| | 1.796 kali dibaca

Ribuan Pekerja PT Saipmen Terancam di PHK

Lokasi PT Saipem di Tanjungbalai Karimun.

Lokasi PT Saipem di Tanjungbalai Karimun.

Karimun, Radar Kepri-Gara-gara tidak dapat pekerjaan proyek offshore, ribuan buruh dan karyawan PT Saipem Karimun Indonesia Branch (PT SIKB) terancam dipecat alias di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Kondisi ini di perparah lagi dengan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Menambah perusahaan Internasional asal Italia kelimpungan.

Hal ini diungkap, Jouness salah seorang Public Relation (PR) PT SIKB yang membenarkan kabarnya pengurangan pekerja PT SIKB. Namun mengenai jumlah pengurangan pekerja yang bakal di PHK belum di ketahui.”Pemutusan Hugungan Kerja, bukan hanya untuk  perusahaan Subkotrantor saja. melainkan juga karwayan dari internal PT SIKB itu sendiri. Saya harus berkoordinasi dulu, tetapi yang jelas sekarang ini pekerjaan proyek kita berkurang.”ujarnya.

Diprediksi pengurangan karyawan akan terjadi pada bulan Oktober 2013 nanti. Karena pada akhir Oktober 2013, kontrak belasan subkontraktor serta pengurangan karyawan PT SIKB itu sendiri akan berakhir. Salah satu penyebab kurangnya pekerjaan proyek offshore, atau anjungan lepas pantai itu. Karena PT SIKB kalah tender di pasar Internasional selama ini. Ditambah lagi, PT SIKB juga terancam tidak akan mendapatkan proyek lagi dari negara manapun.

Mujarab Mustafa Kepala Bidang Pengawasan Tenaga Kerja juga membenarkan dengan adanya pengurangan pekerja dengan PT SIKB. Hal itu di sebabkan dengan  kalah tender.”Memang benar, sampai saat ini belum ada lagi tambahan pekerjaan di PT SIKB.”kata Mujarab membantah sekaligus membenarkan penyebab berkurangnya pekerjaan di PT SIKB tersebut.

Sebelumnya, pemerintah daerah melalui Bupati Karimun Nurdin Basirun menggaungkan besarnya peluang kerja atas hadirnya PT SIKB di daerah kekuasaannya ini. Malah diprediksikan sebelumnya, tenaga kerja yang akan terserap mencapai 5000 pekerja.

Awalnya perekrutan tenaga kerja di perusahaan terbilang besar dengan perusahaan induk PT SIKB dan belasan subkontraktor. Angka tenaga kerja yang tertampung diperkirakan sudah mencapai 2500 pekerja lebih saat ini. Sayangnya, baru berjalan sekitar empat tahun hingga saat ini, kabar tak sedap PHK menghantui ribuan pekerjanya tersebut.

Seorang pekerja yang sudah mengabdi sekitar tiga tahun di salah satu subkontraktor PT SIKB mengaku was-was atas kabar tersebut. “Dulu saya berhenti di tambang granit. Supaya bisa dapat hasil lebih, kalau di sini di-PHK, tak tahu saya mau kerja kemana lagi.”keluh pekerja helper.

Bapak tiga anak ini berharap Pemkab Karimun memberikan solusi dan membantu PT SIKB sehingga ancaman PHK masal ini bisa dihindari.”Mudah-mudahan Pemkab Karimun dan PT SIKB memiliki solusi.”harapnya.(jantua dolok saribu)

Ditulis Oleh Pada Rab 28 Agu 2013. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda