' '
| | 975 kali dibaca

Penambang Bauksit Ilegal Catut Nama Wagub Kepri

Junaidi (baju biru)=

Junaidi (baju biru) penambang bauksit ilegal di Dompak yang diduga mencatut nama wakil Gubernur Kepri dalam memuluskan aktifitas tambang ilegalnya,

Tanjungpinang, Radar Kepri-Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri) DR HM Soeryo Respationo SH MH membantah informasi yang menyebutkan dirinya mem-back up tambang ilegal Junaidi di Dompak. Ketua DPD PDI-P Provinsi Kepri ini menilai iniformasi yang masuk ke media ini, merupakan informasi menyesatkan.

Penegasan tersebut diungkapkan Wagub Kepri, ketika dikonfirmasi media ini melalui pesan singkat via ponselnya, Rabu (19/06) terkait aktifitas tambang ilegal Junaidi di Dompak yang di sebut-sebut di back-up Wagub.”Mas, info yang menyesatkan, saya tidak pernah dan tidak akan pernah yang begitu-begitu mas, salam. Oh ya, mas tolong di investigasi siapa yang mengisukan itu mas. Pasti ini dalam rangka program black campaing.”tulis HM Soeryo menjawab konfirmasi media ini. “Tolong di selidiki ya mas.”tambah H M Soerya beberapa saat kemudian.

Informasi yang dihimpun media ini, tak mampunya Polres Tanjungpinang dan Polda Kepri menjerat dan menjebloskan Junaidi ke penjara, padahal Junaidi sudah mengaku tidak mengantongi selembar ijin menambang bauksit. Diduga karena adanya back-up dari oknum petinggi di Kepri.”Dia (Junaidi) di back-up wagub.”sebut Ah, seorang Jl Tambak ketika dijumpai media ini, Rabu (19/06).

Ditambahkan Ah, kalau tidak ada oknum petinggi yang mem-back up.”Tak mungkin dia (Junadi) itu berani menantang polisi, dengan mengatakan ijin tambangnya dari Tuhan. Tapi polisi bisa apa dengan tantangan itu. “tambah Ah.

Sumber media menyebutkan, Junaid diduga hanya mencatut-catut nama wagub Kepri sehingga aparat penegak hukum gentar dan mundur untuk menjebloskan Junaidi ke penjara karena menambang tanpa ijin.”Seharusnya, kalau memang Wagub Kepri tak mem-back up Junaidi. Pak Wagub mendorong Polda Kepri untuk memeriksa dan mengusut tuntas secara hukum ilegal minning Junaidi tersebut.”tambah sumber media ini.

Pada 28 Mei 2013 lalu, Gubernur Kepri H M Sani gerah dengan bebas melenggangnya truk penambang bauksit ilegal melintasi jalan menuju kantor Provinsi Kepri. Akibatnya, beberapa titik jalan yang dibangun dengan ratusan miliar APBP Provinsi Kepri itu luluh lantak bahkan ada yang nyaris seperti bubur. Bukan hanya akses jalan saja yang rusak parah, tiga jembatan penghubung pulau Bintan dengan Pulau Dompak nyaris roboh.

Di jembatan I misalnya, disinyalir akibat truk bermuatan biji bauksit hingga belasan ton yang melenggang di jembatan tersebut. Hampir 6 meter pondasi beton jembatan itu retak memanjang, namun sampai hari ini dinas terkait belum mengambil tindakan untuk menyelematkan jembatan I tersebut. Retak memanjang itu semaki melebar, jika awalnya terlihat hanya selebar 1 centimeter dengan panjang hampir 6 meter. Kini retakan mencapai hampir selebar jembatan dan retaknya sudah lebih dari 1 centimeter.”Mungkin sengaja dibiarkan roboh dulu, baru bertindak. Biar ada proyek lagi.”gerutu Amir, seorang warga Dompak yang kesal dengan lambannya antisipasi dari dinas terkait terhadap keselamatan jembatan tersebut.

Kondisi lebih mengenaskan ditemukan media ini di jembatan II, bukan hanya pondasi jembatanya saja yang retak-retak, namun beberapa tiang penyangga utama juga sudah terlihat genting dan hampir patah.”Yang lewat mobil dumptruk berisi 20 ton biji bauksit. Macam mana jembatan tu tak hancur.”tambah Udin, seorang nelayan Dompak yang kebetulan dijumpai media ini.

Kemudian di Jembatan III, kondisi tiang penyangga utama juga sudah banyak yang retak dan mengalami kerusakan pada beberapa titik. Padahal ke tiga jembatan itu belum 1 tahun selesai dibangun, namun sudah terancam ambruk akibat dibiarkannya penambang bauksit ilegal melenggang di jalan tersebut.

Selain nama Junaidi yang menambang secara ilegal dan tak memiliki ijin, beberapa nama juga mencuat seperti Asui dan Aseng yang diduga menambang tanpa mengantongi ijin alias dapat ijin dari Tuhan seperti Junaidi.

Sepak terjang Junaidi, mantan napi penipu ini dalam aktifitas tambang ilegal bukan tidak diketahui oleh Polresta Tanjungpinang. Buktinya, Kamis 13 Juni 2013 lalu, Satreskrim Polresta Tanjungpinang menangkap satu unit truk berisi solar yang akan di drop lokasi tambang ilegal Junaidi. Supir dan knek truk mengaku hanya disuruh mengantarkan solar itu ke lokasi tambang liar Junaidi dan mendapat upah Rp 1 juta per-trip. Namun sampai hari ini, polisi belum menetapkan Junaidi sebagai tersangka tindak pidana penyalahgunaan BBM subsidi. Maupun tindak pidana ilegal mining.”Ada oknum petinggi Polda Kepri yang membekingnya bang, karena itu dia tak kuatir menambang tanpa ijin.”tambah sumber media ini.

Seorang sumber media ini menyebutkan, untuk tingkat Polresta Tanjungpinang.”Mustahil Junaidi itu bisa ditetapkan jadi tersangka. Dia sering mengajak dan mentraktir oknum polisi karoke di hotel yang ada di Bintan Plaza bang.”bisik sumber media ini.

Terkait aktifitas tambang bauksit ilegal di Dompak, Junaidi kepada wartawan mengatakan.”Kalau petugas itu meminta saya menghentikan tambang, saya terima. Tapi perlu diketahui bahwa saya menambang dilokasi yang telah beli lahan dari masyarakat, ada bukti tertulis.”jelas Junaidi. Menurut Junadi, dirinya membayar uang konpensasi pada masyarakat yang tinggal dilingkungan ini dan bekerjasama dengan RT/RW. Namun Junaidi mengaku tidak punya ijin.”Dari pemerintah tidak ada, izin saya dari Tuhan dan Masyarakat.”celoteh mantan napi ini.

Junaidi bahkan menuding Pemprov Kepri pembohong.”Saya bertanggungjawab mengatakan Pemprov Kepri pembohong. Karena janjinya pada masyarakat Dompak, akan mensejahterakan masyarakat yang tinggal di Dompak, buktinya mana. Masih mendingan saya, menambang di daerah ini, saya berikan masyarakat uang konpensasi, Pemprov Kepri apa buktinya mensejahterakan masyarakat Dompak.”sesumbar Junaidi.(red)

Ditulis Oleh Pada Kam 27 Jun 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek