' '
| | 1.541 kali dibaca

Penjual Narkoba Yang Ditangkap di Depan SMPN 01 Mulai Disidangkan

Tiga terdakwa pengedar narkoba, Indah, Apek dan Sudik saat menunggu disidangkan di PN Tanjungpinang, Rabu (11/11).

Tiga terdakwa pengedar narkoba, Indah, Apek dan Sudik saat menunggu disidangkan di PN Tanjungpinang, Rabu (11/11).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Tiga orang pengedar narkoba jenis Sabu-Sabu (SS) yang ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungpinang di warung sate depan SMPN 01, Jl Tugu Pahlawan, Tanjungpinang pada Kamis, 30 Juli 2015 lalu. Rabu (11/11) mulai disidangkan di PN Tanjungpinang, mereka adalah Muhamad Ilham alias Apek (29), Dastesa Cakranoty alias Sudik (28) dan Mulyani Indah Sari alias Indah (19).

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky Setiawan Anas SH MH dari Kejari Tanjungpinang diterangkan kronologis penangkapan ketiganya. Bermula sekitar pukul 21 30 Wib tanggal 30 Juli 2015, polisi mendapat informasi dari masyarakat yang menyatakan ada dua orang laki beserta cirri-cirinya menggunakan mobil Toyota Avanza Hitam dengan nopol BP 1620 TY diduga akan menjual atau memperjualbelikan narkoba jenis SS.

Setelah mendapat informasi tersebut, dua anggota Satnarkoba Polres Tanjungpinang menggelar penyelidikan. Sekitar pukul 23 00 Wib, mobil yang disebutkan masyarakat itu terlihat parkir didepan SMPN 01 Tanjungpinang namun tidak ada orangnya. Ternyata, Apek orang mengemudikan mobil itu sedang makan sate bersama Sudik, Indah dan Elizabeth Aritonang.

Dua orang polisi yang ditugaskan Satnarkoba Polres Tanjungpinang kemudian mendekat dan memperkenalkan diri dari Kepolisian. Kemudian menanyakan.”Apakah saudara yang bernama Muhamad Ilham alias Apek dan Destasia alias Sudik ?”Tanya polisi.”Iya pak.”jawab Sudik.

 Polisi kemudian menerangkan adanya dugaan mereka dalam penyalahgunaan narkoba kemudian menggeledah Muhamad Ilham. Hasilnya, polisi menemukan 1 buah pipet kaca didalam saku celananya. Penggeledahan dilanjutkan ke mobil, polisi menemukan sebuah dompek warna hitam dan didalam dompet tersebut ditemukan 6 paket narkoba terbungkus plastic bening. Polisi juga menemukan sebuah timbangan digital berwarna hitam.

Tiga terdakwa pengedar narkoba, Indah, Apek dan Sudik saat disidangkan di PN Tanjungpinang, Rabu (11/11).

Tiga terdakwa pengedar narkoba, Indah, Apek dan Sudik saat disidangkan di PN Tanjungpinang, Rabu (11/11).

Menindaklanjuti teman tersebut, polisi kemudian meluncurk ke kos-an Setia Jaya kamar 303 yang ditempati Mulyani Indah alias Indah. Disaksikan Kamti selaku pemilik kos, kamar 303 tersebut digeledah, polisi menemukan kembali menemukan 6 paket narkoba jenis SS serta 15 butir pil ekstasi warna pink dengan logo gelas yang disembunyikan didalam kotak compak disk. Bersama seperangkat alat hisap sabu-sabu yang ditemukan disebelah kiri tempat tidur tersebut.

Polisi kemudian menanyakan siapa pemilik barang bukti dikamar tersebut, yang diakui milik Muhamad Ilham alias Apek, Dastesia dan Doni (DPO). Dalam pengembangan lebih lanjut, diketahui, Apek dan Dastesia alias Sudik serta Doni membeli narkoba dengan berat kotor 10,77 gram serta 15 pil ekstasi tersebut dari Ali (DPO) dengan nilai Rp 4,5 juta.

Atas perbuatannya, terdakwa Muhamad Ilham alias Apek yang perkaranya dipisah (displit) dari Sudik dan Indah dijerat melanggar, primer pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Subsidair, pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) UU yang sama.

Terhadap surat dakwaan tersebut, Apek, Sudik dan Indah menyatakan mengerti dan paham serta tidak mengajukan keberatan. Mengingat pasal yang dikenakan pada ketiganya diatas 5 tahun penjara dan diwajibkan didampingi penasehat hukum (PH), ketua majelis hakim, Bambang Trikoro SH MH kemudian menunjuk Sri Ernawaty SH sebagai PH ketiganya.

Persidangan dilanjutkan ke tahap pemeriksaan saksi, tiga orang saksi dihadirkan JPU Ricky Setiawan Anas SH MH, ketiganya adalah WW Marbun dan Firman Hidayat Zai dari Satnarkoba Polres Tanjungpinang serta Edi selaku pemilik mobil.

Dua saksi yang dihadirkan dan membeberikan keterangan nyaris sama dengan urain diatas. Hanya saja menambahkan, bahwa terdakwa Apek awalnya membantah narkoba tersebut miliknya.”Namun setelah kami menangkap Uyun dalam kasus tindak pidana perjudian dan dikonfrontir dengan Apek, akhirnya dia (Apek) mengaku barang itu miliknya.”terang WW Marbun.

Persidangan dilanjutkan, Rabu (18/11) dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi-saksi yang akan dihadirkan Kejaksaan, diantaranya Uyun, Elisabet dan Kamti selaku pemilik kos Setia Jaya.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Kam 12 Nov 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek