' '
| | 1.768 kali dibaca

Razia Malam Ini Ungkap Maraknya Judi Cingkoko Yang Dibiarkan Polisi

Anggota TNI-AD dari Kodim 0315 Bintan sedang membongkar lapak judi cingkoko di belakang Morning Bakery, Suka Berenang.

Anggota TNI-AD dari Kodim 0315 Bintan sedang membongkar lapak judi cingkoko di belakang Morning Bakery, Suka Berenang, Sabtu (19/07) dini hari.

Tanjungpinang, Radar Kepr-Sebanyak 30 orang personil gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama TNI-AD, TNI-AU dan Pomal dan Polisi Milter (PM) serta Polri dari Polresta Tanjungpinang menggelar razia pemberantasan penyakit masyarakat, khususnya judi cingkoko alias dadu guncang.

Operasi gabungan dengan menggunakan 4 unit mobil Patroli dan satu mobil dinas Pemko dipimpin langsung oleh Kabid Tibum kota Tanjungpinang, Omrani, Sabtu (19/07)

Sekitar 1 jam petugas menggelar razia di empat lapak judi, namun satu lapak di kawasan tanah merah depan Mall Ramayana sudah tutup. Tiga lapak lainnya, di kawaan Ganet, kilometer 11 dan dua lapak di kawasan Suka Berenang dirobohkan bangunannya.

Selain membubarkan pemain judi dan merobohkan tempat judi cingkoko tersebut, petugas juga mengamankan Barang Bukti (BB) berupa 2 pasang adu lengkap dengan piring, tutup dadu beserta beberapa buah tenda dan lampu listrik untuk penerangan lokasi serta. Petugas juga menyita uang sebesar Rp 120 ribu di lapak judi.

Semuanya barang bukti dibawa ke Markas Satpol PP Jalan H Agus Salim, Tepi Laut Tanjungpinang. Kepala Operasional dan Ketertiban Umum (Kabid Ops Tibum) Satpol PP kota Tanjungpinang, dikonfirmasi awak media ini usai menggelar razia di ruangan tunggu kantornya, mengatakan.”Razia ini kita lakukan atas dasar surat edaran Pemerintah kota (Pemko) Tanjungpinang, untuk menertiban Tempat-tempat hiburan didalam kota Tanjungpinang selama bulan Ramadhan.”Katanya.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemko Tanjungpinang sedang membubarkan lapak judi Cingkoko di belakang morning Bakery, Suka Berenang.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemko Tanjungpinang sedang membubarkan lapak judi Cingkoko di belakang morning Bakery, Suka Berenang, Senin (19/07)

Kemudian lanjut Omrani.”Tempat hiburan yang kita tertibkan seperti, Warung Internet (Warnet), Karoke yang melanggar waktu yang ditentukan. Masalah judi cingkoko kita bubarkan, karena ada laporan dari masyarakat. Sebenarnya masalah judi bukan gawai (tugas) kita. Itu gawainya polisi, karena itu sudah masuk ranah pidana. Gawai kita hanya sekedar menegakan Peraturan Daerah (Perda) saja.”papar Omrani yang disebut Kabid Tegas itu.

Selanjutnya kata Omrani.”Kita bergabung dengan TNI, Polri karena ada dugaan tempat-tempat judi tersebut dibeking oleh oknum berseragam. Makanya kita melibatkan TNI, Polri.”ujar Omrani.

Seorang wargarga Jalan Raya Tanjung Uban, seputaran Ganet yang enggan menyebutkan namanya, di jumpai Radar Kepri dilokasi perjudian tersebut, mengatakan.”Saya yang melaporkan itu pak ke Satpol PP. Karena belakangan ini saya merasa Sapol PP-lah yang bisa bertindak tegas. Makanya saya laporkan ke Sapol PP.”bisik sumber.

Mengapa ke Satpol PP dilaporkan, seharusnya lapor polisi, menurut sumber.”Kalau ke Polsek Tanjung Timur, saya sudah sering melaporkan melewati telpon. Namun tidak ada reaksinya, jadi saya laporkan saja ke Satpol PP, lebih bagus ke Satpol dari pada ke Polisi di tindak langsung.”ungkap sumber.

Pantauan awak media ini di lokasi perjudian tersebut, ketika petugas Sapol membubarkan pemain judi, dua orang anggota Polisi yang tergabung dalam tim tersebut. Terlihat bengong dan seperti linglung dan berpangku tangan tangan melihat pemain judi berhamburan lari.

Terkesa anggota polisi yang berperan selaku penegak hokum untuk menjerat para tersangka dengan pidana sebagaimana pasal 303 KUHP tentang perjudian, kurang aktif mendukung kegiatan tersebut.

Seorang petugas yang tergabung dalam tim itu merasa kesal dengan pasifnya polisi dalam memberantas judi di Kota Tanjungpinang.”Percuma saja razia ini kita lakukan. Seharusnya dua orang anggota polisi yang ikut dalam tim ini berperan penuh masalah perjudian ini. Jika seperti ini, razia yang kita gelar sia-sai. Jika sekedar membubarkan untuk apa kita ramai-ramai, cukup 2 atau 3 orang saja sudah cukup.”Kesalnya.

Hendaknya, lanjut petugas tersebut.”Jika razia tempat judi ini. Polisi yang tergabung dalam tim ini dia yang menjadi aparat hokum terdepan. Tangkap dan proses, secara hokum seperti pemain judi yang kartu remi yang ditangkap di lokasi kantor gubernur lama itu. Bukan jadi penonton saja.”ujarnya dengan muka merah.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Ming 20 Jul 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda