' '
| | 1.343 kali dibaca

Nasabah Bank Commonwelth dan PT FIF Dihimbau Hati-Hati

Kantor Commonwealth Bank dan PT FIF yang diragukan kredibilitasnya.

Kantor Commonwealth Bank dan PT FIF yang diragukan kredibilitasnya.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Asnah (39) warga Pantai Impian yang menjadi salah seorang korban kerja sama PT FIF dengan Bang Commonwelth yang menerbitkan warning kredit macet, hingga hari ini, Sabtu (31/05) masih bertanya-tanya tentang kesalahan yang diperbuatnya.

Karena selama 7 tahun dia menjadi nasabah disalah satu Bank swasta di Tanjungpinang, belum pernah macet pembayaranya sebagaimana dasar terbitnyanya bank commonwealth, begitu juga dengan kredit motor yang diambilnya di PT FIF. Bahkan pihak PT FIF Tanjungpinang “menyanjung” Asnah terbaik.

Asnah ketika dikonfirmasi Radar Kepri terkait dengan tindak lanjut kasus yang menimpanya, Sabtu (31/05) ditempat usahanya di pusat jajan Kuliner Akau Potong Lembu, mngatakan.”Hingga saat ini Pihak PT Bank Commonwelth, baik dari pihak PT Federal International Finance (FIF) belum ada menghubungi saya, kecauali dihari pertama.”katanya. Kemudian lanjut Asnah.”Ketika pihak PT FIF datang kerumah saya membawa buah-buahan di saat itu saya sedang sakit. Yang datang ketika itu Jasman Monte dari Batam dan Hendra serta anak buahnya.”terangnya.

Dilanjutkan Asnah.”Pihak PT FIF menawarkan kepada saya. Apabila ibu Asnah membutuhkan bantuan, hubungi Hendra saja. Mana tahu, ibu butuh TV, Kulkas dan peralatan rumah tangga lainya.”Jelas Asnah menirukan ucapan Jasman Monte.

Masih Asnah.”Ketika mereka datang, apapun kata mereka saya iya-iyakan saja, karena saya sedang sakit. Jika mereka menawarkan peralatan rumah tangga kepada saya, seperti TV, untuk apa ?. Sementara TV dirumah saya setiap kamar ada TV untuk apa gunanya sama saya TV.”beber Asnah.

Namun, lanjut Asnag.”Putihkan nama baik saya seperti semula dan ganti kerugian saya. Selesaikan.”Kesal Asnah.

Asnah sangat menyesalkan amburadul manajemen PT FIF dan PT Bank Commonwelth tersebut, dengan kurang telitinya, sehingga merugikan konsumenya sendiri.”Jika manajemennya seperti itu, bagaimana dengan adminisrasinya masalah keuangan. Sebaiknya para nasabah Bank tersebut, maupun konsumen PT FIF berhati-hati berurusan dengan perusahaan tersebut, sebelum menjadi korban seperti saya.”kesal Asnah.

Kemudian Asnah.”Menghimbau kepada Bank Indonesia (BI) selaku pengawas Bank diseluruh Indonesia, agar meninjau ulang keberadaan Bank Commonwelth di Indonesia. Sebelum masyarakat banyak menjadi korban dugaan manipulasi data seperti saya. Begitu juga dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) termasuk masyarakat yang akan berurusan dengan kedua PT tersebut.”himbau Asnah.

Kepala Pimpinan Cabang PT FIF di Tanjungpinang, Hendra dikonfirmasi Radar Kepri, terkait dengan tindak lanjut konsumen yang dirugikan PT tesebut, Rabu (28/05) melalui Pesan Singkat (SMS) menyampaikan.”Wlkmslm bang, maaf bang, baru baca tadi lagi main futsal Hp ditinggal. Tadi kakak Asnah dah cerita, juga saya dah hubungi Bank BRI untuk bantu kasih pinjaman. Dia minta lengkapi suratnya, syarat-syaratnya.”tulis Hendra.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sab 31 Mei 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek