| | 994 kali dibaca

Petani Mengeluhkan Harga Jual Yang Murah

Kebun karet petani Kundur yang nilai jualnya masih anjlok=

Kebun karet petani Kundur yang nilai jualnya masih anjlok.

Kundur Barat, Radar Kepri-Kebijakan Pemerintah pimpinan SBY-Budiono dengan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang Ramadhan dan tahun ajaran baru sekolah. Membuat sejumlah kebutuhan pokok naik, harga sayur, cabe dan sejumlah hasil pertanian juga merangkak naik. Ironisnya, kenaikan harga sayur-mayur itu tak berpengaruh terhadap para petani karena terjerat tengkulak.

Hal ini terungkap ketika media ini berbincang-bincang dengan Sugianto (55), seorang anggota Gabungan Kelompok Tani (Gaboktan) di kecamatan Kundur Barat, Kamis (18/07) mengatakan.”Pulau Kundur yang terdiri dari 5 kecamatan ini, untuk pertanian memang sangat cocok, sekitar 25 persen bisa dianggap lahan pertanian. Lihatlah hasil kelapa, apalagi karet dan belakangan Sawit termasuk berhasil. Tetapi tidak di barengi hasil jual yang bagus bagi petani ke pihak penampung resmi. Seperti Koperasi, CV atau PT bahkan tengkulak yang Purba (pura-pura baik, red).”cerita Sugianto.

Dikisahkan Sugianto, kelapa dibeli dari petani hanya Rp 500 untuk ukuran kecil dan sedang cumaRp 1 500 per-buah. Kemudian harga karet basah, per-kilonya hanya Rp 3000 dan harga karet kering Rp 7 500. Sugianto mengatakan.”Jika harga mengikuti pasaran dunia, lebih tidak jelas lagi. Intinya, Pemerintah yang berwenang tidak mau tahu itu, lihat saja hidup keseharian petani. Mana mau lebaran lagi . Yang jelas, dalam suasana puasa ini harga-harga melambung tinggi alias mahal. Bahkan Motor yang didapati dari kredit dari berbagai dealer sudah banyak ditarik, karena tidak bisa membayar cicilannya.” ungkap Sugianto.

Sementara Tarno, petani Desa Sawang Laut juga mengeluh karena harga sayur kangkung, bayam dan sawit yang diterimanya hanya 25-27 persen dari harga 100 persen yang dijual pedagang ke pihak konsumen. Kondisi ini diperparah lagi atas ulah pihak Dinas Pertanian dan Disperindag yang tidak perduli dengan itu. Hanya peduli dengan Operasi Pasar alias jual murah Minyak goreng dan kacang. Sekali-sekali tanya dan turunlah ke rumah petani.”ujarnya.

Ketika hal ini dikonfirmasikan salah seorang staf Disperindag, pihaknya mengakui sekarang ini Disperindag memang sedang melaksanakan program operasi pasar.(suhendri)

Ditulis Oleh Pada Ming 21 Jul 2013. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda