'
| | 3.232 kali dibaca

Pemilik Susi Air Kunjungi Bandara Dabosingkep

Pemilik maskapai penerbangan Susi Air ketika berkunjung ke bandara Dabosingkep.

Pemilik maskapai penerbangan Susi Air ketika berkunjung ke bandara Dabosingkep.

Lingga, Radar Kepri-Pemilik maskapai penerbangan Susi Air tiba di bandara Dabosingkep Kabupaten Lingga, Jumat ( 31/01). Susi Pujiastuti ketika turun di bandara Dabosingkep terlihat ceria ketika melihat kondisi bandara yang sudah memadai untuk kapal jenis Susi Air, miliknya, Susi Pujiastuti, menyebutkan sampai saat ini sudah memiliki 49 pesawat yang tersebar di seluruh Indonesia dengan ribuan karyawan.

Masyarakat Lingga juga menyambut baik kehadiran sarana transportasi udara.  Saat ini untuk masyarakat Lingga dengan beberapa rute ke beberapa tujuan, di antarannya ,Dabo-Jambi, Dabo- Pekan Baru, Dabo-Tanjungpinang yang saat ini  mulai di aktif kembali bersama penerbangan perintis dengan maskapai penerbangan Susi Air. Maskapai ini melayani penerbangan ke Tanjungpinang, Jambi dan Pekanbaru. Hanya dengan tiket di bawah Rp 300 ribu masyarakat sudah dapat bepergian ke kota yang jadi rute pesawat ini.”Dengan adanya rute penerbangan ini, sangat membantu masyarakat. Lingga yang mana selama ini masyarakat lingga hanya dapat mengandalkan trasportasi laut, dengan adanya  Penerbangan Udara, kami masarakat sangat terbantu apalagi ketika ada kepentingan yang sangat mendesak.” ujar Arman.

Ditambahkan.”Kami sangat mengharapkan supaya rute penerbangan yang ada ini tidak berobah lagi.”harapanya.
Kabandara Dabo Singkep, Dedi Dharma Cahyadi juga mengatakan.”Penerbangan dari Bandara Dabo Singkep akan tetap kita tingkatkan. Dengan meminta bantuan ke Mentri Perhubungan, selain kita mengharapkan bantuan dari pusat kita juga mengharapkan. Bantuan Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait. Supaya bandara ini dapat tetap bertahan dengan baik, sehingga perekonomian di kabupaten Lingga dapat tumbuh sejajar dengan daerah lainnya. yang ada di Indonesia.”ujarnya.
Ketika di mintai konfermasi Susi Pujiastuti, terkait keberhasilannya sebagai pemilik pesawat perintis tersebut mengatakan.”Awal dari keberhasilan yang diraihnya, adalah hasil kerja kersa.Awalnya  usaha yang saya geluti sebagai pengepul ikan, etelah memutuskan keluar saat SMA di Cilacap, Jawa Tengah pada 1983, Susi mulai menjalani pekerjaannya sebagai pengepul ikan dengan modal pas-pasan. Usahanya terus berkembang, setahun kemudian dia berhasil menguasai pasar Cilacap.”terangnya.
Tak puas hanya di satu daerah, Susi mulai melirik daerah Pangandaran. Ternyata justru di wilayah Selatan Jawa Barat inilah, usaha ikannya makin maju pesat. Bila tadinya yang diperdagangkan hanya sebatas ikan dan udang, Susi mulai mulai menjual komoditas yang lebih berorientasi ekspor, yaitu lobster. Dia membawa dagangannya sendiri ke Jakarta untuk restoran-restoran dan diekspor.
Karena permintaan luar negeri sangat besar, untuk menyediakan stok lobster, Susi harus berkeliling Indonesia mencari sumber-sumber persediaan lobster. Masalah pun timbul, problem justru karena stok sangat banyak, tetapi transportasi yang sangat terbatas. Untuk mengirim dengan kapal terlalu lama, tetapi pesawat di daerah pedalaman sangat jarang.
Pada saat itulah timbul ide Susi untuk membeli sebuah pesawat. Hal ini juga didukung oleh suaminya Christian von Strombeck, seorang pilot pesawat carteran asal Jerman sekitar sepuluh tahun lalu.
Sebuah pesawat jenis Cessna, ternyata berhasil membantu meningkatkan produktifitas perdagangan ikannya. Dengan adanya transportasi yang mudah ini semakin meningkatkan daya jual nelayan di daerah.”Nelayan bisa mendapatkan nilai tambah. Misalnya saja, lobster di Pulau Mentawai yang tadinya hanya dijual Rp 40 ribu per kilo, setelah itu bisa dinaikkan menjadi Rp 80 ribu per kilo, saat itu.”kata Susi.
Kebutuhan akan pesawat pun semakin meningkat seiring dengan ekspor yang terus bertambah. Nah, ternyata pesawat yang tadinya hanya untuk membawa barang dagangan ini pun kemudian disewakan kepada masyarakat yang ingin menumpang.”Tadinya beli satu, lalu beli lagi. Ternyata permintaan transportasi sangat besar, karenanya kita pun mengembangkan bisnis pesawat carter ini dan Susi Air.”ujarnya.
Tak pelak PT Excelcomindo Pratama (Tbk), perusahaan telekomunikasi menganugerahinya sebagai The Best Indonesia Berprestasi 2009. Saat ini, wanita yang tidak tamat SMA itu memiliki dua perusahaan yaitu PT ASI Pujiastuti Marine Product dan maskapai carter Susi Air, dengan 49  unit pesawat dengan ribuan karyawan.(muslim tambunan)

Ditulis Oleh Pada Jum 31 Jan 2014. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

1 Comment for “Pemilik Susi Air Kunjungi Bandara Dabosingkep”

  1. Saptono Mustaqim.

    Pelayanan dan Fasilitas yang baik, akan menarik minat Pemodal membelanjakan keinginannya. . .”Bangunlah Negeriku”. . .

Komentar Anda

Radar Kepri Indek