' '
| | 1.151 kali dibaca

Pemerkosa Tiga Anak SD Ini Emosi Usai Dituntut 13 Tahun Penjara

Agus Samsudin

Terdakwa Agus Samsudin ketika digiring petugas Kejaksaan Negeri Tanjungpinang usai pembacaan tuntutan, Selasa (04/03).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Raut muka terdakwa Agus Samsudin bin Burhandin (28) terlihat tegang dan emosi usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Redbuli Sanjaya SH menuntut “penjahat” kelamin ini selama 13 tahun, Selasa (04/03). Pasalnya, meski sejumlah bukti, fakta dan saksi korban dihadirkan dan dikonfrontir di persidangan pada PN Tanjungpinang, namun pemerkosa 3 anak perempuan yang masih Sekolah Dasar (SD) ini membantah alias tidak mengakui aksi bejatnya. Agus Samsudin bahkan mengancam akan bikin onar jika hukuman dari PN Tanjungpinang memberatkan dirinya.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang ditandatangani Abdurahman SH diungkap sepak terjang penjahat kelamin asal Anambas ini. Bermula pada Jumat 02 Agustus 2013 sekitar pukul 09 00 Wib, saksi Bn dan Dv yang masih kelas II SD sedang bermain di halaman rumah tetangganya. Terdakwa melintas dengan mengendarai sepeda motornya dari Jl Harmoko, melihat dua bocah perempuan itu. Terdakwa Agus Samsudin memutar balik motornya, berpura-pura menanyakan.”Dek tahu jalan batu 8 tak.”Tanya Agus Samsudin sebagaimana tertulis dalam surat dakwaan jaksa.”Tahu Om, disana.”kata saksi Dv.

Terdakwa Agus Samsudin kemudian minta diantarkan, kedua bocah lugu ini tanpa curiga bersedia mengantarkan Agus Samsudin. Awalnya, saksi Dv menolak naik motor karena ada sepeda.”Om, saya naik sepeda aja ya.”kata Dv. Namun terdakwa Agus Samsudin mengajak naik motornya.”Nggak usah, naik motor aja.”bujuk Agus Samsudin. “Ya udah, Bn yok kesini.”ajak Dv pada Bn.

Dalam perjalanan menuju batu 8, terdakwa Agus Samsudin sempat bertanya.”Dek, puasa tak.”Tanya Agus Samsudin.”Tidak Om.”jawab Dv. Selanjutnya terdakwa Agus Samsudin menjalankan motornya menuju arah batu 8. Ternyata terdakwa Agus Samsudin membawa Bn dan Dv ke semak-semak di Jl Garuda, Kelurahan Batu IX, sesampainya di sema, Agus Samsudin menghentikan sepeda motornya dan berkata.”Dv, tolong pegangkan helm Om.”sebut terdakwa Agus Samsudin sambil menyerahkan helm warna hitam yang dipakainya.

Inilah majelis hakim yang memeriks dan mengadili terdakwa Agus Samsudin yang dituntut 13 tahun penjara.

Inilah majelis hakim yang memeriks dan mengadili terdakwa Agus Samsudin yang dituntut 13 tahun penjara.

Kemudian terdakwa Agus Samsudin mengatakan pada saksi Bn.”De kayo ikut, om mau ambil air kaleng di dalam.”ujarnya.Kedua bocah perempuan ini belum menyadari bahaya yang mengintai dan mengikuti langkah kaki terdakwa Agus Samsudin yang membawa mereka lebih jauh ke semak. Didalam semak inilah, aksi bejat Agus Samsudin mulai digelar.”Dek, buka baju dan celananya.”perintah Agus Samsudin. Kontan saja permintaan ini ditolak Bn.”Nggak mau om.”kata Bn. Namun nafsu setan mulai mengusai Agus Samsudin.”Sudah buka saja.”bentaknya.

Karena ketakutan, akhirnya Bn membuka baju dan celananya, kemudian terdakwa Agus Samsudin menyuruh Bn berbaring di atas tanah. Selanjutnya, sambil berjongkok diatas kedua paha Bn, jari-jari tangan Agus Samsudin mulai mengobok-obok kelamin Bn. Hingga Bn kesakitan dan berdarah.”Om sakit.”ucap Dv sambil menangis.”Diam”bentak Agus Samsudin. Karena Bn menangis dan berteriak kesakitan, akhirnya terdakwa Agus Samsudin menghentikan aksi bejatnya.”Om ambil air kaleng dulu ya.”kata Agus Samsudin sambil berlalu.

Saksi Bn kemudian memakai baju dan celananya yang berlumur darah, kemudian dihampiri saksi Dv. Selanjutnya, kedua bocah itu berlari dan menuju jalan besar dan bertemu Sarmin, seorang pencari kayu bakar. Kedua bocah ini kemudian minta diantar pulang kerumahnya. Namun saksi Sarmin mengantarkan ke rumah RT setempat untuk diteruskan ke Polresta Tanjungpinang.

Sebelum berhasil di ciduk polisi pada 31 Desember 2013, ternyata aksi bejat Agus Samsudin terus berlanjut. Kali ini terjadi pada 26 Agustus 2013 sekitar pukul 13 00 Wib yang menjadi korban Ad dan Im. Kedua bocah perempuan ini masih mengenakan seragam SD ketika melintas di Jl Merpati, depan mesjid Al Mujahadin. Kali ini terdakwa Agus Samsudin berpura-pura menanyakan sekolah TK Paud.”Dek, numpang Tanya, sekolah TK dimana ?”tanya Agus Samsudin. Saksi Ad menjawab.” Di atas Pos Yandu Om.”jawabnya sebagaimana tertulis dalam dakwaan. Mendapat jawaban itu, terdakwa Agus Samsudin kemudian berkata.”Tolong tunjukin jalannya ya dek. Ayok naik motor.”ajak Agus Samsudin.

Setelah sampai di PAUD Dahlia, terdakwa Agus Samsudin kemudian berkata.”Udah tak sudah turun, nanti aku kasih jeruk sama duit.”ucapnya. Lalu Agus Samsudin membawa kedua bocah ini ke kelenteng dekat semak-semak di Jl Asia Afrika, kilometer 13 Tanjungpinang. Dilokasi ini, selain menggahi korbanya, terdakwa Agus Samsudin juga merampas anting dan cincin yang dipakai Ad.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya dan merampas cincin dan anting-anting emas tersebut, terdakwa Agus Samsudin kemudian meninggalkan Ad menuju Im yang disuruh menunggu dimotornya. Seperti tidak ada kejadian, Agus Samsudin menyuruh Im melihat Ad disemak-semak dan meninggalkan kedua bocah tersebut dalam hutan. Kedua bocah tersebut kemudian dengan berjalan kaki pulang kerumahnya di Jl Kepodang. Ad kemudian menceritakan musibah yang menimpanya pada kedua orang tuanya. Orang tua korban kemudian melapor ke polisi untuk menangkap pelaku.

Sehari sebelum ditangkap, tepatnya 30 Agustus 2013, ternyata terdakwa Agus Samsudin kembali beraksi, kali ini yang menjadi korban Nz (8) yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya bersama saksi SM (7) dan NC (8). Ketiga bocah ini baru pulang dari sekolah sekitar pukul 10 0 Wib usai latihan menyanyi.”Dek tahu jalan ke Hang Tuah tak ?”Tanya Agus Samsudin pada ketiga bocah itu.”Gak tau om.”jawab NZ. Meskipun dijawab tidak tahu, ternyata akal bulus Agus Samsudin tak hilang, kemudian pura-pura bertanya.”Di sini ada bundaran ya.?”Tanya Agus Samsudin. Pertanyan ini dijawab SM.”Ada.”jawabnya.

Mengetahui salah satu bocah ini bundaran itu, terdakwa Agus Samsudin kemudian pura-pura minta diantarkan.”Ya udah, tolong antar ke bundaran itu. Nanti Om antar pulang.”bujuk terdakwa Agus Samsudin.”Kami tunjukin jalanya aja ya Om.”jawab SM.”Ikut aja, nggak jelas ngomongnya.”kilah Agus Samsudin. SM dan NZ mulai curiga dan ketakutan serta berlari ke arah Pos Kamling.”Jangan, orang itu penculik.”bisik SM pada NZ. Namun NZ tidak percaya, kemudian berkata.” Om ini hanya minta di antar sampai bundaran aja.”katanya.

Kemudian NZ nekad naik sepeda motor terdakwa Agus Samsudin. Namun setelah sampai di bundaran, terdakwa Agus Samsudin bukannya menurunkan Nz malah berkata.”Jalannya terus aja ya dek,Om mau ambil hadiah untuk anak Om di Hanaria.”katanya. NZ yang tidak menaruh curiga menjawab.”Iya Om.”ujarnya. Kemudian ditengah jalan, persisnya di semak-semak terdakwa Agus Samsudin menghentikan sepeda motornya dan berjalan menuju semak-semak.”Sini dek, bantu om ambil kayu kering ini.”bujuk Agus Samsudin. NZ yang belum juga menyadari bahaya yang mengintainya menurut.

Kemudian dengan leluasa terdakwa menggagahi korban, dimulai dari mencongkel kelamin NZ dengan tangan hingga memperkosa korban. Setelah puas, terdakwa Agus Samsudin meninggalkan NZ disemak-semak itu. Korban kemudian pulang kerumahnya dengan berjalan kaki di Perum Kencana III dan mengadukan pada ibunya.”Bunda, NZ diperkosa.”tutur NZ berurai air mata. Mendengar pengakuan putrinya itu, sang ibu spontan bertanya.”Dimana”,Tanya ibu NZ. Dengan lugu Nz menceritakan lokasi tempatnya di perkosa. Selanjutnya bersama ibunya, NZ melapor ke Mapolsek Tanjungpinang Timur.

Akhirnya, polisi berhasil membekuk Agus Samsudin, meskipun ketiga bocah perempuan yang menjadi korban dipertemukan. Terdakwa Agus Samsudin membantah mencabuli dan memperkosa korbannya. Sejumlah petunjuk dan alat bukti serta kesaksian para korban yang masih anak-anak tetap disanggahnya.”Petunjuk dan alat bukti sudah cukup, tidak perlu pengakuan terdakwa. Kami yakin terdakwa Agus Samsudin terbukti bersalah.”kata JPU Redbuli Sanjaya SH usai pembacaan tuntutan, Selasa (04/03).

Terdakawa Agus Samsudin dijerat melanggar pasal 82 UU RI Nomor 23 tentang perlindungan anak junto pasal 64 ayat (1)ke -1 KUH Pidana. Menuntut terdakwa Agus Samsudin selama 13 tahun penjara plus denda Rp 250 juta subsidair 10 bulan penjara.

Majelis hakim PN Tanjungpinang yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut dipimpin Jarihat Simarmata SH MHum dengan anggota Iwan Irawan SH MH dan Bambang Trikoro SH MH menunda persidangan selama 1 Minggu untuk memberikan kesempatan bagi terdakwa Agus Samsudin menyampaikan pembelaannya.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sel 04 Mar 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda