' '
| | 1.303 kali dibaca

Puluhan Motor Terjaring Razia Satlantas Polres Tpi.

Seorang petugas Satlantas Polresta Tanjungpinang memeriksa surat-surat kendaraan ketika razia.

Seorang petugas Satlantas Polresta Tanjungpinang memeriksa surat-surat kendaraan ketika razia, Kamis (19/12). (foto by irfan, radarkepri.com).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tanjungpinang menggelar razia kelengkapan surat-surat kendaraan. Mulai dari kendaraan roda dua dan roda empat, Kamis (19/12), sore di depan Mapolresta Tanjungpinang (Tpi), Jalan A Yani Batu 5 atas.

Hasilnya ?.Puluhan kendaraan sepeda motor terjaring dalam razia tersebut karena tidak mempunyai kelengkapa surat-surat kendaraan dan SIM. Belum diketahui, berapa unit kendaran yang terjaring dalam razia. Kepala Unit Lalulintas (Kanit Lantas) Polresta Tanjungpinang, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Riki E Mubarok, di konfirmasi Radar Kepri di halaman kantornya usai menggelar Razia, mengatakan.”Kegiatan ini kita lakukan berupa kegiatan rutin.”Jumlah kendaraan yang terjaring atau yang di tilang belum jelas jumlahnya. Karena semuanya belum dihitung, Itu petugasnya lain lagi yang menghitungya.”Katanya.

Tarkait dengan tindak lanjut puluhan yang terjaring razia Riki menjelaskan.”Semua kendaraan yang terjaring atau yang ditilang, akan ditindak lanjuti sesuai dengan prosudrnya.”Jelasnya.

Pantauan Radar Kepri di lokasi razia puluhan anggota polisi dari Satuan lalulintas berpakaian dinas, memeriksa kendaraan satu per-satu yang yang melintasi area tersebut. Sebelum memeriksa surat-surat kendaraan, Polisi terlebih dulu memberikan salam hormat kepada si pengendara, atau si pengemudi dan meminta maaf karena perjalanan mereka terganggu. Petugas meminta memperlihatkan surat kelengkapan kendaraan, bagi yang bisa menunjukkan SIM dan STNK dipersilahkan melanjutkan perjalanan.

Dua Pelajar putri SMK Pembangunan yang terjaring razia.

Dua Pelajar putri SMK Pembangunan yang terjaring razia sibuk menghungi keluarganya.

Sebuah sepeda motor merek Yamaha Mio yang belum diketahui nomor polisi-nya terjebak razia, pemilik kendaraan tersebut mengunci stang dan meninggalkan kendaraanya, Kendaraan tersebut Langsung diangkat oleh dua orang petugas kedalam halaman Mapolres  Tanjungpinang menjelang pemiliknya datang.

Selain itu, terlihat pengendara kendaraan yang terjaring razia, sibuk menelpon dengan Handponya. Bahkan ada selang beberapa menit kemudian terlihat seorang oknum dari kesatuan TNI datang dan menyalami petugas yang sedang bertugas. Salah seorang petugas mengarahkan Ke Kanit.”Silahkan saja kekanit pak.” saran petugas itu.

Diantara yang terjaring razia, terdapat dua orang pelajar SMK Pembangunan.”Saya mau pulang, tapi kena razia.”sebut dua pelajar putri SMK Pembangunan.

Ketika ditanya, apakah pelajar putri itu memiliki SIM.”Saya tak punya pak, umur belum cukup.”katanya sambil sibuk menelpon. Sudah tahu umur belum cukup untuk dapat SIM dan mengendarai motor, tapi ternyata para orang tua pelajar terkesan “bebal” dengan membiarkan anak-anaknya bebas mengendarai motor di jalan raya.

Mungkin para orang tua “bebal” ini menunggu anaknya kecelakaan dulu baru, sadar anak-anaknya tak boleh membawa kendaraan sebelum memiliki SIM.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 19 Des 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek