' '
| | 2.405 kali dibaca

Pelaku Pengeroyok Anggota Pemuda Pancasila Masih Bebas Berkeliaran

Yustinus

Inilah Yustinus, anggota Pemuda Pancasila yang babak belur dihajar debt colektor salah sasaran ketika mendapat perawatan medis.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Diduga salah sasaran, tiga orang anggota Pemuda Pancasila (PP) ranting Pinang Kencana, kecamatan Tanjungpinang Timur babak belur dikeroyok  beberapa juru taguh hutang alias debt Colektor, Rabu (24/12) malam, di sebuah warung tuak, Batu 10.

Tiga anggota PP  yang jadi korban, masing-masing Yustinus Galo, Fanihely dan Felix. Akibatnya, Yustinus Galo dan Fanihely mengalami luka di kepala karena dipukul menggunakan botol tuak.

Usai kejadian, ketiga orang tersebut ditemani keluarga dan kerabat langsung membuat laporan ke Polsek Tanjungpinang Timur. Atas saran dari pihak anggota Polsek Tanjungpinang Timur, para korban diminta untuk divisum dan dirawat di rumah sakit.

Tetapi setelah mendapatkan perawatan, pihak korban dan pengurus Pemuda Pancasila kecewa terhadap pihak Polsek Tanjungpinang Timur. Sebab laporan dari pihak korban tidak ditindak lanjuti oleh pihak Polsek Tanjungpinang Timur.

Menyikapi hal ini, beberapa pengurus Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) PP Kota Tanjungpinang dan ketiga korban kembali mendatangi Polsek Tanjungpinang Timur untuk meminta kejelasan dari kasus pengeroyokan tersebut.

Yustinus dijumpai wartwan usai dari Polsek Tanjungpinang Timur, Sabtu (27/12) menceritakan kronologis kejadian. Saat itu, mereka sedang minum tuak bersama temannya.

Tiba-tiba, Yustinus bersama temannya didatangi oleh Hendrik Cs (pelaku) sambil marah dan menantang untuk mengajak berkelahi. “Dia bilang siapa yang jagoan disini, sambil memukul meja hingga gelas dan botol berantakan. Padahal kami tidak tahu apa penyebabnya, kami pun tidak mengenal dia,”ujar Yustinus, didampingi pengurus MPC PP Kota Tanjungpinang.

Setelah itu, lanjut Yustinus, ada sekitar lebih dari 10 orang langsung datang dan memukuli mereka.”Kami hanya berempat. Hendrik dan temannya memukul kami menggunakan botol yang berisi tuak hingga kepala kami bocor dan mengeluarkan banyak darah.”terangnya.

Yustinus dan temannya, baru mengetahui pelaku adalah Hendrik Cs yang merupakan pekerja Debt Collector dari MFC, salah satu Finance yang ada di Batu 6.”Saya baru tahu identitas pelaku dari orang yang ketika itu membantu kami dan membawa ke Polsek Tanjungpinang Timur untuk membuat laporan.”jelasnya.

Meski telah melapor dengan keadaan luka berat, Yustinus sangat kecewa terhadap pihak Polsek Tanjungpinang Timur yang tidak begitu merespon laporan mereka seusai kejadian.

“Saat melapor, kami diminta untuk divisum dan dirawat di rumah sakit. Tetapi tidak ada satu pun petugas atau anggota polisi yang mendampingi kami. Keluarga saya kembali mendatangi Polsek Tanjungpinang Timur pada hari itu juga. Pihak Kepolisian yang piket itu mengatakan, harus ada korban yang membuat laporan. Kami jadi bingung, padahal saya harus di rawat di RSUP.”terang Yustinus.

Sementara itu, Ketua PP Ranting Pinang Kencana, Yos juga cukup kesal atas sikap dari kepolisian Polsek Tanjungpinang Timur yang tidak begitu merespon laporan anggotanya.”Baru tad kami dating dan diberi surat LP tertanggal 25 Desember 2014, pukul 02.30 Wib. Sementara itu ketiga korban dari anggota kami, belum juga di BAP untuk pemberkasan. Alasannya tadi belum ada penyidik yang piket karena sibuk pengamanan Natal.”beber Yos saat itu turut mendampingi korban.

Anehnya, tambah Yos, pelaku (Hendrik) juga melapor dan diterima pihak Polsek Tanjungpinang Timur untuk membuat laporan dari kejadian yang sama.”Padahal tangan Hendri itu luka karena ia memukul meja dan terkena pecahan kaca dari gelas serta botol,” terang Yustinus.

Yos meminta agar pihak kepolisian Polsek Tanjungpinang Timur agar serius menangani kasus pengeroyokan terhadap anggotanya.

Pada kesempatan terpisah, Surya Bintan, Wakil ketua MPW Kepri dikonfirmasi radarkepri.com mengatakan.”Saya sedang di Pekanbaru, nanti saya pelajari dulu sebelum mengambil tindakan terhadap para pelaku. Coba koordinasi dengan Monang selaku ketua MPC PP Kota Tanjungpinang.”kata koorcab PP Bintan ini ketika dihubungi media ini melalui ponselnya, Sabtu (27/12).

Monang, ketua MPC PP Kota Tanjungpinang mengungkap.”Kita mengajukan sikap protes terhadap proses pengusutan kasus ini. Kita juga akan pertanyakan dan menuntut, bagaimana system rekruitmen karyawan di MFC tersebut. Kok sampai ada tindakan kekerasan.”terang Monang.

Sebelumnya, lanjut Monang, ada peristiwa yang membuat kekecewa pihak korban.”Harusnya, ketika visum dilakukan didampingi pihak Polsek Tanjungpinang Timur. Karena korban mengalami luka berat, Yustinis mendapat 7 jahitan, sedangka Felix mendapat 4 akibat hantaman botol.”beber Monang.

Kasus ini sendiri, menurut Monang tidak ada kaitannya dengan ketiga korban yang dipukul,”Kredit motor yang macet itu bukan perbuatan korban, tapi karena wajah korban mirip dengan penunggak kredit macet itu, para debt kolektor ini langsung menganiaya tanpa bertanya dulu.”bebernya.

Anehnya lagi, lanjut Monang, para pelaku masih dibiarkan oleh Polisi bebas berkeliaran.”Ada angota keluarga korban yang melihat Hendrik ini di Polsek, tapi dia datang untuk melaporkan balik. Saya menduga ada yang mengajarin Hendrik ini, mungkin ada kerabat oknum polisi yang terlibat dalam pemukulan itu.”duganya.

Hal itu, lanjut Monang tidak mempengaruhi sikap MPC PP Kota Tanjungpinang.”Kita akan terus mengawasi dan memonitor perkara ini hingga sampai ke pengadilan. Ini tindak pidana murni, kalaupun ada perdamain proses hukum harus terus dilanjutkan ke pengadilan.”tegasnya.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sab 27 Des 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

1 Comment for “Pelaku Pengeroyok Anggota Pemuda Pancasila Masih Bebas Berkeliaran”

  1. aldi
    08/01/2015
    Saya Aldi Seketaris KOMANDO INTI MAHATIDANA PEMUDA PANCASILA KOTA TANJUNGPINANG, dan juga sebagai Kepala Perwakilan Surat Kabar Umum REVOLUSI TIME untuk Wilayah Provinsi Kepri dan Tanjungpinang. Saya sangat-sangat mengharapkan kepada pihak hukum agar secepat mungkin dapat menuntaskan permasalahan ini. Karna Keluarga besar Pemuda pancasila sangat tidak menerima dengan apa yang telah terjadi kepada anggota kami. Kami masih mempercayai hukum yang ada. Kami takut tidak bisa mengendalikan amarah para keluarga besar anggota PP apabila hal ini lambat ditindak lanjuti… mohon perhatian dan tindakannya……. Terimakasih…

Komentar Anda

Radar Kepri Indek