' '
| | 800 kali dibaca

Polisi Tak Berdaya Cegah Penyimpangan Solar Subsidi

Antri truk di SPBU kilometer 7, dimana truk tersebut diduga beroperasi di berbagai lokasi tambang bauksit ilegal di Tanjungpinang, Senin 22 Juli 2013 (foto by aliasar radarkepri.com)

Antri truk di SPBU kilometer 7, dimana truk tersebut diduga beroperasi di berbagai lokasi tambang bauksit ilegal di Tanjungpinang, Senin 22 Juli 2013 (foto by aliasar radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Antrian panjang mobil truck yang diduga pengangkut biji bauksit di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di bilangan Jl DI Pandjaitan, kilometer 7, Senin (22/07) kembali terjadi. Akibatnya, lalu lintas diruas jalan ini macet karena sejumlah kendaraan yang hendak mengisi BBM antri sampai ke luar area SPBU tersebut. Tidak terlihat seorang-pun petugas menertibkan apalagi menindak “pencurian” minyak subsidi yang dipakai untuk industri (tambang, red) itu.

Pantauan awak media ini di lapangan, antrian panjang kendaraan di SPBU tersebut didominasi dumptruck serta truck yang diduga dipergunakan untuk membawa ratusan ton biji bauksit. Hanya beberapa unit saja kendaraan pribadi warga yang terselip diantara dumptruk dan truk itu.

Jai (39) salah seorang pengendara sepeda motor ketika dihampiri awak media ini di lokasi SPBU tersebut menceritakan.” Hampir setiap hari begini mas, sampai habis solar ini. Antrianya tetap seperti ini. Kalau di sini solarnya sudah habis, mereka pindah ketempat SPBU lain lagi.”ucap Jai.

Antrian serupa mirip ular terjadi di SPBU kilometer 16 jalan menuju Tanjung Uban, Kabupaten Bintan. Memang, sudah 5 hari ini Bupati Bintan, Ansar Ahmad SE MM dikabarkan membuka kembali kran tambang yang sempat terhenti. Ketika media ini menanyakan dari mana saja truk dan dumptruk itu.”Tak tahu-lah mas. Mungkin saja ke tempat mereka nambang.”Tambah Jai.

Sampai hari ini, Polresta Tanjungpinang memang belum pernah mengungkap dan menangkap penadah solar subsidi yang dijadikan untuk menambang (industri). Buktinya, beberapa waktu lalu, Polresta Tanjungpinang berhasil menangkap sebuah truk tanki berisi solar sebanyak 10 ton. Supir dan kenek truk tersebut ditetapkan tersangka. Berdasarkan pengakuan kedua tersangka ini, solar subsidi itu ditampung Junaidi, penambang ilegal di Dompak. Anehnya, sampai hari ini, Junaidi masih bebas berkeliaran dan dikabarkan masih menyeludupkan belasan ton solar subsidi ke lokasi tambang ilegalnya.”Tak mungkin Polisi di Tanjungpinang ini berani menangkap Junaidi, walaupun sudah terbukti menyelewengkan solar subsidi. Beking-nya kuat bang, bisa copot Kapolresta dan Kasat Reskrim Tanjungpinang itu kalau berani mengusik Junaidi itu.”bisik sumber media ini.

Sumber yang juga mengaku dekat dengan Junaidi, mantan napi penipu ini menambahkan.”Junaidi itu sering mengajak oknum polisi karoke di Rasa Yakin, jadi mana mungkin Junaidi itu ditangkap apalagi dijebloskan ke penjara.”ketus sumber. (aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sen 22 Jul 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda