| | 886 kali dibaca

PMII Desak Wako Batam Copot Kadis Sosial

foto aksi demo pmii- depan kantor Pemko Batam senin tanggal 18a

Aksi demo pmii- depan kantor Pemko Batam Senin (18/02) menuntut kadis Dinsos Batam dicopot

Batam, Radar Kepri-Untuk kedua kalinya, Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) Cabang Batam menggelar aksi unjuk rasa. Kali demo digelar di kantor Walikota Batam. Sama seperti demo sepekan lalu, PMII menuntut agar Kejaksaan mengusut tuntas dugaan korupsi proyek bantuan Sembilan Bahan Pokok (sembako) di Dinas Sosial Pemko Batam Tahun Anggaran (TA 2012) lalu.

Senin (18/02) pengurus cabang PMII kota Batam menggelar aksi demo didepan kontor walikota Batam, minta walikota Batam Drs Ahmad Dahlan dan Wakilnya Rudi SE untuk menemuinya di depan kantor Walikota Batam,

Dalam orasinya mahasiswa yang jumlahnya puluhan orang, mengatakan, pejabat-pejabat pemerintahan kota Batam sudah tidak lagi menpunyai hati nurani. Sudah rusak moral dan tidak peduli lagi terhadap nasib rakyat kecil.”Bantuan terhadap anak-anak panti asuhan juga ditilep oleh aknum pejabat-pejabat yang berhati dajal. Walikota telah lupa pada janjinya sewaktu pemilihan.”teriak demonstran.

Dulu, ketika kampanye, Drs Ahmad Dahlan jika terpilih berjanji akan berpihak pada rakyat kecil.”Namun apa yang terjadi ?. Oknum pejabat dibawah kepeminpinannya banyak mengembat hak-hak anak panti asuhan.”kata pendemo.

Dalam orasi tersebut para mahasiswa PMII, menyerah pernyataan sikap yang berisi. Sehubungan dengan penyalahgunaan anggaran oleh kepala Dinas social kota Batam yang merugikan dan meresahkan masyarakat. Maka, kami pengurus Cabang Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia kota Batam, menyatakan sikap sebagai berikut.

Pertama, meminta walikota Batam mencopot Kepala Dinas Sosial dari jabatannya. Kedua, meminta Kajari Batam dan seluruh elemen Pemerintah mengusut tuntas kasus Dinas Sosial dengan cepat. Karena telah merugikan dan meresahkan masyarakat kota Batam. Khususnya anak panti asuhan. Musnahkan pejabat dan oknum-oknum yang korupsi di negri kami tercinta ini dengan hukuman mati.

Demikian pernyataan sikap ini  kami buat, apabila tidak ada tindakan, dalam waktu 3X 24 jam, maka kami akan melakukan aksi dengan masa yang lebih besar lagi. Demikian bunyi pernyataan sikap yang dibacakan oleh Korlap Mahasiswa PMII kota Batam, Iska Saputra.

Setelah lama berteriak-teriak, namun walikota Batam dan wakilnya tak kunjung menampakkan batang hidungnya.Akirnya para mahasiswa itu, membubarkan diri dengan tertib.

Sebagaimana diketahui, pada Senin,(11/02) pengurus cabang PMII kota Batam melakukan aksi demo ke-kantor Kejaksaan Negeri Batam. Menuntut Kajari Batam I Made Astiti Ardjana SH MH minuntaskan kasus dugaan korupsi proyek sembako yang disalurkan untuk 64 yayasan se-kota Batam yang dianggarkan melalui APBD kota Batam sebesar Rp 1,5 miliar Tahun Anggatan (TA) 2012 lalu. Proyek ini dimenangkan oleh CV Tiga Pilar Abadi (taherman)

Ditulis Oleh Pada Sel 19 Feb 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda