| | 1.224 kali dibaca

Nama Ketua Wartawan Kundur Dicatut Memalak Pengusaha

Inilah tambang pasir ilegal milik A yang dijadikan alasan bagi oknum wartawan, S, untuk meminta uang dengan mencatut ketua wartawan Kundur.

Inilah tambang pasir ilegal milik A yang dijadikan alasan bagi oknum wartawan, S, untuk meminta uang dengan mencatut ketua wartawan Kundur.

Kundur, Radar Kepri-Sangat disayangkan, nama salah seorang nama ketua wartawan di Kundur ber-inisial S, diduga dicatut oleh oknum wartawan yang berinisial M untuk memeras salah satu pengusaha pasir di Kecamatan Kundur yang berinisial A.

Menurut salah satu wartawan mingguan Sidak Kepri, Asparoni”(47) bertugas dan meliput di kawasan Kundur mengatakan.”Saya sangat paham masalah ini, kronologis bermula pada tanggal 24 April lalu. Si A, pengusaha pasir telah menghubungi saya via telpon, mengatakan ada oknum wartawan mendatanginya lokasi usaha pasir, oknum wartawan berinisial M itu menyebut nama salah satu ketua wartwan Kundur berinisial S dan memberikan nama dan nomoro Hp ketua wartawan tersebut.”terangnya.

Ditambahka Asparoni, oleh oknum wartawan M mengatakan, ketua wartawan mohon bantuan dana. Oleh karena sesuatu dan lain hal, si pengusahan, A menyetujui dan dana tersebut di ambil dari Lurah. Singkat cerita, M menyetujuinya.

Masih menurut Asparoni beberapa hari kemudian, rupanya A dan M jumpa lagi di lokasi tambang pasir A. Dan karena agak malu dengan beberapa warga yang bekerja dengan A, maka M mengundang A bergeser 100 meter dari lokasi pasir, dan rupanya M marah-marah dengan A, karena hanya di bantu dengan cara palak sebesar 200 ribu saja, akhirnya uang palak di kembalikan, sambil mengucapkan.”Aku tutup usaha pasir illegal mu.”kata Asparoni mengulang ancaman M pada A.

Sebenarnya menurut asparoni masalah ini biasa-biasa saja, yang menjadi masalah yaitu, M bercerita dengan S, ketua wartawan bahwa A di beking oleh beberapa wartawan. Dan S langsung mempercayainya, tanpa kros cek lagi dilapangan. Karena M yang di duga berbohong cerita dengan S, dan yang di kesalkan S berita tersebut muncul dikoran hanya dari nara sumber M. Padahal, diduga M adalah seorang  wartawan pembohong yang tidak bisa menulis berita.

Oleh pemberitaan di koran S tersebut, Lurah membacanya dan langsung menghubungi Asparoni. Sementara Asparoni sangat mengesalkan masalah ini terjadi.”Seharusnya, kalau S berjiwa ketua wartawan yang baik, tinggal membuktikan duduk perkara dan meluruskan bersama saya, M dan A. Tapi bukan memberitakan sesama kita. Padahal menurut saya, S tersebut tidak di benarkan menjadi ketua wartawan, karena S bekerja juga disalah satu di salah satu BUMN di Kundur. Saya, Asparoni tidak tergabung dalam organisasi versi S dan M tersebut.”terangnya.

Bila perlu dalam waktu dekat ini.”Saya akan menjumpai pimpinan BUMN dan akan menceritakan masalah S tersebut. Seharusnya memang S tidak pantas memangku menjadi ketua, apalagi M menjadi lopernya juga.”terangnya.(henz)

Ditulis Oleh Pada Ming 13 Apr 2014. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek