| | 1.479 kali dibaca

Pembunuh Manis Ternyata Masih Pelajar SMA

Konfrensi pers kasus pembunuhan di Tanjungbalai karimun.=

Konfrensi pers kasus pembunuhan di Mapolres Tanjungbalai Karimun.

Karimun, Radar Kepri-Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kundur dibantu  Kepolisia Resor (Polres) Karimun berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Manis Cara Niasari binti Nasrun (17), warga Parit Tegang Desa Sungai Sebesi Kecamatan Kundur.
Tidak tanggung-tanggung, dalam menagani kasus ini Kapolres Karimun, AKBP Dwi Suryo Cahyono langsung turun tangan dengan menerjunkan dua ekor anjing pelacak dari Polda Kepri, Senin (08/07). Sehingga berhasil menemukan pelaku berinisial SY (18) yang masih tetangga korban. Dimana, rumah pelaku hanya berjarak sekitar 200 meter dengan lokasi kejadian.
Tersangka SY ternyata masih adik kelas korban yang saat ini akan naik ke kelas dua di salah satu SMA sederajat yang ada di Kecamatan Kundur. Hal tersebut dibuktikan dengan di giringnya SY ke Karimun dan tiba di Pelabuhan Sayahbandar Tanjung Balai Karimun bersama rombongan aparat Polres Karimun, Senin malam sekitar pukul 21.30 WIB yang dipimpin langsung oleh Kapolres.
Kronologis tertangkapnya pelaku, bermula ketika tim identifikasi melakukan proses olah Tempat  Kejadian Perkara (TKP) dan menyusuri rumah-rumah tetangga korban sekitar pukul 15 00 WIB. Saat proses tersebut, polisi melihat gerak-gerik SY yang mencurigakan. Tidak seperti warga lain yang berkerumun dan berdesakan untuk mengetahui atau melihat secara pasti pengungkapan kasus tersebut oleh polisi.
Informasi yang diperoleh dari warga setempat, atas gerak-gerik SY yang mencurigakan itu akhirnya Polisi berpakaian preman mencoba berkomunikasi atau sekedar berbasa-basi dilokasi olah TKP pada SY. Kemudian ketika ditinggal sebentar oleh Polisi tersebut, tiba-tiba SY pergi meninggalkan lokasi entah kemana dengan menggunakan sepeda motornya.
Berdasarkan hal itu pula-lah, tim buser dari Polres Karimun segera mengejar SY hingga akhirnya berhasil diamankan di sekitar Kilometer 4 Kecamatan Kundur. Saat itu juga dia langsung dimintai keterangan. Meski sempat berkelit, namun akhirnya pria kelahiran Sungai Guntung-Riau, itu-pun mengakui perbuatan pembunuhan terhadap Manis secara tragis tersebut.

Atas pengakuan SY, polisi langsung mengamankannya ke Polsek Kundur untuk dimintai keterangan sementara. Setelah itu, tersangka langsung digelandang ke Polres Karimun sekitar pukul 21 30 WIB dengan menggunakan kapal patroli milik Pol Air Polres Karimun.
Kapolres Karimun, AKBP Dwi Suryo Cahyono tampak langsung memimpin rombongan saat membawa tersangka tiba di Tanjungbalai Karimun sekitar pukul 23.00 WIB, serta diikuti beberapa tim Reskrim Polres Karimun, jajaran Intel Polres Karimun dan Pol Air Polres Karimun.
Berdasarkan keterangan dari Kapolres Karimun, AKBP Dwi Suryo Cahyono saat di konfirmasi wartawan ketika baru tiba di Tanjungbalai Karimun bersama tersangka dan sejumlah personelnya membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan Manis. Namun orang nomor satu di kepolisian Karimun ini tidak banyak berkomentar. Bahkan Kapolres terlihat kaget melihat sejumlah wartawan sudah menunggu kedatanganya di pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun.”Wah, tahu dari mana ini.”ucap Kapolres sambil terus melangkah menuju mobil dinasnya yang diparkir tepat di halaman depan Polsek Urban Tanjung Balai.
Ketika ditanya mengenai penangkapan pelaku pembunuhan di Kundur atas korban bernama Manis, Dwi mengaku telah melakukan penangkapan tersangka dari hasil penyelidikan jajarannya. “Penangkapanya sore, setelah diintrogasi akhirnya ia mengaku telah melakukan pembunuhan tersebut. Akhirnya kita amankan untuk penyidikan lebih lanjut,” ucap Dwi.
Sementara itu, dalam jumpa pers di Mapolres Karimun, Kapolres Karimun, AKBP Dwi Suryo Cahyono juga mengatakan SY telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 365 ayat 3 junto ayat 1 subsider pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.”Penangkapanya sore, setelah diintrogasi akhirnya ia mengaku telah melakukan pembunuhan tersebut, selanjutnya kita amankan untuk penyidikan lebih lanjut.” ucap Dwi.
Modus yang dilakukan pelaku kata Kapolres, bahwa sebelum menjalankan aksi pembunuhan tersebut, ternyata pelaku berkeinginan memiliki uang untuk memperbaiki sepeda motornya. Sehingga pada Sabtu kemarin (6/7) ketika SY bangun tidur sekitar pukul 07 55 Wib langsung ke warung korban, kebetulan di dapati Manis (korban) yang menjaga warung. Sedangkan ibu korban sedang ke kebun menoreh karet. Pelaku datang dengan berpura-pura membeli jagung serta roti jagung (sejenis biskuit).”Ketika korban melayani pelaku sebagai pembeli untuk mengambilkan jagung, maka leher korban dipiting (dijepit menggunakan lengan dua pelaku) dari belakang, selanjutnya diseret ke ruang tamu dan sampai ke kamar mandi di belakang rumah yang kebetulan terdapat sumur. Ternyata korban sempat memberikan perlawanan, namun tenaganya kalah kuat sehingga terjatuh kemudian kepalanya pijak oleh pelaku berkali-kali.”ucap Dwi.
Tidak hanya cukup sampai disitu, pelaku lalu mengambil taplak meja dan menjerat leher korban sampai tak bernyawa. Untuk mengetahui atau memastikan akan kematian korban, pelaku menyeret tubuh korban ke kran yang digunakan untuk berwudhu tepat di sekitar sumur. Setelahnya wajah korban pun disiram air dari kucuran kran tersebut.
Setelah memastikan korban sudah betul-betul tak bernyawa, maka pelaku meninggalkan jasad korban dan sempat pulang kerumahnya untuk bersih-bersih rumput sebentar, kemudian dia kembali lagi ke rumah korban lalu ke kamar ibu korban untuk mengambil uang sebesar Rp1 442 000 dari dalam lemari pakaian yang terletak di kamar. Ternyata uang tersebut untuk arisan ibu-ibu PKK, karena kebetulan ibu korban adalah sebagai bendahara
Pelaku kata Dwi lagi, kenal dan cukup dekat dengan korban. Bahkan jarak rumah antara pelaku dengan korban hanya sekitar lima menit jika dilakukan berjalan kaki.”Pelaku ditangkap di Kilometer 4 Kecamatan Kundur. Pada saat ditangkap tidak ada perlawanan dari pelaku dan dia menjawab secara jujur perbuatan yang telah dilakukannya sehingga menghilangkan nyawa Manis.”ucap Dwi lagi.
Sementara tersangka SY sendiri enggan menjawab sejumlah pertanyaan wartawan saat ekspos perkara di Mapolres Karimun kemarin.

Dalam mengungkap kasus pembunuhan yang menghebohkan ini, selain menurunkan sejumlah tim dari satuan Reskrim dan Intelijen. Kapolres juga mendatangkan dua ekor anjing pelacak untuk mengendus pelaku, yang sama sekali tak diketahui indetitasnya saat itu.”Kita turunkan dua ekor anjing pelacak yang juga bertujuan untuk mengungkap kasus ini.”terangnya. Dari situlah juga akhirnya dicurigainya pelaku, yang berakhir terungkapnya kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Kundur tersebut. (jantua dolok saribu)

Ditulis Oleh Pada Rab 10 Jul 2013. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek