| | 2.535 kali dibaca

Sakit Hati, Dodi Bantai Orang Tua Mantan Majikannya

Tersangka Tang Hui Liang alias Dodi

Tersangka Tang Hui Liang alias Dodi.

Tanjungpinang, Radar Kepiri-Warga Jalan Larong Banjar RT/1V RW/1V Kelurahan Kemboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat, kota Tanjungpinang, digemparkan dengan pembantaian satu keluarhga dirumah A Hai (75) dan istrinya, Alina (65) dan cucunya, Danil (9) serta Pembantu Rumah Tangannya (PRT) Noni (40) , Jum’at (21/06) sekitar pukul 09 22 Wib. Pelaku sadis ituTang Hui Liang alias Dodi (38) yang merupakan mantan karyawan anak korban, Angk-hu alias Antoni.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini dari berbagai sumber dilapangan menyebutkan. Sekitar pukul 09 00 Wib Dodi dengan mengendarai motor pinjaman mendatangi rumah korban sambil menenteng parang panjang.

Sesampainya dirumah dengan nomor 22 tersebut, tepatnya di sebelah Wisma Sakura, Dodi menerobor masuk kedalam rumah. Kemudian dengan suara keras Dosi berteriak.”Mana Antoni.”tanya Dodi dengan nada tinggi. Mendengar teriakan tersebut, Noni dengan ketakutan menjawab.”Antoni tidak ada.”katanya.

Noni, PRT yang putus jarinya akibat amukan Tang Hui Liang alias Dodi=

Noni, PRT yang putus jari tengahnya akibat amukan Tang Hui Liang alias Dodi.

Mendengar jawaban itu, Dodi naik pitam, tampa banyak bicara langsung menebas Noni sehingga tangan kiri PRT berumur 40 tahun itu luka. Bahkan jari tengah Noni putus. Noni kemudian menjerit meminta bantuan, Dodi makin kalap dan masuk ke Ahai. Melihat Ahai sedang terbaring karena sedang masa pemulihan, Dosi langsung berusah menebas leher Ahai. Namun berhasil ditangkis Ahai dengan tangannya. Akibatnya, tangan sebelah kiri Ahai nyaris putus terkena sabetan parang.

Uraian tersebut diatas diungkapknya seorang Nyonya yang bertetangga dengan korban.”Setelah menebas Ahai, pelaku langsung mengejar istrinya Alina yang keluar dari kamar dan melihat suaminya berdarah. Alina berteria histeris. Melihat  Alina,  Dodi kembali menebaskan parang sehingga Alina telinga sebelah kiri Alina nyaris putus.”jelasnya.

Hal senada dikatakan Ace (50) warga Jl Lorong Banjar di hampiri media ini,  di lokasi kejadian mengatakan.”Saya pertama datang, melihan melihat pembatunya yang perempuan yang bernama Noni, tanganya banyak mengeluarkan darah. Setelah saya dekati, ternyata jari tangan noni putus. Kemudian, saya lihat juga cucunya Ahai yang bernama Danil sedang menagis. Saya langsung kejar dia, setelah saya lihat tangan sebelah kanan Danil berdarah terkena sabetan parang. Namun Danil lukanya tak terlalu parah.”kata Ace cemas.

Sekitar 10 menit berselang, beberapa orang anggota Polresta Tanjungpinang yang sedang bersiaga di kantor Cabang PLN Tanjungpinang karena akan adanya aksi demo mendatangi Tempat Kejadian Perkara. Dodi masih sempat melawan dan mangacungkan paran panjang berlumur darah tersebut kepada warga Jl Tambak dan polisi yang mencoba menangkapnya. Setelah seorang anggota Polresta Tanjungpinang melepaskan tembakan ke udara. Dodi tertegun dan menjatuhkan parang tersebut. Dodi kemudian diringkus dan saat ini diamankan di sel Mapolresta Tanjungpinang.

Ahai dan istrinya Alina yang menjadi korban pembacokan Tang Hui Liang alias Dodi.

Ahai dan istrinya Alina yang menjadi korban pembacokan Tang Hui Liang alias Dodi.

Selang 20 menit mobil terlihat mobil ambulan dari Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) kota Tanjungpinang datang membawa korban pembantaian tersebut. Semuanya dilarikan kerumah sakit tersebut untuk mendapatkan pertolongan medis. Hingga pukul 14 43 Wib ke empat korban masih dirawat dirumah sakit. Ahai dan istrinya Alina dirawat di Rumkital dr Midyanto (RSAL). Sementara Danil dan  Noni di rawat di RSUD Tanjungpinang.

Informasi yang dimpun media ini di TKP, pelaku pernah bekerja di Kelong milik Ankhu anak dari korban yang bernama Ahai.”Karena dinilai dalam bekerja kurang kurang baik Ankhu memecat pelaku. Sementara pelaku (Dodi) sering datang kerumah korban, bahkan pelaku setiap datang selau di beri uang. Apapun ceritanya, pelaku mantan karyawanya, jadi tidak salah, kalau hanya sekedar untuk makan.”kata Atong.

Tersangka Tang Hui Liang alias Dodi saat  ini meringkuk di sel tahanan polresta Tanjungpinang untuk mempertanggung jawaban perbuatanya. Hingga berita ini diunggah, pelaku belum bisa dimintai keterangan karena dalam pengaruh minuman ber Alcohol.”Pelaku sempat minum dua kaleng bir sebelum membatai  Ahai dan keluarganya.”sebut sumber media ini. Dodi dapat dijerat pasal berlapis, mulai dari penganiyaan, 351 KUH Pidana hingga pembunuhan berencana, pasal 340 KUH Pidana.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Jum 21 Jun 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda