' '
| | 1.433 kali dibaca

Razia Malam Ini, Tim Gabungan Tutup Paksa Warnet dan Bubarkan Judi Cingkoko

Inilah lapak judi cingkoko di Jl Daeng Celak, Senggarang yang dtinggal bandar dan pemain karena di gerebek tim gabungan.

Inilah lapak judi cingkoko di Jl Daeng Celak, Senggarang yang dtinggal bandar dan pemain karena di gerebek tim gabungan, Selasa (01/07).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Razia tim gabungan Satpol PP Pemko Tanjungpinang di back-up TNI dan Polri pada mala mini, Selasa (01/07) menutup paksa warung interner Ayu Net milik Toni di Jl Ganet, kilometer 11 Tanjungpinang. Sebelumnya, warnet ini bebas beroperasi selama 24 jam tanpa ada tindakan dari petugas terkait. Selain warnet, tim gabungan juga membubarkan permainan judi cingkoko alias dadu guncang di Jalan Deng Celak, Senggarang.

Terungkapnya judi cengkoko dan warnet yang beroperasi 24 jam itu berdasarkan laporan dari masyarakat pada tim gabungan. Setelah mendapatkan laporan, tim tersebut langsung meluncur ke lokasi yang di informasikan warga tersebut.

Setibanya tin gabungan petugas di lokasi,  ternyata informasi dari masyarakat tersebut benar adanya. Warnet Ayu Net yang beroperasi 24 jam ditutup, kemudian seluruh pemain diminta keluar dan pulang.

Warnet Ayu net di Jl Ganet yang buka 24 jam ditutup paksa tim gabungan.

Warnet Ayu net di Jl Ganet yang buka 24 jam ditutup paksa tim gabungan, Selasa (01/06).

Sukses menutup paksa warnet tersebut, tim gabungan meluncur ke lapak judi cingkoko di Jalan Daeng Celak, Senggarang. Melihat sirene lampu petugas gabungan datang, bandar dan pemain judi dadu gundang berhaburan lari meninggalkan lapak cingkoko bersama dadu.

Selanjutnya petugas  menyisir Taman Budaya di Senggarang, karena rumah taman budaya itu kerap dijadikan tempat mesum. Ketika petugas tiba di Taman Budaya tersebut, tim gabungan tidak menemukan satu orang-pun pasangan yang kerap melakukan tindakan asusila tersebut. Hanya yang terlihat, sebagian kaca dan pintu bagunan itu sudah banyak yang dirusak oleh pelaku yang belum diketahui itu.

Terlihat juga pecahan kaca jendela bangunan taman budaya itu berserakan dilantai, begitu juga dengan beberapa daun pintu sudah banyak yang patah dan hancur. Sehingga sebagian bangunan tersebut, tidak ada pintu dan jendelanya lagi karena dirusak oleh manusia yang tidak bertanggung jawab.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 02 Jul 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda