| | 1.442 kali dibaca

Oknum Polisi “Terlibat” Pembunuhan Juragan Sembako

Jenazah Apeng, korban perampokan dan pembunuha ketika dibawa untuk otopsi.

Jenazah Apeng, korban perampokan dan pembunuha ketika dibawa untuk otopsi.

Kundur, Radar Kepri-Terkait pemberitaan media ini sebelumnya tentang Apeng, warga Kundur yang tewas dibunuh oleh 2 warga yang belum di kenal (28/9) yang  lalu. Optimistisme masyarakat Kundur terjawab sudah, para pelaku pembunuhan berhasil ditangkap di Lampung beberapa waktu lalu.

Kapolsek Kundur, Kompol Jamalludin SH MH melalui Wakapolsek AKP Samsukar dijumpai media ini diruang kerja mengatakan pada awak media ini, berhasilnya pihak kepolisian sebenarnya adalah hasil kerjasama dengan masyarakat Kundur, terutama Polres Karimun dan Polda Kepri beserta Pihak Polda Lampung.”Karena tersangka berinisial TA dan OP berhasil kita tangkap disana. Sementara TA dan OP rupanya telah dibantu oleh temannya sendiri berinisial HA sebagai pemandu jalan pelarian.”terang Wakapolsek.

Dalam pelarian ke Lampung, diduga pelaku akan menyeberang ke Jakarta melalui pelabuhan Bakaheuni.”Pada tanggal 19 Oktober 2014, ketiga pelaku baru berhasi kita ringkus. Dan sekarang telah diamankan di sel Polres Karimun.”terang AKP Samsukar.

AKP Samsukar menambahkan keterangan dan mengatakan, kuat dugaan inisial AN ikut terlibat yang sekarang masih buron.”Untuk sementara dugaan ada 4 orang atau lebih tentang pembunuhan dan perampokan. Karena dalam pelarian tersebut, mereka telah membawa kabur uang cas hasil perampokan sebesar Rp 80 juta dan 3000 dolar Singapura.”katanya.

Yang jelas, ini masih tahap penyidikan, pihak kepolisian bisa saja banyak yang terlibat.”Kita tunggu saja.”demikian AKP Samsukar.

Ditempat terpisah, menurut sumber awak media ini yang layak dipercaya, terkuak dugaan oknum kepolisian Kundur berinisial H ada keterkaitan telah menggondol ATM si korban, Apeng. Menurut sumber sewaktu didatangi di TKP, oknum berinisial H telah mengambil ATM korban (28/9).

Oknum polisi berinisial H ini juga diduga telah bekerjasama dengan AM untuk mentransfer uang yang ada di ATM tersebut. Karena di ATM korban juga tertera nomor PIN dengan menggunakan tulisan Cina, di perkirakan ada Rp 200 juta hingga Rp 300 juta uang yang telah ditranfer ke rekening pribadi H, dan kuat dugaan uang tersebut telah dibelikan motor dan mobil.

Sekarang H, oknum polisi tersebut telah di tahan di Polres Karimun.”Ibarat pepatah mengharapkan pagar jaga tanaman akan tetapi pagar makan tanaman. Itulah yang paling cocok gelaran dan sebutan untuk H.”ucap sumber.(suhendri)

Ditulis Oleh Pada Sen 27 Okt 2014. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda