| | 907 kali dibaca

Rabu, Korupsi Proyek Rumah Rakyat Miskin Dilaporkan

Robi, Kamarul Zaman dan Hery Marhat.

Jubir LSM ICW Kepri, Robi, Kadis Dinsos Batam Kamarul Zaman dan Hery Marhat.

Batam, Radar Kepri-Kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di kota Batam Tahun Anggaran (TA) 2013, khususnya dilokasi pulau-pulau kecil semakin terang benderang modusnya. Yaitu, memainkan spesifikasi dan mark-up bahan bangunan.

Hal ini diungkapkan Hery Marhat, ketua LSM Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 kota Batam.”Proyek rumah untuk masyarakat miskin yang terindikasi dikorupsi terjadi di pulau Labu, pulau Seraya, pulua Buluh, pulau Akar, pulau Air Raja dan Pulau Galang Lintang.”sebut Hery Marhat pada Radar Kepri, Senin (14/10) di Batam Centre.

Hery Marhat menduga, korupsi yang dilakukan Kepala  Dinas Sosial kota Batam tidak sendiri namun dilakukan bersama koroni-koroninya.”Dengan cara memainkan spesikasi anggaran bahan. Melakukan mark-up harga bahan-bahan bangunan.”tegasnya.

Diterangan Hery Marhat, dalam investigasi yang dilakukan LSM-nya, di lapangan  harga tongkat, (tiang) satu batangnya harga speknya Rp 53 000 x 45 batang per unitnya = Rp 2 385 000.”Sementara itu  harga menurut pasaran dan pembelian yang di tanya dilapangan sebesar  Rp 25 000 perbatangnya x 45 batang dengan jumlah uangnya Rp 1.125.000 x 696 unit rumah RLTH. Ssama dengan sebesar Rp 876 96 000 yang di mark-up.”beber Hery.

Selain itu, lanjut Hery Marhat, pekerjaan proyek RLTH di kota Batam ini sangat banyak kejanggalan yang ditemukan.”Mulai dari spek pintu rumah, seharus dua pintu. Namun di buatkan satu pintu saja, hampir semua harga bahan material untuk rumah tersebut di mark-up. Kami telah memiliki data dugaan korupsi RTLH  di pulau – pulau yang diduga dilakukan Kepala Dinas Sosial kota Batam, Kamarul Zaman bersama kroni-kroninya itu.”jelasnya.

Hery membeberkan, sejak tahun 2011-2012 sampai 2013, mulai dari Program bedah rumah dan RLTH di kota Batam.”Bukan saja di korupsi, namun tidak tepat sasaran dan ter-indikasi tebang pilih. Hal ini bisa di buktikan, Sabtu, 12 Oktober 2013 sekitar jam 18 00 Wib di kampung Bagan Tanjung Piayu, Kecamatan  Sei Beduk, kami ke rumah Bapak Sulaiman di RT 02. Rumah itu sudah mau roboh dan hanyut tanpa ada sebab dan akibat. Menurut kami, rumah pak Leman (Suleman, red) itu sudah lapuk sangat. Sudah lama tiang rumah beliau itu tidak pernah diganti. Maklumlah pak Leman itu orang sudah tua dan tidak mampu. Kami waktu itu sempat bertanya kenapa beliau tak dapat bantuan Bedah Rumah atau program RTLH. Mereka menjawab, kerana tak ada duit uang pelicin jawabnya waktu itu.” Kata Hery Marhat.

Lebih lanjut Hery marhat menegaskan.”Kami bersama dengan teman-teman LSM dan ICW Kepri akan menghantarkan kasus ini sampai pada Kejaksaan Negeri Batam pada hari Rabu (16/10) depan. Sebenarnya kami akan membuat laporan pada Senin (14/1) ini, Namun berhubungan libur panjang secara nasional, maka hari Rabu ini kamsi laporkan. Dan kami kawal sampai tuntas, kasus ini sangat jelas dan sangat mudah menghitung kerugian Negara.”ungkapnya.

Hal senada dan di tempat yang sama disampaikan juru bicara LSM ICW Kepri, Robi,”Kami sudah siap melaporkan dugaan kasus korupsi RLTH ini. Kami juga memiliki data yang kongkrit, Bahkan, kami memiliki data rekam percakapan dengan Kamarul Zaman, Kadinsos kota Batam yang juga akan kami serahkan kepada Kejaksaan Negeri Batam.”kata Robi.

Ditegaskan Robi.”Kasus ini merugikan orang yang tidak mampu. Harus di usut sampai tuntas. Karena ini menyangkut orang susah, masak pejabat sudah di gaji masih juga melakukan korupsi. Saya menilai Kamarul Zaman tidak pantas menjadi Kadinsos. Karena namanya Dinas sosial itu, seharusnya lebih banyak bersosial  bukan malah sebaliknya Bantuan sosial malah yang di makannya.”geramnya.

Sementara, Kamarul Zaman, Kepala Dinas Sosial di konfirmasi awak media ini terkait hal diatas melalui SMS via ponselenya, Senin (14/10). Sampai berita ini diturunkan belum ada jawabannya.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Sen 14 Okt 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda