' '
| | 899 kali dibaca

MV Indo Mas Seludupkan Buah Impor

kapal mv indomas sedang bongkar buah impor

kapal mv indomas sedang bongkar buah impor

Tanjungpinag, Radar Kepri-Kapal MV Cinta Indo Mas dengan GT 68,No 1008 GGA yang biasa membawa penumpang rute Tanjungpinang-Malaysia (PP). Sepertinya sudah  beralih fungsi menjadi kapal kargo. Buktinya, sekitar jam 12 06 Wib, Rabu (24/01).Usai menurunkan penumpang dipelabuhan Internasional  Sri Bintan Pura Tanjungpinag. Kapal milik Sugiarto alias Tuti labgsung berlayar menuju perairan Kampung Bugis.

Kapal MV Indo Mas terlihat telah  bersandar di benkel Kombet, dalam hitungan menit tiga unit noat pancung (kapal yang berukuran kecil dengan mesin temple, red). Secara bergantian tiga unit boat tersebut menerim paket keranjang yang berisi buah-buahan jenis duku.Untuk mengelabui petugas, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari masyarakat di pelabuhan tersebut. Kapal MV Indo Mas yang baru datang dari Malaysia itu menyimpan keranjang yang berisi duku itu didalam palka dan dilambung bagian belakang.

Hanya dalam tempo satu jam, sekitar tujuh puluh keranjang yang berisi duku impor itu telah berpindah ke tiga boat tersebut. Kemudian satu per-satu boat yang berisi duku itu langsung meninggalkan kapal MV Indo Mas, menuju perairan Gudang Minyak yang berada di lokasi Rimba Jaya, Kelurahan Kemboja, kecamatan Tanjungpinag Barat, Kota Tanjungpinang. Setelah boat pancung itu merapat, terlihat beberapa orang buruh bongkar muat menaiki boat pancung itu.Para buruh dengan sigap langsung memindahkan keranjang-keranjang yang berisi duku tearsebut ke atas mobil barang jenis pick-up.”Biasanya Buah infor itu ditampun di ruko, milik Heri di Batu 2,5 Tanjungpinang.” sebut sumber Radar Kepri.

Sumber Radar Kepri yang enggan disebut namanya ini dan mengaku dekat dengan bos besar penyeludup buah-buahan ini mengatakan.”Dari tempat Heri, buah-buahan inpor ilegal ini di distribusikan kepada seluruh pelanggan Heri yang berjualan buah-buahan di Kota Tanjungpinag.”jelasnya.

Sampai di kota Tanjungpinang, duku impor yang masuk tanpa pemeriksaan dari karantina dan tidak membayar pajak itu, dijual ke pedagang dengan harga Rp 15 ribu per-kilonya.

Berdasarkan track record (rekam jejak) MV Indo Mas, tidak tertutup kemuingkinan, diantara puluhan keranjang duku itu, terselip narkotika jenis Sabu-Sabu (SS) dan Heroin. Seperti pernah diungkap Bea dan Cukai (BC) Tanjungpinang pada Desember 2012 lalu.

Sayangnya, petugas BC Tanjungpinang terkesan lalai dengan tidak memeriksa seluruh muatan kapal, sebelum kapal itu meninggalkan pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura.Entah kelalaian ini disengaja atau memang lalai, hanya petugas BC dan aparat terkait yang tahu.(asr)

Ditulis Oleh Pada Sab 09 Feb 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda