'
| | 947 kali dibaca

Proyek Taman Tanjung Buton Amburadul

12-07jun14 lingga digenangi air. buruknya drainese pemasangan paving blok oleh kontraktor akibatkan lantai taman digenangi air.

Beginilah kondisi proyek Taman Tanjung Buton digenangi air akibat. buruknya drainese pemasangan paving blok oleh kontraktor akibatkan lantai taman digenangi air.

Lingga, Radar Kepri-Proyek taman Tanjung Buton yang baru dibangun terkesan asal jadi, pasalnya, ketika hujan turun, lantai dan paving blok digenangi air, saluran pembuangan air (drainase) pun buruk.

Seorang Mepar menyebutkan.”Iya, seperti asal jadi saja dibangun. Setiap kali hujan deras turun selalu saja paving blok yang dipasang dipinggir tembok pembatas jalan tergenang, karena dipasang tak rata.”geram warga Mepar melihat buruknya pembangunan proyek Taman Tanjung Buton itu.

Menurut warga minta namanya tak ditulis itu, bahkan tembok taman dengan semenisasi terlihat tidak lurus dan kurang rapi. Padahal, Pemkab Lingga telah menggelontorkan dana senilai Rp800 juta lebih untuk pembangunan taman selamat datang tersebut.
Badan Pengurus Desa (BPD) Handoyo, membenarkan bahwa buruknya pemasangan paving blok dan drainese Taman Tanjung Buton tersebut sudah terlihat dari awal dimulainnya pekerjaan.”Dibangun tahun 2013, nilai proyeknya di atas Rp900 juta. Betul, proyek tersebut hanya asal jadi saja, pemasangan paving bloknya tidak rata, drainesenya tak berfungsi.”ungkapnya.
Dituturkan  Handoyo, pengerjaan  taman tersebut juga menyisakan cerita miris antara pemilik proyek dengan warga Desa Mepar. Pada saat pengerjaan, kontraktor memakai air dari Desa Mepar, bahkan mereka memakai listrik dari Desa Mepar.”Sampai saat ini pembayaran untuk air dan listrik belum juga dibayarkan, sementara pengerjaan taman sudah selesai. Ini sangat di sesalkkan warga.”imbuhnya.
Pada kesempatan terpisah, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umun (PU) Novrizal mengatakan, pengerjaan taman itu baru tahap pertama. Sedangkan untuk tahap selanjutnya akan dilanjutkan kembali tahun ini. Pada tahun 2014 ini, yaitu tahap dua masih dalam proses lelang. Terkait tudingan masyarakat Mepar, terhadap pengerjaan lapangan yang dilakukan kotraktor pihaknya segera melakukan pengecekan ke lapangan.”Kalau  hal itu benar, maka kita akan memanggil kontraktornya. Karena proyek taman dalam masa pemeliharaan.” katannya (muslim tambunan)

Ditulis Oleh Pada Sab 07 Jun 2014. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek