'
| | 1.032 kali dibaca

Polda Kepri Bidik Penambang Dan Penadah Bauksit Ilegal

Inilah kapal penampung bauksit yang diduga ditambang secara ilegal di perairan pulau Telang, Kabupaten Bintan.

Inilah kapal penampung bauksit yang diduga ditambang secara ilegal di perairan pulau Telang, Kabupaten Bintan.(foto by irfan,radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Diam-diam penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Kepolisan Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengusut penambangan bauksit illegal di Senggarang, kota Tanjungpinang. Selain penambang illegal, penyidik juga membidik penadah alias pembeli bauksit curian tersebut.

Hal ini diungkapkan sumber media ini.”Ada tiga lokasi tambang illegal di Tanjung Lanjut, Senggarang yang di police line penyidik Polda Kepri. Termasuk dua unit tongkang yang bermuatan biji bauksit.”sebut sumber yang meminta namanya tidak ditulis, Selasa (26/11).

Sumber yang sama menyebutkan, nama Ishak seorang buyer (pembeli) berkantor di sekitar Jl Engku Putri, Tanjungpinang juga telah “dibawa” ke Polda Kepri untuk dimintai keterangan.”Kuota penjualan Ishak untuk bauksit yang dibelinya, diduga tidak ada. Namun anehnya, dia (Ishak,red) bisa menjual ke luar negeri.”kata sumber.

Ditambahkan sumber, Ishak, disinyalir juga menampung biji bauksit hasil penambangan di pulau Koyang, Kabupaten Bintan,”Untuk bauksit yang ditambang dari Bintan, langsung dibeli di laut. Loading ditengah laut, lokasinya di perairan Telang.”tutup sumber.

Kapolda Kepri Brigjen Pol Drs Endjang Sudrajat dikonfirmasi Radar Kepri melalui Kabag Humas, AKBP Hartono melalui pesan singkat via ponselnya, Selasa (26/11) belum menjawab. Ishak yang disebut-sebut penadah bauksit curian, hingga berita ini dimuat belum berhasil dijumpai Radar Kepri untuk konfirmasi dan klarifikasi.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sel 26 Nov 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek