' '
| | 1.179 kali dibaca

Plafon Gypsum Pelabuhan Tpi Ambruk, Dua Korban Terluka

Plafon teras ruang pelabuhan domestik Sri Binan Pura Tanjungpinang yang ambruk menimpa dua orang calon penumpang. Senin 14 Oktober 2013 sekitar pukul 10 20 Wib.

Plafon teras ruang pelabuhan domestik Sri Binan Pura Tanjungpinang yang ambruk menimpa dua orang calon penumpang. Senin 14 Oktober 2013 sekitar pukul 10 20 Wib..(foto by aliasar, radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Belum genap setahun selesai dibangun, ruang tunggu gypsum pelapis plafon domestik Tanjungpinang (Tpi) ambruk. Akibatnya, dua orang calon penumpang terluka akibat pecahan gypsum tersebut. Hery Syahputra (23), warga Batam dan Beni Fenza (24) warga Pancur, Kabupaten Lingga terluka dikepala, Senin (14/10) sekitar pukul 10 20 Wib.

Hery Syahputra (23), pagi menjelang siang tadi hendak menuju ke Batam bersama ratusan calon penumpang lain. Heru dan Beni sedang duduk menunggu operator kapal memanggil mereka untuk naik kapal. Malang tak dapat di tolak mujur tak bisa diraih, tiba-tiba gypsum plafon ruang tunggu itu ambruk menimpa kepalanya.

Beni korban insiden tersebut di konfirmasi di ruangan kantor Syabandar pelabuhan  usai mendapat perawatan medis menjelaskan.”Saya dari Pancur pak mau kerja dibatam, pas menunggu kapal mau berangkat, tiba-tiba pelapon itu roboh, kami semua penumpang yang ada disekitar itu langsung kaget, orang semua menjerit, tapi yang kena kami berdua saja.”Jelasnya sedang menahan kesakitan.

Hal senada dikatakan Hery, korban lainnya.”Saya warga Batam bang, jalan-jalan ke Pinang selama 3 hari, jadi saya mau pulang ke Batam. Pas mau berangkat, seluruh penumpang yang hendak ke Batam mau naik kapal. Tiba-tiba gypsum plafon itu roboh, saya terkejut dan tak bisa kita mengelak, akibatnya kepala saya benjol.”Katanya

Terkait dengan insiden yang menimpa kedua calon penumpang tersebut, Hery dan Beni menyatakan, PT Pelindo Tanjungpinang belum ada menjenguk mereka berdua.

Informasi yang diterima Radar Kepri dilapangan, plafon Pelabuhan Domestik tersebut belum setahun selesai di bangun. Pembangunan renovasi yang menelan miliaran rupiah uang Negara itu diduga menjadi lading korupsi. Karena, selama dibangun tidak terlihat satu plank nama proyek tersebut,

Seorang penumpang lain mengungkapkan.”Seharunya pihak PT Pelindo  mengontrol bangunan ini. Tidak membiarkan seperti ini, jangan tunggu jatuh korban baru diperbaiki, kalau begini apa jadinya ?. Apa pihak PT Pelindo mau bertanggung jawab ?. Buktinya, sudah berapa jam mereka kena musibah, belum ada satu orang pun pihak pelindo datang untuk menjenguk mereka.”Kesalnya.

Seorang petugas Syabandar Pelabuhan Tanjungpinang yang enggan namanya dipublikasikan,  dijumpai wartawan terkait dengan insiden tersebut, menjelaskan  mengatakan.”Kedua korban tersebut tidak luka berat hanya luka ringan saja, Cuma kepalanya sedikit benjol.”Ucapnya enteng.

Pantauan Radar Kepri dilapangan, ketika kejadian tersebut beberapa calon penumpang yang sedang menunggu keberangkatanya ketika itu, terlihat kaget semuanya berdiri melihat kejadian itu. Para ibu-ibu paruh baya menjerit sambil menggendong anaknya berusah menghindar.

Hingga Berita ini diunggah pihak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Kota Tanjungpinang, Belum berhasil dijumpai untuk konfirmasi dan klarifikasi tentang penyebab ambruknya gypsum plafon ruang tunggu penumpang tersebut.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sen 14 Okt 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek