' '
| | 1.300 kali dibaca

Polisi se-Kepri “Keok “ Ditangan Junaidi

Inilah lokasi pelabuhan muat biji bauksit ilegal Junadi di Dompak yang membuat polisi se Kepri Keok

Inilah lokasi pelabuhan muat biji bauksit ilegal Junadi di Dompak yang membuat polisi se Kepri “Keok”

Tanjungpinang, Radar Kepri-Junaidi, penadah Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar yang di hantarkan oleh mobil truk tanki PT Kharisma Petro Mandiri. Truk dengan plat Nomor Polisi (Nopol) BP 8432 TB menyuplai 10 ton solar subsidi ke lokasi tambang bauksit illegal milik Junaidi di Dompak pada 13 Juni 2013 lalu. Hingga, Rabu (28/08) Polresta Tanjungpinang belum juga memanggil dan memproses pelaku penadah tersebut. Terkesan polisi “keok” dengan pemilik tambang yang mengaku dapat ijin tambang dari Tuhan itu.

Kapolres Tanjungpinang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Patar Gunawan Aritonang Sik, di konfirmasi Radar Kepri melalui Kepala Bagian Humas (Kabag Humas) Polres Tanjungpinang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Imawan Rantau melalui Pesan Singkat  (SMS). Terkait dengan pemanggilan Junaidi pelaku penadah BBM subsidi tersebut Rabu, (28/08) via ponselnya. Hingga berita ini diunggah, tak kunjung memberikan jawaban. Padahal pesan yang di kirim Radar Kepri menyatakan terkirm.

Informasi yang diterima Radar Kepri di lapangan.”Pihak Polres enggan memanggil dan memproses pelaku penadah BBM tersebut. Karena diduga telah mendapat kucuran dana dari Junaidi. Hanya supir truknya, Setia dan kneknya Agus telah ditetapkan menjadi tersanka.Intinya, Polisi se-Kepri takut dengan Junaidi.”Bisik sumber yang enggan menyebutkan namanya.

Sumber yang sama menambahkan.”Anehnya, sejak Polresta Tanjungpinang dipimpin AKBP Patar Gunawan Aritonang Sik. Belum ada satupun pelaku, perampok dan penjarah hasil mineral bumi Segantang Lada ini yang ditangkap dan di proses secara hukum.”terang sumber,

Sementara, hampir 80% hasil bumi tersebut telah  berpindah ke negeri cina.”Kita sangat kuatir. Apabila banyak pemimpin di Tanjungpinang ini, umumnya Provinsi Kepri ini. Apa yang akan terjadi, hancur-lah kita ini.”kesal sumber.

Pihaknya berharap, Kapolri Jendral Timur Pradopo dan Polda Kepri meng-evaluasi kinerjanya anak buahnya yang terkesan “membeking” penambang illegal di Provinsi Kepri, khususnya kota Tanjungpinang.

Pantauan Radar Kepri di lapangan, hingga hari ini, Rabu (28/08) sejumlah “perampok dan penjarah” biji bouksit di negeri ini masih saja menjalankan aktifitasnya dengan lancar. Seakan-akan tidak menghiraukan aturan dan per-undang-undangan di negara ini.

Tersiar kabar, ada oknum perwira dari Polda Kepri yang pernah bertugas di Polres Tanjungpinang mem-back-up tambang illegal Junaidi ini. Serta puluhan tambang illegal lainnya. Dengan upeti 1 Dolar Amerika per-tonnya setiap kali ekspor.”Biasanya, penghujung bulan, perwira itu datang ke Tanjungpinang untuk mengkondisikan pengaturan jatah duit tambang bauksit illegal itu.”sebut sumber media ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah memonitor akftitas dan kegiatan pengusaha tambang dan aparat penegak hukum di Kepri.”Kabarnya, KPK sudah melirik beberapa pengusaha dan aparat hukum di Kepri ini. Tunggu saja bang. Memang sudah keterlaluan aksi mereka itu.”sebut sumber media ini di Jakarta. (aliasar/red)

Ditulis Oleh Pada Rab 28 Agu 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

1 Comment for “Polisi se-Kepri “Keok “ Ditangan Junaidi”

  1. Judulnya terlalu lebay.
    Kepri itu luas mencakup 6 polres dan 1 polda.
    Nah ini hanya masalah interen di tanjungpinang.
    Jadi judul yang pantes itu “polisi se-tanjungpinang.

Komentar Anda