' '
| | 1.280 kali dibaca

Perampok Gudang Sembako Akui Telah Rencanakan Aksinya

Inilah 4 orang perampok gudang sembako di PT Multi Sari, kilometer 8 Tanjungpinang ketika disidangkan di PN Tanjungpinang, Senin (02/11).

Inilah 4 orang perampok gudang sembako di PT Multi Sari, kilometer 8 Tanjungpinang ketika disidangkan di PN Tanjungpinang, Senin (02/11).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Aksi perampokan gudang sembilan bahan pokok (sembako) milik PT Multi Sari di Jl RH Fisabilillah, Kota Tanjungpinang ternyata sudah direncanakan. Para pelaku sudah mengamati dan menggambar lokasi yang akan dirampok serta membeli alat-alat yang akan dipergunakan jika terjadi perlawanan dari penjaga gudang.

Hal ini terungkap dalam persidangan, Senin (02/11) ketika 4 dari 5 orang pelaku rampok disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Ke empat orang itu adalah, Holong Sihotang (40), David Rifai (33), Andi Sihotang alias Hotang (35) dan Rijal Nainggolan (21). Satu nama lagi yang ikut merampok, Hutasoit masih diburu polisi dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Tanjungpinang.

Menurut Holong Sihotong yang beralamat di Jl Sisingamangaraja nomor 29, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumut, namun berdomisili di Tanjung Piayu, Batam ini.”Sebelum melakukan aksi, saya bersama Hutasoit sudah keliling Tanjungpinang. Hutasoit tahu lokasi Tanjungpinang dan mengatakan di gudang sembako itu ada uang yang disimpan.”terangnya.

Setelah memastikan lokasi dan sasaran yang diincar, Holong kemudian balik ke Batam dan membawa David Rifai, Andi Sihotang dan Rijal Nainggolan (semuanya warga Batam,red).”Kami rental mobil di Batam, ke Tanjungpinang melalui pelabuhan roro di Tanjung Ubang.”ucap Holong didepan majelis hakim PN Tanjungpinang yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut.

Masih kata Holong, setelah sampai di Tanjungpinang dia kemudian mampir disebuah toko dan membeli parang, linggis, gunting besi dan beberapa alat lainnya yang akan dipergunakan untuk merampok gudang sembako.”Kami sampai di Tanjungpinang pada Sabtu, 20 Juni 2015 sekitar pukul 20 00 Wib. Di batu 14, kami matangkan lagi rencana aksi.”ujarnya.

Kemudian, Minggu, 21 Juni 2015 sekitar pukul 01 00 Wib, kawanan rampok ini melancarkan aksinya di gudang sembako PT Multi Sari. Dari lima orang ini pelaku ini, hanya David Rifai selaku supir yang menunggu didalam mobil, sedakang 4 orang lagi, termasuk Hutasoit mulai masuk ke gudang tersebut. Saat Holong Sihotang membuka pintu gudang dengan linggis, ternyata diketahui Lazarus Pati, penjaga gudang tersebut.”Maling…maling.”teriak Lazarus. Namun teriakannya langsung dibungkam Hutasoit yang menenteng golok, Lazarus tak mau diam. Akhirnya sejumlah pukulan melayang ke tubuh Satpam ini. Lazarus terdiam setelah parang sepanjang hampir 40 centimeter menancap di dadanya. Setelah Lazarus dianggap tak berdaya, para pelaku kemudian mulai menjarah isi gudang.

Melihat Lazarus terluka, Raja Nainggolan langsung meminta kawan rampoknya untuk segera meninggalkan lokasi. Ternyata Lazarus berhasil bangun dan melompati pagar yang bersempadan dengan rumah warga. Lazarus kemudian meminta bantuan warga setempat. Melihat kondisi Lazarus yang berdarah-darah, sebagian warga kemudian mengejar para pelaku.

Salah seorang pelaku, Rijal Nainggolan berhasil diringkus warga dan sempat di amuk masa. Polisi kemudian datang dan nyawa Rijal Nainggolan berhasil diselematkan dari amuk masa yang marah. Polresta Tanjungpinang bergerak cepat, malam itu juga, Holong Sihotang, Andi Sihotang dan David Rifai berhasil ditangkap. Sedangkan Hutasoit lolos dan masih diburu polisi.

Terhadap perbuatanya, para tersangka dijerat melanggar pasal 365 ayat (1) KUH Pidana junto pasal 55 ayat (1) KUH Pidana. Persidangan dilanjutkan Senin (09/11) untuk mendengarkan keterangan saksi-saki yang akan dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudi Bona Huta Sagala SH MH dari Kejari Tanjungpinang.”Hadirkan saksi-saksi untuk persidangan lanjutan.”perintah Eryusman SH MH, ketua majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Rab 04 Nov 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek