'
| | 1.596 kali dibaca

Pembangunan Gedung LAM Lingga Molor dan Amburadul

Inilah proyek pembangunan geduang LAM Lingga yang molor pengerjaannya dan amburadul.

Inilah proyek pembangunan geduang LAM Lingga yang molor pengerjaannya dan amburadul.

Lingga, Kepri Info-Pembangunan gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) di Daeklingga melalui Anggaan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Kepulauan Riau. Hingga,Rabu 24 Desember 2014 belum selesai pengerjaanya.

Padahal, proyek yang menggunakan APBD Provinsi Kepri tersebut seharusnya sudah selesai pembanguannya. Sehingga, terindikasi keterlambatan proyek tersebut akibat kontraktor pelaksana yang kurang tepat waktu menyelesaikannya.

Urain diatas diungkapkan mandor kontraktor pelaksana PT Bintang Utama Teknik (PT BUT) yang melaksanakan pembanguan gedung LAM tersebut ketika dikonfirmasi terkait batas waktu pelaksanaan dan kontraktor pelaksananya.”Plang nama proyeknya sudah kami cabut, sebab masa kontaknya sudah habis.”ucapnya.

Selain itu, salah seorang pengurus LAM Lingga, H Ismail yang kebetulan hadir di lokasi, mengeluhkan terkait ketidak sempuranaan dan pembangunan gedung LAM adat tersebut terkesan asal jadi.”Selama ini saya tidak melihat ada kontraktor yang mengawasinya, cobalah lihat banguannya. Pengerjaanya terkesan asal siap, bangunannya tidak sempurna dan tidak siku betul.”ujarnya, Rabu, ( 24/12).

Dirinya menyanyangkan, proyek bernilai Milyaran rupiah tersebut, pengerjaanya amburadul, apalagi demi kepentingan balai adat masyarakat melayu kabupaten Lingga.”Coba lihat, asal saja, bangunan tidak siku, tiangnya bangunanya, tidak lurus. Maalah ada yang keluar dan ke dalam, tidak betul-betul luus dan sejajar.”tambahnya lagi.

Papan proyek pembangunan gedung LAM Lingga yang belum juga selesai dikerjakan.

Papan proyek pembangunan gedung LAM Lingga yang belum juga selesai dikerjakan.

Sementara itu, ketua I LAM Lingga, tidak bisa memberi tanggapan di karena dirinya, sedang malakukan pembahasan terkait Anggaran Pendapatan Daerah Kabupaten Lingga tahun 2015, yang saat ini masih di bahas bersama DPRD Lingga. Ketika disampaikan terkait temuan lapangan terkait pembangunan Balai adat tersebut.”Wah teruk (parah,red).”balasnya singkat.   Pantauan media ini dilapangan, beberapa bangunan belum selesai di kerjakan, bahkan banguan tersebut terlihat tidak benar-benar siku, sehingga agak menyerupai wajik, pemasangan keramik terlihat jelas dari ujung bangunan ke ujung lainya, terlihat selisih yang cukup jauh. Belum lagi tiang banguan dalam balai adat tersebut, tidak lurus maupun sejajar dengan tiang lainya.

Pihak dari konsultan pengawas, CV Tunjuk Satu Konsultan, tidak berada di lokasi dalam mengawasi pengerjaan proyek tersebut. Nomor Handphone yang di dapatkan dari mandor dari pihak kontraktor pelaksana, ketika di hubungi tidak di angkat. Walau nada panghilan telpon dari media ini masuk dan konfirmasi melalui pesan singkat tidak di balas hingga berita ini dimuat.

Menurut mandor dari kontraktor pelaksana pembanguan balai adat tersebut, pihak Konsultan pengawas dari CV Tunjuk Satu Konsultan, bernama Antok, namun sampai berita ini di terbitkan, media ini belum berhasil menjumpai Antok, konsultan pengawas sebagaimana yang di katakan  mandor tersebut. Media ini belum dapat konfirmasi terkait molornya pelaksanaan pembanguan balai adat dan ambuardulnya pembangunan gedung LAM  tersebut, sebagaimana yang di katakan pengurus LAM Lingga, H Ismail.

Dalam papan plang proyek tersebut, program kegiatan dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Riau, dengan masa kerja 150 kalender, sumber dana Dari APBD Provinsi KepriTahun 2014 dengan nilai kontak Rp 2 328 002 000,00 dengan pelaksana kegiatan PT Bintang Utama Teknik dan pengawas, CV Tunjuk Satu Konsultan.(amin)

Ditulis Oleh Pada Kam 25 Des 2014. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek