' '
| | 1.095 kali dibaca

PT Transpec Asia Konstrindo Tak Bayar Upah Tukang

Plang nama Pembangunan Plantar.

Plang nama Pembangunan Plantar di Gang Kenanga II yang belum dibayar upah buruhnya oleh kontraktor pelaksana. (foto by aliasar, radarkepri.com).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Seorang ibu warga Jl Brigjend Katamso kilometer II, Gang Kenanga II, RT/III RW/II Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, kota Tanjungpinang. Tak kuasa menahan emosinya, karena gaji suaminya belum dibayar oleh Andre, bos pembangunan Jl Lingkungan/ Plantar kelurahan  Tanjung Unggat, Tahap I, Jumat (16/08.)

Hal terungkap ketika Radar Kepri mendapat informasi dari warga setempat tentang terkendala-nya pekerjaan pembangunan Plantar senilai Rp 1 774 755 000 yang bersumber dari ABPN murni TA 2013.

Jum’at (16/08) sekitar pukul 16:40 Wib awak media ini mendatang lokasi pembangunan Jl Lingkungan Plantar tersebut. Media ini menyapa seorang ibu-ibu paruh baya tersebut, menanyakan dimana lokasi pembangunan pelantar yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) murni itu.

Ibu paruh baya itu kembali bertannya kepada awak media ini.”Maaf pak, bapak ini dari mana?” tanya ibu itu. Setelah di jelaskan bahwa dari media Radar Kepri. Ibu paruh baya itu langsung meluahkan kekesalanya.”Saya pikir, bapak ini temannya Andre, bos PT Transpec Asia Konstrindo.”Kata ibu paroh baya itu sambil tertawa.

Ketika ditanya mengapa dirinya kesal dengan Andre, ibu itu menjelaskan.”Si Andre itu pak. Belum membayar gaji karyawan yang mengerjakan pembangunan pelantar ini. Sementara, orang bekerja-kan perlu makan-minum. Belum lagi sewa rumah, beli susu anak. Lebih parah lagi, hari mau lebaran, masa gaji karyawan tak dibayar. Kalau saya setuju, bangunan pelantar itu dirobohkan saja lagi.”Tambah ibu itu lagi.

Ditambahkan.“Padahal kami sudah berupaya menjelaskan pada Andre selaku bos-nya. Andre hanya berjanji dengan alasan uang belum diterima. Kalau tidak ada uangnya mengapa orang disuruh kerja.”katanya.

Dilanjutkan.”Bahkan Andre mengancam kami lagi. Kalau saya tidak punya uang, kalian mau apa ?.Kalau mau main kasar boleh.”ucap ibu itu menirukan ucapan Andre.

Pembangunan plantar Gang Kenanga II, Tanjungpinang.

Inilah plantar di Gang Kenanga II, Tanjungpinang yang terkendala pembangunangnnya karena upah tukang tak dibayar.(foto by aliasar radarkepri.com)

Seorang tukang bangunan yang bekerja dalam proyek tersebut menyebutkan, selain belum membayar gaji (upah) buruh.”Saya dapat informasi, PT yang menangkan tender itu hanya pakai nama saja. Pekerjaannya diserahkan pada orang lain, di subcon-lah.”bisiknya.

Masih menurut tukang tersebut, gaji buruh bangunan sebesar Rp 100 ribu sehari.”Ada sekitar 12 sampai 13 orang buruh yang bekerja dalam belum dibayar upahnya. Janjinya, sebelum lebaran akan dibayar, tapi pada malam lebaran itu, kami hanya diberi pinjaman Rp 500 ribu saja.”keluhnya.

Beberapa waktu lalu, lanjut tukang tersebut, pihak pemborong pekerjaan membawa buruh dari luar dan mempekerjakan Plantar tersebut.”Saya sampaikan pada buruh-buruh tersebut permasalahan kami dengan kontraktor pembangunan yang belum membayar upah kerja. Saya ingatkan untuk hati-hati pada buruh tersebut.”tambahnya.

Hingga berita ini diunggah, media ini belum berhasil menjumpai Andre ataupun menajemen PT Transpec Asia Konstrindo guna konfirmasi dan klarifikasi.(aliasar/fan)

Ditulis Oleh Pada Sab 17 Agu 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek