'
| | 1.022 kali dibaca

Pemkab Lingga Dinilai Lalai Memelihara Aset Cagar Budaya

Implasmen peninggalan zaman timah yang terabaikan karena pemkab Lingga tidak mengalokasikan anggaran pemeligharaan.

Implasmen peninggalan zaman timah yang terabaikan karena pemkab Lingga tidak mengalokasikan anggaran pemeligharaan.(foto by muslim tambunan,radarkepri.com).

Lingga, Radar Kepri-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga dilian lalai dalam memelihara peninggalan sejarah yang menjadi cagar budaya , warisan kebudayaan bersifat peninggalan peninggalan lama di Bunda Tanah Melayu.

Penilaian ini disampaikan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Cagar Budaya Kabupaten Lingga, Rudi Purwonugroho SH  menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab).”Singkep salah satu daerah yang memiliki banyak Cagar Budaya. Seperti taman yang di bangun pada jaman Timah, air mancur yang keluar dari mulut patung ikan Lumba Lumba dan juga Patung Timah dan inplasmen terlihat tidak terawat dengan baik. Padahal, sebagai daerah yang berjuluk Bunda Tanah Melayu, cagar budaya merupakan aset sejarah yang benar-benar harus dipelihara hingga tidak hilang karna terabaikan.”terangnya.
Menurut Rudi sapaan Rudi Purwonugroho SH.”Berdasarkan SK Bupati No 08 Tahun 2010, ada 106 benda cagar budaya yang dimiliki Kabupaten Lingga. Namun kurang diperhatikan. Hal ini terbukti dengan tidak pernah adanya floating anggaran untuk perawatan atau pelestarian benda cagar budaya dari Pemkab Lingga.”jelas Rudi, Jumat (24/01).
Ditambahkannya, tidak hanya lalai memperhatikan benda cagar budaya, Pemkab Lingga juga kurang mensosialisasikan benda cagar budaya yang dimiliki. Cagar budaya yang dimiliki Kabupaten Lingga, sebenarnya dapat dijadikan potensi menarik wisatawan untuk berkunjung di Lingga.

Banyak daerah, bahkan negara lain yang berhasil mendatangkan wisatawan adalah karena Cagar Budaya-nya. Karena peninggalan sejarah sebagai magnet menarik wisatawan untuk berkunjung.”Kita ambil contoh saja, di Batusangkar, Provinsi Sumatera Barat. Daerah itu berhasil menarik kunjungan wisata karena menjual benda cagar budaya.”sebutnya.
Kabupaten Lingga, sebagai daerah yang pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan Riau Lingga, tentunya memiliki benda-benda cagar budaya yang layak dijadikan daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.”Pemkab Lingga, jangan terlalu bergantung pemeliharaan benda cagar budaya yang di bantu pemerintah pusat.”himbaunya.
Ditambahkan Rudi.”Selain itu, tidak menutup kemungkinan bila kurang disosialisasikan, daerah lain dapat mengakui bahwa benda cagar di Lingga, milik daerah lain.”ucapnya.
Rudi berharap, ke depannya Pemkab Lingga, lebih memperhatikan benda cagar budaya yang di miliki di Kabupaten Lingga.”Cagar budaya adalah aset yang tidak ternilai harganya, jika dipelihara dengan baik, dapat dimanfaatkan sebagai salah satu daya tarik wisatawan ke Kabupaten Lingga,”pungkas Rudi.

Pada kesempatan terpisah, Arman dari LSM LIRa (Lumbung Informasi Rakyat) menerangkan, selama berapa tahun kabupaten Lingga terbentuk.”Belum terlihat keseriusan Dinas Prawisata bisa mendatangkan wisatawan ke Lingga. Khususnya ke tempat-tempat cagar budaya. Kegiatan yang di buat selama ini belum maksimal. Salah satu contohnya, berburu babi. Dimana esensi dan nilai wisata cagar budayanya kegiatan itu.”herannya.(muslim tambunan)

Ditulis Oleh Pada Sab 25 Jan 2014. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

1 Comment for “Pemkab Lingga Dinilai Lalai Memelihara Aset Cagar Budaya”

  1. Yth tuan tuan, mudah2an diampuni

Komentar Anda

Radar Kepri Indek