| | 790 kali dibaca

Pemusnahan Bawang Merah Dan Beras Diwarnai Tangis Ibu Rumah Tangga

Warga yang berusaha mengumpulkan barang bukti tangkapan DJBC Tanjungbalai Karimun, Selasa 16 Juli 2013. (foto by Jhon, radarkperi.com)

Warga yang berusaha mengumpulkan barang bukti tangkapan DJBC Tanjungbalai Karimun, Selasa 16 Juli 2013. (foto by Jhon, radarkepri.com)

Karimun, Radar Kepri-Disaat harga sembilan bahan pokok (sembako) sedang melejit harganya dan rakyat menjerit akibat kenaikan tersebut. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean II Tanjungbalai Karimun, Selasa (16/07), justru memusnahkan sebagian besar sembako hasil tangkapannya tersebut di Tanjung Sebatak, Kecamatan Tebing.

Banyak ibu rumah tangga yang menyesali, trenyuh, mengurut dada dan menitikkan air mata melihat ribuan ton bawang merah dan beras musnah dilalap api.”Kenapa beras sama bawang merah itu tidak di bagi-bagi saja sama kami, rakyat yang miskin ini.”sesal seorang ibu rumah tangga sambil menitikan air mata.

Ditengah kobaran api yang melahap bawang merah dan beras itu, beberapa orang ibu rumah tangga nekad menerobos api untuk memungut beberapa buah bawang merah yang masih utuh,

Abien P, Kepala KPPBC Pabean Tipe Madya II Tanjungbalai Karimun ketika di konfirmasi radarkepri.com mengatakan.”Barang-barang yang dimusnahkan sudah tak laik pakai dan di konsumsi karena sudah kedaluarsa. Bahkan bawang merah sudah dalam kondisi hancur usai di gilas dengan alat berat saat dipungut warga. Sebenarnya, kami sudah meminta bantuan aparat keamanan termasuk polisi. Tapi jumlah aparat tidak cukup untuk melakukan pengamanan, disamping itu warga nekad mengambil barang-barang, walaupun kondisi barang dalam keadaan terbakar.”kata Abien.

Herianto,  seorang warga yang nekad mengambil barang yang hendak dimusnahkan mengaku sangat menyayang jika barang itu di sia-siakan dengan dibakar, karena sebagian barang-barang itu masih bagus. Heri mengaku tidak takut dengan api yang membakar barang sitaan yang di musnahkan karena api-nya memang tidak lumayan besar.

Lain pula dengan Sujanah, seorang ibu rumah tangga yang mengaku menangis, terenyuh mengingat saat ini harga sembako. Utamanya beras yang ikut di musnahkan.”Walaupun sudah kadaluarsa atau lapuk masih bisa kami makan. Beras itu-kan masih bisa di cuci, di jemur lagi. Setelah itu baru bisa di makan kembali.”kata Sujanah sambil mengeluarkan air mata.

Sujanah mengaku sangat kesal, karena tenaganya tidak sanggup lagi memgambil beras yang sudah di musnahkan.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa16 jenis hasil tangkapan  sejak 2005 hingga 2013. Barang bukti itu dimusnahkan setelah berstatus hukum tetap atau inchrah di pengadilan. Barang itu antara lain pesawat televisi ukuran 14 hingga 21 inchi sebanyak 15 unit, gula pasir sekitar 10 ton, beras sekitar 53 ton, minuman berbagai merek sekitar 1 431 kardus, handphone berbagai merek dan tipe sekitar 494 unit, pakaian bekas 179 karung, layar monitor komputer 20 unit.

Masih ada oli 70 kaleng, buah-buahan 148 kardus, kepak ayam 147 kardus, bawang merah, makanan ringan, ikan kemasan, kecap, barang elektronik.(jantua dolok saribu)

Ditulis Oleh Pada Sel 16 Jul 2013. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda