'
| | 2.394 kali dibaca

Money Politik Pemenang Pileg di Lingga

Ilustrasi money politik.

Ilustrasi money politik.

Lingga, Radar Kepri-Hasil final prolehan suara pada pileg 9 April kemarin, memang masih belum selesai dihitung. Namun, dugaan adanya money politik saat menjelang hari pencoblosan sangat kental terasa, masyarakat Lingga meng-istilahkan dengan serangan fajar.
Hal ini diakui oleh beberapa caleg partai yang ditemui wartawan, sebagian besar mereka mengeluhkan lemahnya  pengawasan saat menjelang pemilihan umum kemarin.“Kita tahu, bahkan sempat di rekam oleh anggota kita di salah satu pulau. Terkait bagi-bagi uang menjelang pileg kemarin. Bahkan ada anggota kita di lapangan sampai mundur dari ketua PPS, karena terus ditekan oleh tim sukses partai untuk memenangkan partai tertentu,”kata caleg PKS Salmizi dikantor DPD PKS Lingga.
Aroma money politik yang kental dan sangat terasa ini, bukanlah menjadi rahasia umum lagi. Namun PKS sendiri, sebagai salah satu partai yang pada tahun ini merosot perolehan suaranya, akibat dari politik uang ini tidak bisa berbuat banyak.”Kita memang tidak laporkan, karena kita menimbang keselamatan anggota kita yang mengetahui hal ini. Mereka di pulau, kasihan juga kalau nanti mereka malah susah akibat berkeras melawan sistem yang memang curang ini. Bukan hanya warga, namun kepala desa dan kepala dusunya juga terlibat ikut mengarahkan warga untuk memenangkan partai tertentu.”katanya lagi.
Pada tahun ini di wilayah dapil II.”Tahun ini kita kehilangan kurang lebih 1000 suara di dapil 2.”tegasnya.
Sementara itu terkait maraknya money politik ini, Caleg PBB dapil II mempertanyakan tim pengawa pemilu dalam hal ini panwaslu Lingga, yang sepertinya tutup mata dengan keadaan ini.”Semua orang tahu kalau ada jual beli suara, dan sudah menjadi rahasia umum lagi.Tapi kok semua yang terlibat sebagai pengawas dalam pileg ini diam seperti tutup mata.”katanya mempertanyakan sikap Panwaslu Lingga yang dinilai bekerja belum maksimal mengantisipasi money politik.
Beberapa caleg dari partai lain juga menyuarakan hal yang sama. Bahkan mereka menyuarakan agar di selenggarkanya pemilu ulang.”Pemilu ulang bukan tidak mungkin. Hal ini sudah terjadi di beberapa kecamatan lain di Indonesia,”kata salah satu caleg PAN.

Beberapa warga yang minta namanya di rahasiakan, mengaku dengan terus terang kalau mendapatkan sejumlah uang dari tim sukses caleg untuk mencoblos nama atau partai tertentu 9 April kemarin. Kisaran uang yang di keluarkan perorang dari Rp100 sampai dengan Rp 400 ribu persuara.”Saya dapat Rp 150 ribu dari tim sukses caleg, saya harus coblos ini.”kata seorang ibu rumah tangga warga di Kecamatan Singkep.
Beberapa orang lainya mengaku di bayar Rp 400 ribu, sistem pembayaran yang dilakukan adalah dengan membayar Rp 200 ribu sebelum hari pencoblosan dan Rp 200 ribu lagi setelah hari pencoblosan.”Iya memang di bayar Rp 400, makanya saya coblos.”kata seorang warga di Pasar Dabo Singkep kepada media ini.

Salah seorang masyarakat Cukas yang juga tim dari satu caleg PBB juga pernah memberikan informasi ke media ini, bahwa ada caleg dari partai lain yang juga membagikan uang .”Yang membagikan perempuan, kita ada videonnya.” Ujarnya.

Namun ketika video itu diminta, warga tersebut berdalih videonnya tenggal di kampung di HP istrinya.(muslim tambunan)

Ditulis Oleh Pada Sen 14 Apr 2014. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek