| | 888 kali dibaca

Proyek Pemeliharaan Jalan Mencurigakan, Kejaksaan Diminta Mengusut

Jalan Simpang Kalista Batam Centre kawasan Padat lalintas, Rusak. dan tersebut duajalur, yang sangat kecil, rawan kecalakan.2

Jalan Simpang Kalista, Batam Centre, kawasan Padat lalu lintas rusak.parah dan sangat rawan kecalakan.

Batam, Radar Kepri- Beberapa ruas jalan utama di kota Batam rusak parah, kondisi ini tentu saja sangat berhaya bagi pengendara motor. Apalagi dimusim hujan, lubang di jalan tersebut tergenang air yang mengakibatkan sering terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas)

Pantauan Radar Kepri dilapangan, Sabtu (16/02), ruas jalan Simpang Kalista, di Batam Center terdapat sebuah lubang besar yang membahayakan pengguna jalan. Padahal, ruas jalan ini sangat banyak dilalui motor dan mobil. Karena didaerah itu ada kawasan industry serta dekat dari kantor pemerintahan kota Batam,”Di jalan berlubang tersebut sering terjadi kecelakaan yang merenggut jiwa.”kata Nasril, warga setempat.

Nasril mengaku heran dengan lambannya perbaikan jalan tersebut, padahal jalan itu sudah lama rusak parah,”Proyek tambal sulam dan perbaikan jalan didaerah itu terkesan asal-asalan. Baru sebentar diperbaiki sudah hancur dan berlubang lagi.”kesal Nasril.

Dirinya dan warga sekitar serta pengguna jalan berharap Pemerintah Kota Batam, melihat kondisi jalan dikata Batam yang banyak berlubang-lobang.”Secepatnya diperbaiki-lah.Tapi tidak asal tambal seperti yang sudah-sudah ini, baru saja ditambal, hujan sebentar turun, berlubang lagi.”jelasnya.

Hal senada juga disampaikan warga Batam lainnya, Heri, warga Sei Panas, Kecamatan Batam Kota. Dia kesal melihat banyaknya jalan berlubang-lubang,”Kenapa saya tidak kesal pak, jalan yang rusak ini jalan biasa, Baru di perbaiki sudah berlubang lagi. Contohnya, jalan simpang kuda, berkali-kali ditambal, namun rusak lagi. Entah bagaimana caranya pemerintah melakukan penambalan, saya tidak mengerti. Masa baru diperbaiki, kena hujan sedikit langsung rusak.”Bebernya.

Pihaknya menduga.”Jangan-jangan, pasir, semen dan batunya, dimakan (dikorupsi,red) oleh yang mengerjakan proyek ini. Sehingga mutu dari pekerjaannya tidak bagus.”kata Heri dengan nada curiga.

Dugaan adanya korupsi dengan modus pengurangan volume dan spek dari proyek tambal sulam jalan ini wajar mencuat. Mengingat setiap tahunnya Pemko Batam menganggarkan puluhan Miliar untuk biaya perbaikan jalan.

Pihaknya berharap, aparat penegak hukum, seperti Kejaksaan Negeri Batam mengusut dugaan korupsi dalam proyek pemeliharaan jalan di Kota Batam ini, seperti yang saat ini di usut Kejati Kepri.

Di Tanjungpinang, beberapa ruas jalan yang rusak dan diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Kepri Tahun Anggaran (TA) 2012 terindikasi di korupsi. Saat ini, Kejaksaan Tinggi Kepri sedang mengusut dugaan korupsi pemeliharaan jalan tersebut.”Tim penyidik Kejati Kepri masih memintai keterangan saksi-saksi dalam proyek pemeliharaan jalan. Kita akan panggil saksi ahli dari ITB dalam waktu dekat ini.”kata Kajati Kepri Elvis Jhonny SH MH melalui Kasi penyidikan H Padely SH MH, Jumat (15/02).(irfan/taherman)

Ditulis Oleh Pada Ming 17 Feb 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda