'
| | 708 kali dibaca

Pekerja Pembangunan Puskermas Kecewa Kontraktor Tak Lunasi Upah

Tajudin

Tajudin pengawas proyek pembangunan puskesmas di Bintan yang belum melunasi upah tukangnya.

Bintan, Radar Kepri-Solihin, pekerja pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pembantu di Desa Numbing Kecamatan Bintan Pesisir Kabupaten Bintan kecewa dengan kontraktor yang memenangkan tender 2014 lalu. Pasalnya, gajinya sebanyak Rp 24 juta belum dibayar oleh kontraktor yang belum diketahui nama CV pemenang tender senilai Rp 2,6 Milyar dari anggaran ABBN itu.

Menurut Solihin, ketika dikonfirmasi radarkepri.com melalui ponselnya, Senin (16/02) mengatakan.”Upah saya yang belum dibayar sekitar Rp 14 juta oleh kontraktor. Yang saya tahu, Tajudin yang mengatur, mengawasi pekerjaan Puskesmas itu.”katanya.
Kemudian lanjut Solihin.”Seharusnya upah kami sudah dibayar lunas tahun 2014 lalu. Namun hingga saat ini, upah kami masih ditahan oleh kontraktor itu, saya tidak tahu apa nama CV yang memenangkan tender itu, karena di bangunan tersebut tidak ada papan plang proyeknya, tapi saya tidak tau itu, yang bertanggung jawab Tajudin. Karena saya memborong bangunan bagian atas, atapnya sama Tajudin.”terang Solihin.
Dilanjutkan Solihin.”Masak iya, untuk membayar uang makan saja di kantin Tajudin memotong uang saya sebesar Rp 6 juta. Sementara perjanjianya dulu sama orang kantin, untuk 2 orang makan perharinya Rp 50 ribu, kami makan disana, selama 2 bulan. Itupun tidak full 2 bulan. Jika dikalikan 50×60 hari baru berjumlah 3 juta. Dimana datangnya 6 juta.”tanya Solihin.
Sementara, Pengawas pekerjaan Puskesmas tersebut, Tajudin, dikonfirmasi awak media ini, terkait dengan upah pekerja tersebut, Senin (16/02) disatu tempat kedai kopi simpang Anggrek Merah, mengatakan.”Kalau Solihin mengatakan sekitar 14 juta gajinya, belum dibayar. Itu bohong, karena sisa gajinya sekitar Rp 6 juta, itu bersih. Terlambatnya gajinya dibayar, karena pihak kontraktor belum membayar ke saya, mungkin sekitar, Selasa atau Rabu, saya ke Batam lagi untuk mengambil uang gaji mereka.”Kata Tajudin.
Masih Tajudin.”Saya sudah berupaya untuk meminta ke kontraktornya. Namun saya juga kena tipu oleh kontraktor. Saya pernah disuruh oleh pak Jon selaku pemborong, diberi uang Rp 5 juta serta cek kosong, jadi masalah itu sudah bergulir juga ke Polsek. Tapi itu urusan sayalah, kalau Solihin mengatakan sisa uangya 14 juta itu tidak benar, karena uang yang dipinjamnya dari kantin itu banyak, jadi saya yang bayar, karena orang kantin tau-nya dengan saya.”jelas Tajudin.
Dilanjutkan Tajudin.”Sebenarnya masalah ini sudah lama bermasalah. Kontraktor yang ini, yang ke 2 kalinya. Kontraktor pertama sudah bermasalah, jadi ini kontraktornya yang ke 2. Jika kita hitung upah mereka semuanya, sekitar Rp 300 juta, jadi sudah dibayar juga sebagian. Namun kita tetap membayar gaji mereka, karena ini hasil keringat.”tutup Tajudin.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sen 16 Feb 2015. Kategory Bintan, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek