' '
| | 2.323 kali dibaca

Pengaspalan Lokasi Akau Terus Menuai Kontroversi

Pengaspalan lokasi akau potong lembu yang membuat air tergenang.

Pengaspalan lokasi akau potong lembu yang membuat air tergenang.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Pengaspalan lokasi pusat jajan selera (Pujasera) Akau Potong Lembu, kelurahan Kemboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat yang dikerjakan oleh PT Sumber Jaya Sakti milik Ir Farudji terhenti tanpa alasan jelas.

Mekanisme dan etika kontraktor yang mengerjakan proyek senilai lebih dari Rp 4 miliar tahun anggaran 2014 ini juga menimbulkan kontroversi di masa masyarakat. Salah satunya, Syamsul ketua RT 01/ RW IX Kelurahan Kemboja Kecamatan Tanjungpinang Barat, kota Tanjungpinang.
Menurut Syamsul yang dijumpai awak media ini disatu tempat kedai kopi di Akau Potong Lembu Jum’at (03/10), mengatakan.”Proyek yang mengerjakan pengaspalan lahan ini seperti maling saja. Seharusnya pihak kontraktor berkoordinasi dengan RT, BUMD serta Pedagang Akau. Jika seperti maling begini, kan merugikan pedagang namanya, pedagang ini bayar pajak lo.”kata Syamsul.
Masih Syamsul.”Pengaspalan ini, terkesan menghambur-hamburkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) saja. Untuk apa lokasi dalam akau ini di aspal. Lihat, sejak di aspal, air tergenang karena tidak ada por-pori dan saluran buang.”katanya.
Kemudian, lanjut Syamsul.”Dan lagi manfaatnya tidak ada, dengan diaspalnya lokasi ini akan mengakibatkan kebanjiran. Padahal, baru satu tahun di pasang paving blok. Paving blok ini sebenarnya sudah bagus, menyerap air. Jika diaspal beginikan jadinya, air tergenang.”Terang Syamsul.
Seorang Pedagang Akau, anisial As, menyesalkan dinas terkait selaku pengawas proyek tersebut, pasalnya.”Dengan tidak adanya pihak proyek berkoordinasi dengan pedagang, sehingga pedagang mengalami kerugian, karena tidak bisa berjualan. Siapa yang bertanggungjawab terhadap kerugian pedagang. Kita bayar pajak ke daerah.”kesal As.
Pantauan awak media ini dilapangan, terlihat pekerjaan pengaspalan tersebut, kurang profesional, pasalnya pengaspalanya tidak merata, bergelombang. Selain itu, diduga pasir, kerikil banyak dari pada aspal. Akibatnya, aspal tersebut rapuh mudah terkelupas.(aliasar)

 

Ditulis Oleh Pada Jum 03 Okt 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

7 Comments for “Pengaspalan Lokasi Akau Terus Menuai Kontroversi”

  1. Kurangnya pengawasan dri instansi yang bersakutan .dan kurangnya intansi berkordinanasi dgn masyarakat.atau mEmang sengaja tutup mata tutup telinga .?jadi kontraktor sewenang wenang.

  2. Duh bos kasih pelicinlah pak RW/RT tu

  3. Kalau kurang licin kasi oli

  4. Mudah-mudahan pemerintah kota mempunyai niat baik; tapi masih kurang koordinasi dengan warga setempat.

  5. gitu aja diributkan,,,dikasih bagus byk macam lg, anak2pun tau kalau hujan pasti ada air bosss..

  6. Udah dikasih bagus pemerintah banyak macam lg,…dimana2 kalau hujan basah boss…

  7. btul jok,tapi kasihlah air kawan tu yg bising,kalau
    dah basah tekak tu tak bisinglah die…

Komentar Anda