| | 1.170 kali dibaca

Oknum LSM dan Wartwan Peras Pengusaha

Tanah timbunan yang dijadikan ajang pemerasan bagi sejumlah pengurus LSM dan wartawan di Kundur Barat.

Inilah tanah timbunan yang diduga jadi ajang pemerasan bagi sejumlah pengurus LSM dan wartawan di Kundur Barat.

Kundur Barat, Radar Kepri-Diperkirakan uang hampir sebesar Rp 30 juta milik seorang warga Tiongha bernama Bak Hiang raib karena menjadi korban dugaan pemerasan beberapa oknum yang mengaku-ngaku pengurus LSM dan wartawan. Aksi ini terjadi hampir sebulan lebih  lamanya, sejak awal bulan februari hingga Minggu ketiga Maret 2015 lalu.

Menurut Amran, wakil direktur Lembaga Greening Kundur mengatakan pada awak media ini.”Adalah Hendra (26) anak Bak Hiang, warga Sawang Kundur Barat membeberkan beberapa pengurus mengaku-ngaku dari LSM dan oknum, juga mengaku-ngaku dari media tertentu telah mendatangi Bak Hiang  mempertanyakan legalitas penimbunan diatas sebidang tanah sisa diperkirakan berukuran 14 meter x 10 meter.”terang Amran.

Tanah tersebut, lanjut Amran sebenarnya adalah sisa dari pemotongan parit dari hasil kerja PNPM tahun 2014 lalu. Dikarenakan ketidakjelasan kerja penimbunan diatas, tanah sisa tersebut, diduga Bak Hiang tidak bisa menjawab. Sehingga terkesan sangat mudah bagi mereka yang mengaku-ngaku pengurus LSM dan wartawan tadi memalak Bak Hiang.”Itu yang diceritakan Hendra selaku anak Bak hiang kepada saya.”katanya.

Ketika hal itu dikonfirmasi pada Lurah Sawang, Shahrial, mengaku tidak mengetahui. Bahkan tidak terkait tentang palak-memalak tersebut, Lurah, bahkan sempat bersumpah jika tidak pernah meminta pada Bak Hiang sepeserpun. Menurut Shahrial.”Saya pribadi melibatkan ke Bak Hiang dikarenakan tanah sisa pemotongan parit besar yang memotong jalan besar tersebut bersempadan dengan tanah kepemilikan Bak Hiang. Supaya jangan runtuh oleh hujan, sekalian saja Bak Hiang membuat batu miring disebelah parit sekaligus Bak Hiang mau memanfaatkan tanah sisa pemotongan parit.”terang Lurah.

Dilanjutkan Lurah, apakah mau membangun gudang mini atau kios.”Paling cuma 2-3 kios saja, nanti baru dijelaskan ke Bak Hiang. Apakah ini pinjam sewa tanah ?. Karena hal ini juga berlaku untuk tanah disebelah parit bagian atas. Karena termasuk rencana pembuatan Pasar malam karena investor lokal mungkin cuma Bak Hiang yang ada.”beber Lurah.

Sambung Lurah.”Bukan saya mau menjual aset tanah kelurahan pada Bak Hiang, tak mungkinlah bisa masuk penjara saya.”ungkap Sahrial.

Ditempat terpisah, ketika awak ini menemui Bak Hiang ditempat kediamannya, Bak Hiang mengatakan tidak lagi melanjutkan pekerjaannya, mungkin Bak Hiang jera dan ketakutan oleh ulah beberapa oknum tadi. Padahal material seperti batu granit gelondongan untuk pembuatan batu miring beserta kerikil granit sudah stanbye ditempat lokasi kerja. Dan Bak Hiang tidak mau meneruskan pekerjaannya lagi. Menurut Hendra, anak Bak hiang sudah ada modal bapaknya terpendam sekitar Rp 30 jutaan dan jika ditambah dengan palakan semua berkisar Rp 60 jutaan.

Menurut beberapa warga, upaya pemerintahan Kundur Barat berbuatlah hal yang jelas untuk hak atas tanah, Tata Ruang dan wilayah harus jelas mana aset tanah kecamatan, kelurahan dan warga.”Ini di Kundur Barat khususnya tak jelas, apalagi terkesan buang badan jika kedepan bermasalah oknum pemerintahan KUBA ini.”ungkap warga yang tidak mau disebutkan namanya.(henz)

Ditulis Oleh Pada Sel 14 Apr 2015. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek