' '
| | 1.356 kali dibaca

Mundur Berjamaah Kader Partai Ka’bah

ppp Kota

Salah satu Baliho PPP di Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang, Radar Kepri-Pasca kekalahan dalam pemilihan walikota Tanjungpinang, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tanjungpinang yang mengusung dr Maya Suryanti sebagai walikota mulai ditinggalkan pengurusnya. Satu-persatu pengurus parta berlambang Ka’bah itu mengundurkan diri dengan berbagai alasan.

Berdasarkan copy surat pengunduran diri yang diterima Radar Kepri, ada tiga pengurus partai yang dipimpin Surya Dharma Ali itu mengajukan surat pengunduran diri. Diantaranya Adamir (46), wakil ketua DPC PPP Kota Tanjungpinang ini, mengajukan surat pengunduran diri ke ketua DPC PPP Kota Tanjungpinang, Syaiful SE pada tanggal 22 Januari 2013 dengan tembusan kepada ketua DPW dan DPP PPP. Dalam surat pengunduran diri tersebut, Adamir menyatakan tidak bisa menjelaskan alasan pengunduran dirinya.

Kemudian Novari SE, mengundurkan diri pada tanggal 20 Januari 2013 dengan alasan kesibukan sebagai staf  ahli di Badan Pengusahaan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Bintan wilayah Tanjungpinang/Free Trade Zone (FTZ). Novari SE menjabat penasehat DPC PPP Kota Tanjungpinang. Namun sampai dirinya mengajukan pengunduran diri, Novari SE mengaku belum mendapat SK pengangkatannya sebagai penasehat DPC PPP Kota Tanjungpinang.

Selanjutnya, Suparto yang menjabat sekretaris Pimpinan Anak  (PAC) PPP Bukit Bestari juga mengajukan pengunduran diri dengan alasan pribadi. Dalam surat pengunduran diri itu, Suparto mengaku telah hampir dua tahun melaksanakan tugas di PAC PPP Kota Tanjungpinang.

Informasi yang dihimpun media ini, selain ketiga orang di atas, ada beberapa orang pengurus PPP Kota Tanjungpinang yang telah mengajukan pengunduran diri. Indra, ketua PAC PPP Tanjungpinang Barat juga dikabarkan mengundurkan diri. Kemudian Darwis  dan Mawardi Cagau, juga dikabarkan telah mengajukan surat pengunduran resmi ke DPC PPP dengan tembusan DPW dan DPP PPP.

Menurut informasi dari salah seorang pengurus partai dengan nomor urut  9 ini, mereka mundur karena kurangnya transparansi ketua DPC PPP Kota Tanjungpinang.”Selama kami menjadi pengurus di DPC PPP Kota Tanjungpinang, tidak pernah ada laporan keuangan, padahal setiap bulannya ada dana yang diserahkan dari anggota DPRD Kota Tanjungpinang ke partai.”sebut sumber media ini yang meminta namanya tidak ditulis.

Terkait mundur “berjamaah” politisi PPP ini, Syaiful SE, Ketua DPC PPP Kota Tanjungpinang melalui Short Message Service) (SMS) pada Minggu (17/02) membenarkan adanya 3 orang pengurus PPP yang mundur, yaitu Adamir, Novari SE dan Suparto.”Oh itu, mereka bertiga bersaudara. Saya dengar Adamir mau jadi caleg dari Partai Hanura, mungkin mereka mendukung saudara mereka. Hal tersebut tidak masalah di partai tersebut. Tidak ada paksaan, karena jadi pengurus partai harus iklas tanpa ada paksaan dari pihak lain. Sedangkan yang sudah duduk di DPR-RI saja ada yang pindah partai, bahkan ada yang rela melepaskan jabatannya, seperti bapak Akbar Faisal. Politisi Hanura yang pindah ke Nasdem. PPP Tanjungpinang, Alhamdulillah banyak yang telah bergabung, baik dari tokoh masyarakat, tokoh ormas, pengusaha dan mantan pejabat. Saat ini sedang menggodok kelebihan caleg yang lagi diselektif. Hingga nanti ditetapkan 30 caleg dari 55 caleg yang sudah dijaring tim LP2 yang menangani caleg dan pemenangan pemilu 2014 nanti.”jelas Syaiful SE melalui SMS.(fan)

Ditulis Oleh Pada Ming 17 Feb 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek