' '
| | 779 kali dibaca

Nelayan Pertanyakan Bantuan Pemko Tanjungpinang

Awang Kecik dan jaring Gong-gong

Awang Kecik dan jaring Gong-gong yang biasa dipakai untuk menghidupi keluarganya.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Pandangan laki-laki berumur 60 tahun itu terlihat kosong, resah dan gelisah jelas tak bisa ditutupi Awang Kecik. Pikirannya sedang galau, laki-laki berkulit gelap, terpanggang matahari ini jelas sedang susah hati. Puluhan tahun menjadi nelayan jaring di Tanjungpinang, khususnya di perairan Senggarang. Kini, Awang Kecik dilarang menjaring oleh warga yang bermukim di laut tempat dia biasa menebar jaring.

Dijumpai Radar Kepri, Rabu (02) di kediamannya, di JalanTeladan RW/X- RT/02, Kelurahan Kemboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat. Awang Kecik terlihat sedang merenung.”Kemana lagi saya akan menjaring Gong-gong.?”demikian sepenggal pertanyaan yang disampaikan Awang Kecik membuka pembicaraan dengan media ini.

Padahal, satu-satunya ke ahli-an kakek dengan dua cucu ini untuk menafkahi keluarganya adalah menjaring.”Saya tidak bisa bekerja lain, menjaring ini satu-satunya pekerjaan yang bisa membuat dapur dirumah tetap berasap. Tiba-tiba saya dilarang menjaring, apalagi yang mesti saya buat”lirih Awang Kecik.

Ketika media ini menanyakan berapa hasil yang diperolehnya dengan menebar jarrng itu, wajah Awang Kecik terlihat sedikit berbinar,”Kalau lagi mujur, paling-paling dapat 3 kilogram sampai 4 kilogram Gong-gong. Jika dijual, kira-kira Rp 50 ribu sampai Rp 60 saja.”katanya.

Akan tetapi, masih menurut Awang Kecik, uang hasil penjualan Gong-gong itu tidak semua bisa dibawa pulang. Awang Kecik harus mengeluarkan biaya operasional sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu.”Uang yang dikeluarkan itu untuk bayar sewa pompong dan beli minyak. Jadi, paling-paling saye hanya bisa bawa Rp 30 ribu saja kerumah.”katanya. .

Puluhan tahun menjadi nelayan jaring, Awang Kecik mengaku pernah beberapa kali di datangi oleh pegawai Pemko Tanjungpinang ataupun oknum LSM.”Mereka minta foto copy KTP dan KK, kata mereka, saya akan mendapat bantuan. Tapi, sampai hari ini se-rupiah-pun belum ada sampai bantuan tu. Entah nyasar kat  jaring mane bantuan tu.”ucapnya Awang dengan nada sedikit kesal.

Nasib Awang Kecik sama seperti Johan bersama 16 orang nelayan sondong di Tepi Laut, Tanjungpinang. Sering di minta datanya namun dana tak pernah diterima.”Menjelang Pilwako lalu, ada beberapa orang yang meminta data kami dengan janji akan dapat bantuan. Tapi, sampai hari ini bantuan tak de tu pulak nyangkut di jaring sondong kami.”gerutu Johan, nelayan sondong yang dijumpai media ini, Selasa (19/02) lalu.

Awang Kecik dan Johan bersama 16 orang berharap Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah SH melalui dinas terkait dapat membantu para nelayan itu.”Tapi apa mungkin kami dibantu Pemko ?. Kami ni orang kecik pak,”katanya dengan nada ragu.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 20 Feb 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda