'
| | 1.737 kali dibaca

Puluhan Masa Demo Tuntut Nomenklatur APBD 2015 Tak Dirubah

Ketua DPRD Lingga, Muhamad Nizar S Sos (baju biru) mendengarkan aspirasi puluhan masa yang menolak nomenklatur APBD 2015 dirubah.

Ketua DPRD Lingga, Muhamad Nizar S Sos (baju biru) mendengarkan aspirasi puluhan masa yang menolak nomenklatur APBD 2015 dirubah, Kamis (15/01).

Lingga, Kepri Info-Puluhan masa yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Batam bersama dengan Ormas Gema Lingga serta Masyarakat Lingga berunjuk rasa di depan kantor Bupati Lingga dan kantor DPRD Kabupaten Lingga, Kamis (15/1). Dalam orasinya, masa menuntut beban hutang Pemkab Lingga 2014 tidak tidak dibebankan pada ABPD atau merubah Nomenklatur di APBD TA 2015.

Puluhan masa mendatangi kantor Bupati Lingga.  Masa bermaksud menjumpai BupatiLingga, Drs H Daria. Namun Bupati tidak berada di tempat, informasi yang dapatkan melalui ajudan Bupati Lingga, Okta,”Bupati dan beberapa staffnya dan anggota DPRD saat ini, berada di Jakarta menemui kementrian keuangan, membahas terkait anggaran APBD Lingga tahun 2014 lalu.”jelas okta, Kamis (15/01). Sehingga massa hanya dapat bertemu dengan staf ahli Bupati Lingga, Zainudin Safiri.

Fahrul Ansori, koordinator aksi menegaskan.”Kami minta APBD 2015 Lingga tidak diotak-atik. Dan tidak memasukkan beban hutang dengan anggaran Rp 134 Miliar pada APBD tersebut. Kita juga malu segitu besarnya hutang Pemkab.”tegas Fahrul Anshori yang juga ketua IMKL Batam.

Pernyataan sikap dari pengunjuk rasa juga meminta secara resmi, kapan hutang-hutang dengan besaran Rp 134 M dibayar kepada kontraktor dan pihak ketiga oleh Pemkab Lingga.”Tolong tunaikan janjinya. Tolong penuhi janji. Jangan asal janji tolong dipenuhi.Kita nunggu sampa hari Senin kepastian hutang ini dibayar.”pintanya.

Selain menuntut kepastian pembayaran hutang dan pernyataan sikap, pengunjuk rasa juga menuntut jalan Sereteh harus diperbaik. Karena sudah banyak menimbulkan korban akibat jalan yang sudah licin.”Tolong sampaikan kepada Bupati, kami warga desa Serteh meminta jalan segera diperbaiki dan dikerjakan.”teriak orator dari Ormas Gema Lingga Zuhardi dan sejumlah massa dari Serteh.

Setelah berorasi di depan kantor Bupati Lingga, masa bergerak menuju kantor DPRD Lingga. Di depan kantor perwakilan rakyat tersebut, masa bertemu langsung dengan Ketua DPRD Kabupaten Lingga, M Nizar S Sos.”Kami minta optimalkan sikap kontrol DPRD. Jangan perbanyak perjalanan dinas.Tolong dipantau, kenapa anggota dewan yang diluar daerah ada di Batam jumpa di hotel di Pinang.”cetus orator.

Tidak lepas dari tuntutannya, masa juga meminta sikap DPRD Lingga terkait hutang Pemkab Lingga. Serta menuntut DPRD menggesa eksekutif membayarkan hutang kepada pihak ketiga. Serta menuntut DPRD agar tidak diintervensi terkait APBD murni 2015.

Didepan ketua DPRD Lingga, yang juga politisi partai Nasdem tersebut, masa juga sampaikan orasinya terkait jalan Serteh yang belum dibenah dan kerap memakan korban dan juga jalan menuju desa Teluk untuk segera di kerjakan.”Perhatikan jalan Serteh. Demokrasi adalah hutang kepada rakyat untuk mengerjakan jalan Serteh dan kami juga tidak mau APBD Lingga di pangkas.”tegas Fahrul Anshori yang mengambil alih orator.

Didepan pengunjuk rasa, ketua DPRD Lingga M Nizar mengajak pengunjuk rasa berdialog di dalam ruangan DPRD. Karena masa menolak akhirnya Nizar menjelaskan sikap di depan pengunjuk rasa.

Dijelaskan Nizar, terkait hutang Pemkab Lingga sebesar Rp 134 M ada langkah-langkah yang sudah dilakukan DPRD Lingga. Ketika persoalan ini muncul pada 5 Januari 2015 ada sekitar 15 orang kontraktor data bertemu dewan.”Kontraktor mengeluhkan pekerjaan mereka yang telah selesai dikerjakan belum dibayar. Mereka terima SP2D, tapi mereka tidak terima dananya.”ujarnya.

Namun jelas Nizar, secara teknis DPRD bukan teknis pengguna anggaran. Bahkan DPRD  Lingga juga tidak tahu kapan dimulai pekerjan dan pembayarannya juga DPRD kita tidak tahu.”Kita sudah sampaikan surat kepada Bupati untuk menyelesaikan hutang ini kepada kontraktor. Kami sudah bertemu dengan Pak Bupati dan  komisi II DPRD. Waktu itu ada juga Sekda.”ujarnya.

Terkait hutang tersebut, Nizar menjelaskan memang harus dibayarkan. Secara teknis pembayaran itu dengan solusi pinjaman, jangka panjang atau jangka pendek. Namun, harus sesuai aturan sebagaimana dalam Permendagri No 37 tahun 2014 tentang pedoman penyusunan anggaran.

Dengan demikian, Nizar sebagai penampung aspirasi menyampaikan agar pihak eksekutif bicara kepada gubrnur secara terbuka. Nizar juga memilahkan antara hutang tahun 2014 dengan APBD 2015 Pemkab harus dicari solusi karena ini tanggungjawab pemerintah.”Rapat pimpinan DPRD dengan pimpinan fraksi dan pimpinan komisi. DPRD menolak APBD tahun 2015 tidak diganggu gugat. Serta meminta bupati secara resmi untuk memberikan penjelasan terkait kejelasan APBD TA 2014, yang menyebabkan Pemerintah Daerah berhutang Rp 134 Milyar tersebut.”ujarnya.

Selain itu, pasca di sahnya APBD TA 2015 pada 24 Desember 2014 lalu, sampai saat ini Draf APBD TA 2015 belum di serahkan ke Gubeenur untuk di dievaluasi dan di sahkan APBD kabupaten Lingga TA 2015.”Kita minta draft APBD Lingga segera diserahkan ke Gubernur. Dan eksekutif juga harus terbuka menyampaikan ke Gubernur.”ungkap Nizar.

Memang, sebagaiman di sampaikan Nizar, sejak di setujui APBD Lingga TA 2015, sampai saat ini Draf APBD Lingga, terkesan di endapkan dan belum di serahkan ke Gubernur Kepulauan Riau, ada indikasi dengan belum di serahkan Draf APBD TA 2015 tersebut akan adanya rekayasa demi menutup hutang TA 2014 senilai Rp 134 Milyar.

Apalagi, sampai saat ini terkait persoalan APBD Lingga, Pihak Eksekutif Baik Bupati, Wakil Bupati Maupun Sekda Lingga, belum menyampaikam kepada publik terkait persoalan tersebut, bahkan terkesan bungkam, diam seribu bahasa, padahal selama ini dana publikasi umtuk media cetak maupun elektronik sebagai wadah pemerintah yang nilainya milyaran rupiah untuk media yang bekerjasama dengan pemda Lingga-pun belum di mempublikasikan terkait persoalan sebenarnya akan kejadian masalah ini (amin)

Ditulis Oleh Pada Kam 15 Jan 2015. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek