' '
| | 2.886 kali dibaca

Pemadaman Listrik Tidak Menentu, Warga Tagih Komitmen PLN

Warga saat berada di dalam kantor PLN disambut Wakapolresta Tanjungpinang

Warga saat berada di dalam kantor PLN disambut Wakapolresta Tanjungpinang

Tanjungpinang, Radar Kepri-Jadwal pemadaman listrik yang tidak menentu, membuat puluhan warga kembali mendatangi PLN Tanjungpinang. Warga menuntut janji PLN beberapa waktu lalu, bahwa pemadaman dalam satu hari hanya dua kali.

Namun kenyataannya, pemadaman listrik di Tanjungpinang terjadi tiga kali dalam satu hari, sehingga memicu puluhan warga mendatangi kantor PLN Tanjungpinang yang berada di Jalan Bakar Batu, Senin (01/06).

Warga menuntut komitmen dan janji Manajer PLN Tanjungpinang, Majuddin beberapa waktu yang menyatakan pemadaman listrik akan dilakukan dua kali dalam satu hari dengan durasi tiga jam sekali mati. Tapi kenyataannya dalam satu hari terjadi tiga kali pemadaman listrik, dalam satu hari dengan total durasi sembilan jam lebih.

Warga yang sebelumnya berada diluar kantor PLN sempat emosi dan masuk ke dalam karena hampir empat jam menunggu kedatangan manajer PLN Tanjungpinang, Majuddin untuk melakukan dialog. Warga sempat bersitegang dan memaki beberapa karyawan PLN saat meminta dimana keberadaan Majuddin. Saat Mahjudin datang, terjadi keributan mulut antara warga dengan salah seorang aparat keamanan yang saat itu mengawal Majuddin.

Dalam dialog dengan manajer PLN Tanjungpinang, warga minta agar PLN Tanjungpinang menepati janjinya untuk mematikan listrik dua kali dalam satu hari. Majuddin yang saat itu didampingi Wakapolresta Tanjungpinang menyatakan hal tersebut tidak bisa dipenuhi, karena ada beberapa mesin pembangkit yang mengalami kerusakan dan sedang dalam perbaikan. Bila pemadaman listrik bergilir satu hari tiga kali tidak dilakukan, maka pembangkit yang lain akan mengalami hal yang sama. Majuddin meyakinkan warga pada tanggal 16 Juni nanti pemadaman listrik sudah tidak akan terjadi lagi, karena satu unit mesin pembangkit dengan kapasitas 10 mega watt yang didatangkan dari Singapura sudah tiba di pelabuhan Sribayintan Kijang.

Warga yang mendengar penjelasan dari manajer PLN Tanjungpinang tersebut tidak percaya, karena hal itu sudah sering dikatakan oleh Majuddin. Akhirnya disepakati perjanjian PLN akan mematikan listrik yang menggunakan daya besar, seperti kantor pemerintahan, hotel-hotel serta tempat lain yang memakai daya listrik melebihi rumah tangga.

Pemadaman listrik yang dilakukan PLN Tanjungpinang dikarenakan terjadinya defisit listrik sekitar 18 mega watt. PLN Tanjungpinang sendiri memiliki dua Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berada di Suka Berenang dan Air Raja, serta Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang berada di Tekojo, Kijang. PLN Tanjungpinang juga bekerjasama dengan PLTU Galang Batang milik swasta. Walaupun sudah memiliki beberapa pembangkit dan kerjasama dengan swasta, tapi hal itu tidak bisa memenuhi listrik di seluruh Tanjungpinang dan Bintan.Warga-pun melakukan aksi dengan melakukan demo besar-besaran beberapa waktu lalu yang berakhir dengan kericuhan.(wok)

Ditulis Oleh Pada Sen 01 Jun 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda