'
| | 593 kali dibaca

Penambang Bauksit Ilegal di Sei Carang Remehkan Polisi

Empat unit tongkan yang sedang memuat biji bauksi hasil tambang yang diduga ilegal di bawah jembata Gugus Engku Hamidah, Sei Carang. Tanjungpinang pada Rabu, 3 Juni 2013.(foto by aliasar, radarkepri.com)

Empat unit tongkan yang sedang memuat biji bauksi hasil tambang yang diduga ilegal di bawah jembata Gugus Engku Hamidah, Sei Carang. Tanjungpinang pada Rabu, 3 Juni 2013.(foto by aliasar, radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Meskipun gencar di publikasikan media ini, namun aktifitas tambang bauksit illegal berkedok cut and fill tak kunjung dihentikan oleh Polisi selaku instansi yang berwenang menindak. Bahkan para penambang illegal tersebut terkesan meremehkan polisi dengan terang-terangan menambang di siang bolong. Kemudian dumptruk berkapasitas belasan ton yang memuat biji bauksit itu dengan bebas melenggang di jalan raya.

Lihat saja tadi siang, Rabu (03/)7) aksi “perampokan” biji bauksit di sejumlah daerah dalam kota Tanjungpinang semakin beringas tanpa pandang bulu. Selagi ada kesempatan, para penambang liar ini semakin menggila mengeruk hasi perut bumi Segantang Lada ini yang akan dipindahkan ke negeri Cina.

Hal ini terlihat disaat awak media ini melakukan investigasi di daerah Sei Carang Jl Daeng Celak yang tak jauh dari RSUP Kepri, tepatnya di bawah jembatan Gugus Engku Hamidah. Jika pada hari-hari sebelumnya, hanya 1 atau 2 tongkang yang bersandar. Namun pada hari ini, tidak tanggung-tanggung sebanyak 4 unit tongkang antri dibawah jembatan tersebut menunggu muatan (loading).Puluhan dumtruck bermuatan bijih bauksit hilir-mudik mengantarkan muatanya ke dalam tongkang yang sedang bersandar di lokasi tersebut.

Seorang lelaki dengan muka tertutup kain warna hitam-putih terlihat sedang mengawasi setiap persimpangan yang dilalui mobil tersebut. Saat di jumpai awak media ini Rabu (03/07 sekitar pukul 11 30 Wib di Jl Daeng Celak. Ketika ditanya siapa pemilik hasil rampokan itu mengatakan.”Saya kurang tahu pak, saya hanya mengawasi mobil saja.”katanya singkat.

Kemudian awak media ini langsung melanjutkan perjalanan kearah Kejati Kepri di Sei Timun, Senggarang. Ternyata biji bauksit hasil “jarahan” itu di bawa dari samping kantor Kejati Kepri. Di bawa ke atas 4 tongkang yang sedang menunggu muatanya penuh di Sei Carang.

Terlihat juga puluhan Mobil damtruck dengan bebas melintasi Jalan umum di lokasi tersebut. Sehigga seluruh jalan yang dilintasi mobil tersebut terlihat hancur dan berlubang. Jika dimusim hujan menimbulkan becek, jika dimusim panas menimbulkan debu. Akibatnya, pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor sangat terganggu.

Ardi (35) seorang pengendara sepeda motor tidak bisa menahan kekesalannya terhadap mobil damtruk yang melintasi jalan umum.”Karena mobil inilah jalan menjadi hancur, sehingga menyebabkan debu dan becek.”kesal Ardi.

Sampai hari Polisi, khususnya Polres Tanjungpinang belum pernah “menyentuh” para penambang illegal di Senggarang ini. Entah mengapa polisi “takut” menghentikan aktifitas tambang illegal di Sei Carang dan Sei Timun ini. Mungkinkah, karena ada oknum DPRD Kota Tanjungpinang dari partai pemenang pemilu yang membeking, sehingga polisi gentar menghentikan aktifitas illegal minning ini ?.

Masyarakat berharap, Polres Tanjungpinang meminta bantuan Polda Kepri atau Mabes Polri untuk menumpas aksi tambang illegal berkedok cut and fill (pemotongan lahan) ini. Padahal, semua penambang illegal di Senggarang, Sei Timun dan Sei Carang ini memakai solar subsidi untuk melakukan “penjarahan” biji bauksit tersebut.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 03 Jul 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek